Pelatih Ruben Amorim mengumumkan akan bertahan di Manchester United pada musim depan. Dia sekaligus mempersilakan Alejandro Garnacho untuk pergi pada musim panas.
25 Mei 2025 08:00 WIB · Olahraga
MANCHESTER, SABTU — Hanya beberapa hari setelah kalah di final Liga Europa, Manchester United sudah memperlihatkan efek domino dari kegagalan tersebut. Penyerang sayap berbakat Alejandro Garnacho dipersilakan hengkang karena faktor finansial dan konflik internal.
Pelatih Kepala MU Ruben Amorim membuat pengumuman penting pada sehari jelang laga terakhir musim ini, Sabtu (24/5/2025) WIB. Dia memberitahukan rencana untuk musim depan, termasuk dirinya yang akan tetap bertahan walaupun hasil buruk di seluruh kompetisi pada musim ini.
Manajemen MU tidak gegabah memecat Amorim setelah kekalahan di final Liga Europa dan kepastian finis di papan bawah Liga Inggris. Alih-alih hengkang, menurut The Athletic, Amorim justru mempersilakan Garnacho untuk mencari tim baru pada musim panas nanti.
Semua itu buntut dari kekalahan di partai puncak pada Kamis lalu. Setelah ditaklukkan Tottenham Hotspur, Garnacho sempat mengutarakan kekecewaan terhadap pilihan sang pelatih. Dia berharap tampil sejak awal laga, tetapi hanya diturunkan sebagai pemain cadangan pada menit ke-71.
”Saya selalu membantu tim di setiap babak sampai ke final. Hari ini saya hanya bermain 20 menit. Final ini akan memengaruhi (keputusan saya), termasuk hasil sepanjang musim. Saya akan menikmati musim panas dan melihat apa yang akan terjadi nanti,” ujar Garnacho seusai laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/22/9d5b5f3d04163367a7e9995edbe66453-Spain_Soccer_Europa_League_Final_5.jpeg)
Wajar saja jika Garnacho kecewa. Dia selalu bermain sebagai starter dan memainkan peranan penting sejak babak 16 besar. Namun, spot pemain tersubur kedua di skuad MU itu (11 gol) justru diberikan untuk Amad Diallo dan Mason Mount yang baru sembuh dari cedera belakangan ini.
Hubungan Amorim dan Garnacho kembali bermasalah. Sebelumnya, Desember 2024, sang pelatih sempat menyingkirkan Garnacho dan Marcus Rashford dari skuad utama. Alasannya, mereka tidak memenuhi standar dalam latihan dan pertandingan serta merusak chemistry skuad.
Tidak seperti Rashford, Amorim memberikan Garnacho kesempatan kedua. Saat Rashford dipinjamkan ke Aston Villa pada jendela transfer Januari, Garnacho dikembalikan ke skuad utama. Penyerang 20 tahun itu bahkan menjadi pilihan utama ”Setan Merah” dalam paruh kedua musim.
Amorim sepertinya tidak akan menahan Garnacho lagi. Sebab, MU juga sedang membutuhkan dana segar setelah gagal masuk Liga Champions pada musim depan. Akibat kehilangan potensi pemasukan yang sangat besar, mereka harus menjual beberapa pemain pada musim panas.
Garnacho yang memiliki nilai pasar 45 juta euro (Rp 782 miliar) sudah dipantau banyak klub sejak jendela transfer terakhir. Mulai dari Chelsea hingga Napoli mengagumi bakatnya. Harga jual sang pemain berpotensi lebih tinggi dari nilai pasar karena usia yang masih sangat muda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/22/5ea32eda64935248c6751d564d11e3f5-Spain_Soccer_Europa_League_Final_2.jpeg)
Potensi pemain tim nasional Argentina itu sangat besar, terlepas dari penyelesaian akhir yang masih jauh dari harapan. Sejak bergabung dengan MU pada 2020, dari akademi Atletico Madrid, dia sudah tampil sebanyak 144 kali serta menciptakan 26 gol dan 22 asis.
Khusus musim ini, Garnacho sudah tampil sebanyak 58 kali. Tidak ada pemain Setan Merah lain yang melebihi jumlah itu. Dia juga bermain dalam 36 dari 37 laga di Liga Inggris. Kontribusinya sangat banyak untuk pemain yang baru akan genap 21 tahun pada 1 Juli nanti.
Garnacho hanyalah sebuah awalan dari gelombang eksodus besar-besaran MU pada musim panas. Banyak pemain lain yang dikabarkan akan segera menyusul. Kapten tim Bruno Fernandes, misalnya, sedang didekati klub Arab Saudi, Al Hilal.
Ketika ditanya tentang masa depan Garnacho dan Fernandes dalam konferensi jelang laga terakhir, Amorim tidak banyak berkomentar. ”Saya akan segera berbicara kepada para pemain, tetapi fokus saya saat ini adalah laga terakhir kami. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah itu,” ujarnya.
”Kami punya rencana. Kami siap menghadapi situasi apa pun, dengan atau tanpa Liga Champions. Kami punya gambaran tentang jenis skuad yang kami inginkan. Sekarang kami harus fokus pada pertandingan terakhir. Kami punya waktu untuk mengatasi situasi tersebut,” lanjut Amorim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/22/d1c10f82515f04a345218a0924ad6793-Spain_Soccer_Europa_League_Final_3.jpeg)
Selain skuad saat ini, MU juga bisa mendapatkan dana segar dari para pemain yang sedang dipinjamkan, seperti Marcus Rashford (Aston Villa) dan Antony (Real Betis). Kebetulan, keduanya tampil sangat impresif dalam masa peminjaman, tidak seperti ketika bersama Setan Merah.
Strategi menjual pemain beriringan dengan rencana untuk pembelian. Seperti diketahui, skuad MU sekarang bukan pemain-pemain yang dipilih oleh Amorim. Sang pelatih membutuhkan pemain baru yang cocok tampil dalam sistem andalannya, yaitu formasi tiga bek. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .