Liverpool menyuguhkan penampilan terbaik di musim ini untuk mengalahkan Real Madrid. Jika Thibaut Courtois tidak tampil, ”Si Merah” bisa unggul lebih meyakinkan.
05 Nov 2025 06:17 WIB · Olahraga
AFP
LIVERPOOL, RABU — Dua kemenangan dan nirbobol di Stadion Anfield dalam kurun waktu tiga hari pantas menjadi titik balik bagi Liverpool. Koleksi tiga poin berkat menumbangkan Real Madrid 1-0, Rabu (5/11/2025) WIB, menandakan ”Si Merah” sudah keluar dari periode krisis di awal musim ini.
Liverpool memang hanya mampu mencetak sebuah gol ke gawang Real Madrid. Sundulan gelandang berpaspor Argentina, Alexis Mac Allister, adalah pembeda di partai keempat babak pendahuluan Liga Champions 2025-2026. Mac Allister menuntaskan umpan tendangan bebas Dominik Szoboszlai pada menit ke-61.
Namun, penyebab utama Liverpool menang tipis bukan disebabkan minimnya kreasi peluang. Melainkan, penampilan gemilang kiper Real, Thibaut Courtois, yang tampil bak menggunakan cheat dalam video gim.
Delapan penyelamatan dilakukan penjaga gawang asal Belgia itu. Rentetan aksi gemilang Courtois menggagalkan 1,05 expected goals (xG) Liverpool. Jadi, seharusnya Si Merah bisa menghasilkan setidaknya satu gol lagi ke gawang Real.
Firasat pendukung Liverpool bahwa timnya tidak akan mudah menggetarkan jala gawang Courtois telah dimulai sejak laga berjalan 27 menit. Dalam proses fast-break alias serangan balik cepat, Florian Wirtz memberikan umpan kunci kepada Szoboszlai yang sudah berdiri bebas tanpa kawalan. Tetapi, sepakan kapten tim nasional Hongaria itu bisa dihalau Courtois. Gol itu memiliki 0,42 xG atau berpeluang menjadi gol sebesar 42 persen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/05/56065c77669711b05b8c5be2d6107e64-1000027117.jpg)
Selain Szoboszlai, Cody Gakpo bahkan memiliki probabilitas gol terbesar dengan 0,73 xG. Angka itu setara peluang milik Gakpo di menit ke-87 yang seharusnya berpotensi gol sebesar 73 persen. Tetapi, Courtois lagi-lagi sigap membaca sontekan Gakpo yang menerima umpan Mohamed Salah.
”Ia kiper yang fantastis, semua tahu itu. Dia membuat sejumlah penyelamatan. Tetapi, hari ini kami jauh lebih baik dari mereka (Real) dan pantas menang,” ujar Mac Allister, yang dianugerahi pemain terbaik laga, kepada Amazon Prime yang dilansir BBC.
Selain performa Courtois yang menjadi sorotan, pendekatan taktik Arne Slot terbukti ampuh meredam agresivitas pemain Real yang dimotori Kylian Mbappe. Slot seperti menebar jarring laba-laba yang membiarkan pemain ”Los Blancos” dominan menguasai bola.
Kenyamanan bermain dengan bola—catatan 61 persen penguasaan bola milik Real—ibarat fatamorgana. Liverpool membiarkan skenario itu terjadi. Sebaliknya, Liverpool berkali-kali menyengat Real dengan proses transisi positif kilat dari kedua sisi sayap dan ditopang pergerakan Szoboszlai yang kembali berperan sebagai nomor 10.
Real pun hanya mampu menghasilkan delapan tembakan dengan nilai eksektasi gol hanya 0,45 xG. Peluang paling berbahaya Los Blancos didapatkan Jude Bellingham di pengujung babak pertama. Tembakan Bellingham di depan kotak penalti kecil bisa dihalau dengan kaki oleh Giorgi Mamardashvili.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/05/94ffe48a8d109bf82f14d243e1b85806-1000027127.jpg)
”Saya pikir kami menjalani pertandingan yang hebat menghadapi tim yang sangat luar biasa. Sebuah kemenangan yang penting, tetapi kami harus terus melaju. Hasil positif berharga untuk kian meningkatkan kepercayaan diri kami,” ucap Mac Allister.
Satu hal positif lainnya dari permainan yang disajikan Liverpool adalah kemauan berkorban secara kolektif. Salah dan Florian Wirtz seperti memiliki dua paru-paru untuk membantu mengejar pemain Real yang masuk zona pertahanan mereka.
Salah, misalnya, menopang Conor Bradley untuk meredam Vinicius Junior. Pada masa tambahan waktu babak kedua, Salah melakukan intersep penting yang menghentikan upaya dribel Vinicius. Aksi Salah itu disambut tepuk tangan apresiasi oleh suporter Liverpool.
Secara total, Salah memenangi sembilan duel, tiga pemulihan penguasaan bola, dan sebuah intersep. Ia juga membuktikan masih berperan kunci dalam strategi ofensif Si Merah yang ditandai lima dribel sukses dan dua umpan kunci.
Wirtz juga menjalani salah satu gim terbaik setelah berseragam Liverpool. Meskipun tidak berkontribusi gol, ia menghasilkan lima umpan kunci, 100 persen dribel sukses, empat keunggulan duel, dan enam kali merebut penguasaan bola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/05/1a78c2cfcb0f81410cb497a76fe6957d-1000027123.jpg)
Aksi para pemain menyerang itu meringankan peran pemain bertahan. Hal itu diakui bek dan kapten Liverpool, Virgil van Dijk. Ia menyatakan, serangan berbahaya timnya berawal dari kerja keras bersama untuk menjaga pertahanan.
”Kami memiliki kualitas untuk melukai tim mana pun melalui serangan balik. Situasi itu berawal dari kemampuan bertahan. Kami menyaksikan kerja keras itu,” kata Van Dijk dilansir laman UEFA.
Van Dijk mengingatkan, dua kemenangan beruntun atas Aston Villa dan Real tidak memiliki arti apa-apa. Kata dia, hasil positif ganda itu hanya awal dari perjalanan panjang musim ini yang akan kembali memiliki tantangan, salah satunya gim kontra Manchester City pada akhir pekan nanti.
”Mudah mengatakan (kembali ke performa terbaik) karena kami menang dua kali beruntun. Tujuan utama kami adalah terus melaju karena sudah ditunggu laga sulit lainnya hari Minggu. Kami tahu bagaimana sepak bola bekerja, segalanya bisa berubah dalam satu malam,” tutur Van Dijk yang berasal dari Belanda.
Wayne Rooney, mantan bintang Manchester United dan timnas Inggris, tidak ragu menyebut performa kontra Real adalah modal penting Liverpool untuk bangkit. Kata Rooney, Liverpool sudah tampil dengan performa dan mentalitas seperti musim lalu.
”Ketika tim juara mengalami dua atau tiga kekalahan beruntun, kritik tentu datang bertubi-tubi. Kita menyaksikan solidaritas antarpemain untuk keluar dari situasi sulit. Saya yakin hasil ini adalah cetak biru bagi mereka untuk melaju ke depan,” ucap Rooney.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/05/eb8791e368a4a2d3debb6db20aaab889-1000027128.jpg)
Bagi Pelatih Real Xabi Alonso, kembali ke Anfield tidak menghadirkan hari yang indah, justru kelam. Selain timnya pulang nirpoin, Alonso juga dihukum kartu kuning pada menit 90+5 akibat protes berlebihan kepada wasit asal Romania, Istvan Kovacs.
Tak hanya Alonso, mantan idola Anfield, Trent Alexander-Arnold, juga ikut menjalani homecoming yang tidak berkesan. Masuk menggantikan Arda Guler di menit ke-81, Alexander-Arnold gagal memberikan dampak signifikan untuk Los Blancos.
”Ini adalah laga yang seimbang. Kami menderita akibat banyak sepak pojok dan melakukan pelanggaran tidak perlu. Lalu, kami juga kehilangan inisiatif yang membuat kami gagal menyentuh garis akhir pertahanan mereka,” ucap Alonso dilansir Marca.
(AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto