Lomba ketangkasan dan ketahanan berkuda dalam bentuk reli selama lima hari.
25 Jul 2025 11:11 WIB · Internasional
Danau Song-Kol alpine di Kirgistan yang biasanya sepi terlihat berbeda pada Senin (21/7/2025). Puluhan peserta lomba ketahanan penunggang kuda berkumpul di pinggiran danau. Hari itu, Danau Song-Kol alpine menjadi tempat berakhirnya etape terakhir lomba yang telah berlangsung selama lima hari, The Gallops 2025.
Acara yang pertama kali diadakan tahun 2014 di India ini telah memasuki gelaran kelima. Terinspirasi dari Reli Dakar, Gallops diadakan selama lima hari dan menempuh perjalanan lebih dari 200 kilometer dengan kuda andalan masing-masing. Edisi kali ini berlangsung di Kirgistan, salah satu negara di Asia Tengah. Suku-suku di Kirgistan terkenal akan kemampuan nomaden dan memiliki budaya berkuda yang kuat.
Tahun-tahun sebelumnya perlombaan diadakan melintasi gurun pasir di India, Oman, Maroko, dan Jordania. Tahun ini para peserta Gallops akan menjelajahi lanskap Kirgistan yang indah dan masih alami, mengikuti jejak para penunggang kuda legendaris Kirgistan. Perlombaan dimulai di Desa Kyzart dengan ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut yang berhawa sangat dingin. Puluhan peserta dari 12 negara saling berlomba menjadi yang terbaik dalam sesi ketahanan berkuda.
Layaknya Reli Dakar yang mengendarai sepeda motor, mobil, hingga truk, tiap etape di ajang Gallops juga diwarnai dengan pemeriksaan dan perawatan kuda tunggangan. Dokter setiap tim akan memeriksa keadaan kuda, bahkan memberi infus dan vitamin yang disuntik ke badan kuda untuk memastikan agar kondisi kuda tetap prima. Saat jeda istirahat, kuda-kuda akan dirawat dan peserta akan berkumpul untuk saling bercerita.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/25/d936f43b-80f1-4883-b5f4-491794058dda_jpg.jpg)
Gallops bagi banyak peserta bukanlah sekadar kompetisi berkuda, melainkan juga cara mewujudkan pengalaman manusia, budaya, dan olahraga yang unik. Acara ini sangat ditunggu-tunggu para pencinta kuda dari seluruh dunia. Setiap hari, para penunggang kuda terbaik akan saling berlomba menyelesaikan lima etape sepanjang 30-40 kilometer dengan waktu terbaik.
Edisi kali ini juga berlangsung menantang karena diselenggarakan menjelajah ke wilayah yang sebagian besar masih belum tereksplorasi dan belum tersentuh oleh pariwisata. Etape terakhir di tepi Danau Song-Kol alpine menjadi salah satu yang ditunggu peserta. Masing-masing dari mereka akan menampilkan keterampilan berkuda yang menjadi andalannya.
Seorang penunggang kuda melakukan atraksi menerobos lautan api dengan kudanya. Tampak lidah api membakar kain di punggungnya. Peserta lain memamerkan keterampilan mengendari dua kuda sekaligus. Ia berdiri dengan kaki menjejak dua kuda yang berbeda. Ada pula peserta yang melakukan salto di atas kuda yang berlari kencang.
Perlombaan ditutup dengan permainan Kok Boru. Kedua tim berkuda akan berebut bangkai kambing yang telah dimodifikasi dengan kulit yang dijahit. Masing-masing tim akan berusaha memasukkan kulit kambing ke dalam gawang lawan layaknya permainan bola modern.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan