Fungsi Lain Haaland dalam Kemenangan Manchester City atas Dortmund

Selain mencetak satu dari empat gol kemenangan City, Haaland juga punya peran lain yang tak kalah penting. Peran striker modern tidak terbatas pada mencetak gol.

06 Nov 2025 06:07 WIB · Olahraga

AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MANCHESTER, KAMIS — Erling Haaland meruntuhkan tembok Borussia Dortmund dalam semalam. Tidak hanya dengan gol, Haaland juga memanfaatkan aura predatornya di dalam kotak penalti untuk membawa Manchester City unggul 4-1 atas Dortmund dalam lanjutan Liga Champions Eropa di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB. Predikat Dortmund sebagai tim dengan pertahanan terkuat di Jerman runtuh seketika.

Dortmund datang ke Etihad dengan bermodalkan catatan enam nirbobol di Bundesliga. Meski begitu, mencuri poin di Etihad tetap saja merupakan misi mahaberat.

Oleh karena itu, Pelatih Niko Kovac kembali menggunakan formasi 3-4-2-1 yang menjadi kunci pertahanan kokoh Dortmund musim ini. Formasi tiga bek itu akan berubah menjadi lima bek saat sedang tidak menguasai bola. Ini penting untuk mengantisipasi dua pemain sayap City, Jeremy Doku dan Savinho, yang kuat dalam duel satu lawan satu serta menggiring bola.

Upaya Dortmund meredam eksplosivitas sayap City membuahkan hasil. Di tengah, jarak antarlini yang rapat menyulitkan pemain City dalam upaya merangsek lebih jauh. Jika pun berhasil, kiper Gregor Kobel tampil gemilang dengan melakukan sejumlah penyelamatan. Upaya City mencuri gol cepat tertunda, setidaknya hingga menit ke-22.

Di tengah kebuntuan mencetak gol, Haaland memainkan fungsinya yang lain. Musim ini penyerang asal Norwegia itu total telah menyumbang 58,6 persen gol City di seluruh kompetisi. Kali ini bukan hanya kemampuan mencetak gol Haaland yang membantu City menang, melainkan juga kepiawaiannya dalam menarik pergerakan bek Dortmund.

Gelandang Dortmund, Emre Can, berebut bola dengan striker Manchester City, Erling Haaland, pada laga Liga Champions di Manchester, Inggris, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB.

Itu terlihat dari gol pemecah kebuntuan City yang dicetak Phil Foden. Dalam keterbatasan ruang gerak, Haaland sengaja berlari kecil menuju kotak penalti Dortmund.

Pergerakan Haaland menarik bek Dortmund yang dikomandoi Nico Schlotterbeck. Alhasil, tercipta ruang lebar yang memungkinkan Foden menggiring bola lebih lama. Foden memanfaatkan momentum itu untuk melepaskan tembakan placing mendatar yang sulit dijangkau Kobel.

”Soal angka (gol), Haaland selalu luar biasa. Namun, dia lebih dari sekadar gol atau asis. Dia telah memberikan (penampilan) terbaik untuk kami,” ujar Doku dalam wawancara setelah laga.

Tanpa pergerakan tanpa bola yang cerdas dari Haaland, City barangkali akan terjebak dalam labirin kebuntuan melawan tembok besi Dortmund. Dalam sepak bola kiwari, peran seorang penyerang atau striker tidak lagi terbatas dalam mencetak gol atau asis, tetapi juga bagaimana pergerakannya bisa menciptakan ruang bagi rekan yang lain.

Haaland menyadari reputasinya sebagai predator ulung bisa dimanfaatkan. Oleh sebab itulah, dia sengaja bergerak menjauhi Foden yang tengah menguasai bola untuk mengikat bek Dortmund. Haaland sepenuhnya mengetahui pergerakannya akan selalu mendapat pengawalan ketat dari lawan.

Britain Soccer Champions League

Setelah berperan dalam gol pembuka City, Haaland kembali menunjukkan fungsi aslinya sebagai pencetak gol. Mendapat umpan silang mendatar dari Doku, dia melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti untuk menggandakan keunggulan City pada menit ke-29.

Dengan golnya itu, Haaland menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam lima penampilan Liga Champions berturut-turut untuk tiga klub berbeda, yaitu RB Salzburg pada musim 2019-2020, Dortmund (2020-2021), dan City (2025-2026).

Khas Henry

Foden tampil menggila pada laga ini dengan mencetak gol kedua pada menit ke-57 yang membuat City unggul tiga gol. Cara mencetak golnya pun serupa, yakni penempatan bola (placing) ke pojok kanan bawah gawang Kobel. Dalam pengawalan bek Dortmund, Foden masih menyimpan ketenangan dalam menggiring dan mengeksekusi bola.

Teknik Foden mencetak gol dengan placing itu mengingatkan publik dengan keterampilan serupa dari legenda Arsenal, Thierry Henry. Semasa masih aktif bermain, Henry juga kerap mencetak gol dengan mengutamakan penempatan bola sehingga sulit dijangkau kiper alih-alih menendang dengan kekuatan maksimal. 

Dengan refleksnya yang luar biasa, Kobel tergolong sulit ditaklukkan penyerang lawan. Namun, kiper dengan refleks hebat seperti itu lebih efektif ditaklukkan dengan bola-bola placing di luar jangkauan tangannya. Foden menyadari kualitas Kobel sehingga dengan cepat membuat keputusan melepaskan tendangan placing untuk merepotkannya.

”Saya kira dia sudah dekat (dengan performa terbaiknya). Tidak perlu lebih dekat lagi. Berapa kali kita sudah melihat gol seperti itu dari Phil, kan. Kegigihannya dalam berusaha terutama di sepertiga akhir lapangan. Kami sudah sangat merindukannya,” kata Manajer City Pep Guardiol, kepada TNT Sports.

Gelandang Manchester City, Rayan Cherki, menendang bola saat lawan Borussia Dortmund pada laga Liga Champions di Manchester, Inggris, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB.

Tertinggal tiga gol, semangat para pemain Dortmund bukannnya mengendur, melainkan justru makin meningkat. Di tengah keputusasaan akibat serangan bertubi-tubi City, Dortmund mengambil inisiatif serangan di pertengahan babak kedua demi mengejar defisit gol. 

Penyerang sayap kanan, Karim Adeyemi, menjadi pemain yang paling merepotkan pertahanan City. Adeyemi total melepaskan lima percobaan tembakan yang masih bisa dimentahkan Gianluigi Donnarumma. Namun, gol hiburan Dortmund justru bukan berasal dari Adeyemi, melainkan bek Waldemar Anton yang memanfaatkan umpan silang Julian Ryerson pada menit ke-72. 

Meski mencetak gol balasan, tidak ada ekspresi gembira dari Kovac yang tahu timnya sangat sulit untuk mengejar City. Firasat itu terbukti dengan keberhasilan City memperbesar keunggulan menjadi 4-1 lewat gol Rayan Cherki di pengujung laga.

Kemenangan atas Dortmund menempatkan City di peringkat keempat klasemen Liga Champions. ”The Citizens” juga masih tidak terkalahkan dalam laga kandang Liga Champions sepanjang 22 pertandingan.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan