Antonio Conte bangunkan Napoli dari titik nadir demi memenangkan pacuan "scudetto” kontra Inter Milan. Romelu Lukaku ialah sosok penolong Conte dan Napoli.
24 Mei 2025 15:28 WIB · Olahraga
Menerima pinangan Napoli pada musim panas tahun lalu adalah salah satu keputusan besar bagi Antonio Conte. Ia melepas ingar bingar kota besar di Italia utara ketika berjaya bersama Juventus dan Inter Milan. Tidak ada pula rekan dekatnya yang menemani di Napoli.
Conte meraih trofi perdana bersama Juventus yang sangat dikenalnya karena telah menjadi kapten ”Si Nyonya Besar” saat masih bermain. Juru taktik kelahiran Lecce itu pun rela membelot ke Inter, rival abadi Juve, untuk memenuhi permintaan sahabatnya, Beppe Marotta, yang dikenal selama melatih Juve periode 2011-2014.
Bujukan teman karib juga yang membuat Conte rela datang pada pertengahan musim ke Tottenham Hotspur. Sosok Fabio Paratici, mantan Direktur Olahraga Spurs, yang meyakinkan Conte merasakan persaingan sengit di Liga Inggris, meski berakhir tanpa trofi.
Ketika tiba di Napoli, nama besar Conte sebagai pelatih bergaransi titel juara ibarat sudah memudar. Bintang-bintang utama Napoli memberontak dan memilih pergi dari Stadion Diego Armando Maradona dengan cara berbeda.
Victor Osimhen, penyerang terbaik Napoli dengan torehan 76 gol di 133 laga, memilih hengkang ke Galatasaray. Kemudian, Kvicha Kvaratskhelia, salah satu fenomena anyar di Liga Italia, juga memutuskan pergi dari Napoli ke Paris Saint-Germain pada musim dingin, awal 2025. Keduanya adalah sosok vital bagi ”Si Keledai Kecil” saat meraih scudetto musim 2022-2023.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/24/4592b9d6-6b76-494c-8c5a-ff94fa18e688_jpg.jpg)
Namun, Conte mendapat ”pertolongan” dari Romelu Lukaku, penyerang yang menemaninya di Inter Milan. Di bawah Conte, Lukaku kembali menemukan ketajaman dengan kontribusi gol sebanyak 24 gol yang terdiri dari 14 gol dan 10 asis.
Penyerang asal Belgia itu mencetak gol kedua Napoli ke gawang Cagliari pada laga pamungkas sekaligus final penentu juara Liga Italia 2024-2025, Sabtu (24/5/2025) dini hari WIB, di Stadion Diego Armando Maradona. Tak ayal, Lukaku berperan besar bagi scudetto keempat Napoli.
Namun, bagi pemain yang akrab disapa ”Big Rom” itu, ia hanya bagian kecil dari kesuksesan scudetto Napoli musim ini. Meskipun menghasilkan gol dan asis yang tidak bisa disaingi pemain lain, Lukaku menegaskan, dirinya sekadar menjalankan tugas sebagai pemain depan.
”Semua pemain memiliki andil untuk gelar juara ini. Kami berpikir hanya untuk tim dengan berusaha mengerahkan seluruh kemampuan terbaik,” ucap Lukaku, yang menghasilkan 78 gol dan 27 asis dalam 133 gim bersama Conte, kepada DAZN.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/54cb4de46f01d8247393ceced1acf5d1-wires_photo_8_.jpg)
Conte meneguhkan diri sebagai pelatih ketiga yang meraih lima scudetto. Ia menyamai torehan dua mantan pelatihnya di Juve, Fabio Capello dan Marcelo Lippi.
Meskipun masih tertinggal koleksi trofi juara dari Giovanni Trapattoni (7 scudetto) dan Massimiliano Allegri (6), Conte adalah juru taktik pertama yang memenangi Liga Italia dengan tiga klub berbeda.
Dalam keberhasilan bersama tiga tim yang saling membenci itu, Conte memiliki benang merah sama. Ia menuntut setiap individu di dalam skuadnya menunjukkan energi troppo alto alias sangat tinggi. Meski tampil bersemangat, Napoli adalah tim paling fair play di Liga Italia musim ini karena menerima kartu kuning terminim dan tanpa mendapatkan kartu merah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/24/7e519145-9ed7-43fd-bd38-c83fabaa90dc_png.png)
Di sisi lain, Conte juga selalu mengedepankan pertahanan di atas segalanya. Tipikal pelatih asal Italia. Napoli hanya kemasukan 27 gol dari 34 gim musim ini. Itu adalah catatan pertahanan terbaik selama kampanye kompetisi 2024-2025.
Penguatan pertahanan itu digagas Conte dengan mendatangkan bek tengah, Alessandro Buongiorno, asal Torino. Ia juga merekrut gelandang bertahan dari Brighton & Hove Albion, Billy Gilmour.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/585b2a2c5fd429f3304fc56b728c6539-wires_photo_7_.jpg)
Keduanya ibarat pelengkap dari partikel rencana permainan Conte. Buongiorno membentuk duet bek tengah tangguh bersama Amir Rrahmani. Adapun Gilmour dibentuk menjadi deep-lying playmaker di jantung permainan ”Si Keledai Kecil”.
Kehadiran Gilmour membantu Frank Anguissa dan Scott McTominay bisa lebih leluasa membantu serangan. Gilmour pun menunjukan peran pemain Napoli yang sama besarnya. Ia mampu menjalankan peran pengganti yang baik ketika Stanislav Lobotka menderita cedera di pengujung musim ini.
Mathias Olivera juga silih berganti dengan Buongiorno yang mengalami masalah kebugaran pada bulan Mei ini. Juan Jesus dan Rafa Marin adalah pelapis bek tengah yang menjalankan peran dengan baik ketika diberi kepercayaan tampil.
Kepergian Kvaratskhelia tidak memusingkan Conte. Ia percaya penuh kepada pemain yang sudah dimilikinya, seperti David Neres dan Giacomo Raspadori.
”Membuka musim dengan 0-0 menghadapi Modena di Coppa Italia dan kalah, 0-3, dari Verona di Serie A, lalu bisa merayakan scudetto, ini sangat luar biasa,” ujar Conte dilansir Corrire dello Sport.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/30/1d53e1f5-7f8d-4689-9a70-ac42172c1435_jpg.jpg)
”Saya ulangi, meraih juara bukan situasi mudah di Italia. Sebab, kami tidak berada di dalam klub yang secara sistematis bermain untuk meraih gelar sejak permulaan musim,” tambahnya.
Arrigo Sacchi, pelatih legendaris Italia, angkat topi dengan keberhasilan Conte memberikan scudetto untuk Napoli. Menurut Sacchi, Conte mampu membentuk tim yang diisi pemain dengan kemauan berjuang, kerja keras, dan hasrat menang yang sama.
”Di Napoli, dia (Conte) mampu membangun tim dari puing-puing kegagalan musim lalu, meyakinkan kembali tim tentang kekuatan mereka. Saya yakin tanpa Conte gelar juara ini tidak akan didapatkan Napoli,” tutur Sacchi kepada La Gazetta dello Sport.
Conte membangkitkan skuad Napoli setelah tercabik-cabik akibat kalah dalam peperangan untuk mempertahankan scudetto pada musim lalu. Ia berjuang dalam kesunyian di tengah lingkungan yang belum dikenalnya hingga akhirnya bisa berdiri tegak di puncak Gunung Vesuvius, dataran tertinggi di Napoli.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase