Tim Piala Thomas Indonesia kalah 1-4 dari Perancis dalam laga terakhir penyisihan grup. Indonesia pun gagal melaju ke perempat final.
29 Apr 2026 07:10 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
HORSENS, RABU — Untuk pertama kalinya, tim putra bulu tangkis Indonesia tersingkir di penyisihan grup Piala Thomas. Kemenangan pada dua pertandingan awal tak cukup mengantarkan Indonesia ke perempat final setelah kalah 1-4 dari Perancis pada pertandingan terakhir Grup D.
Setelah menang 5-0 atas Aljazair dan 3-2 atas Thailand, Indonesia tinggal membutuhkan dua kemenangan dari lima partai saat berhadapan dengan Perancis di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026).
Kekalahan 2-3 sebenarnya sudah cukup mengamankan posisi Indonesia pada peringkat dua teratas Grup D sebagai syarat lolos ke perempat final. Sebaliknya, Perancis harus menang minimal empat partai untuk mendampingi Thailand lolos dari penyisihan grup.
Dengan syarat kemenangan yang lebih sedikit, Indonesia justru gagal memenuhinya. Dari lima wakil, hanya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menang pada laga terakhir, yaitu atas Christo Popov/Toma Junior Popov 21-18, 19-21, 21-11.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/29/7c449a25a76d73d3fe82781998a4d635-WhatsApp_Image_2026_04_29_at_06.11.19.jpeg)
Ditambah dengan kemenangan 5-0 Thailand atas Aljazair, posisi Indonesia dalam klasemen turun dari urutan teratas ke peringkat ketiga di bawah Thailand dan Perancis sebagai juara grup dan peringkat kedua. Ketiga tim memiliki nilai kemenangan yang sama, yaitu dua, tetapi berbeda dalam selisih partai yang dimenangi.
Tersingkirnya Indonesia di fase awal ini menjadi yang pertama sejak Piala Thomas diawali penyisihan grup, lalu tahapan dengan sistem gugur pada 1984. Sebelumnya, hasil terburuk tim ”Merah Putih” adalah ketika kalah pada perempat final di Wuhan 2012.
Kami sudah mencoba yang terbaik, tetapi Perancis bermain sangat baik. Mereka percaya diri karena sudah menang di tiga pertandingan awal.
Pada 1949 hingga 1982, babak utama Piala Thomas langsung digelar dengan sistem gugur dengan peserta yang lolos dari babak kualifikasi di berbagai zona. Indonesia pertama kali ikut serta pada Piala Thomas 1958 di Singapura dan langsung menjadi juara. Sejak saat itu, Indonesia menjadi tim dengan gelar juara Piala Thomas terbanyak, yaitu 14 kali.
Gelar terakhir didapat dari Piala Thomas 2020 yang juga diselenggarakan di Denmark, tetapi di kota berbeda, Aarhus. Setelah itu, tim bulu tangkis putra Indonesia selalu lolos ke final meskipun kalah dari India (2022) lalu China (2024).
Di luar Fajar/Fikri yang menang, hanya Anthony Sinisuka Ginting yang bermain tiga gim dan dalam laga ketat. Bermain dalam partai ketiga setelah Jonatan Christie dan Alwi Farhan, Anthony kalah dari Toma Junior Popov dengan skor 22-20, 15-21, 20-22 setelah bertanding selama 1 jam 25 menit. Anthony kehilangan gim ketiga setelah unggul 12-6 dan mendapat match point pada posisi 20-19.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/29/cd6f9796ff6a8493d30f0d6adf97dcc7-WhatsApp_Image_2026_04_29_at_05.55.49.jpeg)
Anthony menuturkan, persiapan melawan Toma dilakukan dengan detail, termasuk diskusi dengan anggota tim tunggal putra. Dia pun mendapat tambahan masukan dari rekan-rekannya.
Namun, ada kendala yang membuatnya kesulitan menjelang akhir gim ketiga, yaitu kaki yang terasa sedikit keram. Anthony berusaha agar fokusnya tidak terganggu kondisi tersebut karena melihat masih mempunyai kesempatan. Apalagi, Toma terlihat tegang hingga sering membuat kesalahan.
”Namun, tidak banyak pilihan pola permainan yang bisa saya mainkan. Saat dia kembali tenang, saya mulai kesulitan dengan harus banyak berlari mengejar bola,” kata Anthony.
Wakil lainnya kesulitan mengatasi tekanan dengan kewajiban harus menang hingga kalah dua gim. ”Dengan posisi Indonesia yang membutuhkan kemenangan, fakta itu cukup menghantui saya. Saya merasa lebih tertekan,” kata Alwi yang kalah dari pemain seangkatannya, Alex Lanier.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/29/f54b217119feedcaee663d8db0d67c06-WhatsApp_Image_2026_04_29_at_01.21.15.jpeg)
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani kehilangan poin terakhir ketika Reza melakukan kesalahan pada servis dalam skor 19-20. Mereka kalah dari Eloi Adam/Leo Rossi 19-21, 19-21 setelah selalu menang dalam dua pertemuan sebelumnya. Tim Perancis langsung merayakan kemenangan dengan memeluk Adam/Rossi di lapangan karena sudah memenangi empat partai.
”Kami sudah mencoba yang terbaik, tetapi Perancis bermain sangat baik. Mereka percaya diri karena sudah menang di tiga pertandingan awal. Sebaliknya, kami tidak bisa mengontrol tekanan itu. Ini menjadi pelajaran bagi kami di turnamen beregu. Tidak mudah, apalagi dengan kondisi tim yang tertinggal,” tutur Sabar yang baru kali ini bermain dalam kejuaraan Piala Thomas.
Nomor ganda sebenarnya menjadi andalan Indonesia ketika Perancis memiliki tiga pemain peringkat 20 besar dunia (dua di antaranya dalam posisi sepuluh besar) pada nomor tunggal. Maka, ketika Indonesia tertinggal 0-3, harapan lolos ke perempat final masih terbuka dengan sisa dua pertandingan sektor ganda.
Namun, peluang itu hilang setelah Sabar/Reza kalah. Kemenangan Fajar/Fikri pada pertandingan terakhir pun tak bermakna apa pun bagi tim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/29/b63334b83314afa612e8347f9059e2d5-WhatsApp_Image_2026_04_29_at_06.10.56.jpeg)
Pada grup lain di persaingan beregu putra, pertandingan yang berlangsung Rabu akan memperebutkan posisi juara di Grup A, B, dan C. China dan India, yang sudah dipastikan lolos ke perempat final, akan berhadapan di Grup A. Adapun Jepang dan Malaysia akan menjalani pertandingan untuk menjadi juara Grup B. Di Grup C, tiga tim memiliki peluang ke perempat final, yaitu Denmark, Taiwan, dan Korea Selatan.
Sementara lawan untuk tim putri Indonesia yang akan tampil di perempat final Piala Uber akan diselenggarakan pada Rabu pukul 10.30 waktu Denmark atau pukul 15.30 WIB. Sebagai juara Grup C, Indonesia akan bertemu salah satu dari tim peringkat kedua grup lain, yaitu Denmark, Malaysia, atau Thailand.
Hasil Tim Piala Thomas Indonesia-Perancis
Jonatan Christie vs Christo Popov 19-21, 14-21 (0-1)
Alwi Farhan vs Alex Lanier 16-21, 19-21 (0-2)
Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov 22-20, 15-21, 20-22 (0-3)
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Eloi Adam/Leo Rossi 19-21, 19-21 (0-4)
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Christo Popov/Toma Junior Popov 21-18, 19-21, 21-11 (1-4)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan