Manchester City berhasil keluar sementara dari krisis usai mengalahkan Leicester City. Namun, kemenangan itu justru tak sepenuhnya menghapus gulana Guardiola.
30 Des 2024 08:41 WIB · Olahraga
LEICESTER, MINGGU — Manchester City melanjutkan dominasinya atas Leicester City dengan menang 2-0 di Stadion King Power, Minggu (29/12/2024) malam WIB. Kemenangan ini tergolong langka bagi City yang sekaligus memberikan mereka jalan keluar sementara dari krisis. Meski kembali ke jalur kemenangan, Manajer City Pep Guardiola tidak sepenuhnya bisa tenang.
Kemenangan yang bagus. Penting untuk selalu melihat ke depan setelah hasil-hasil buruk.
Setelah hanya mampu menciptakan satu kemenangan dari 13 laga terakhir, para pemain City akhirnya kembali mendapatkan kepercayaan dirinya. Walau sedang dalam tren buruk, City lebih difavoritkan menang atas Leicester. City membukukan rekor pertemuan yang begitu superior atas Leicester. Dalam 13 pertemuan terakhir, ”The Citizens” meraih 11 kemenangan.
Gol pemain sayap Savinho pada menit ke-21 dan penyerang Erling Haaland pada menit ke-74 mempertegas dominasi City. Kemenangan 2-0 di Stadion King Power tergolong langka bagi serdadu Guardiola. Ini karena untuk pertama kalinya sejak Oktober, mereka akhirnya bisa kembali mencetak kemenangan tandang.
”Kemenangan yang bagus. Penting untuk selalu melihat ke depan setelah hasil-hasil buruk. Sekarang memasuki Tahun Baru, kami bisa beristirahat sejenak dan kemudian beraksi lagi,” ujar Haaland.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/30/a0cc608ba742734d2d7704f10f653266-AFP_36RQ4M3.jpg)
Setelah dirundung mendung selama beberapa pekan belakangan, cahaya akhirnya menyapa City, terutama Haaland. Ia begitu lega bisa kembali membantu timnya meraih kemenangan. Setelah mengawali musim dengan cemerlang berkat koleksi 10 gol dalam lima laga awal, keran golnya sempat mengering seiring performa buruk City. Pada laga sebelumnya menghadapi Everton, Haaland bahkan gagal mengoptimalkan eksekusi penalti untuk membawa City unggul.
Kali ini ceritanya berbeda. Penyerang tim nasional Norwegia itu perlahan menemukan kembali sentuhannya. Sepanjang pertandingan, Haaland melepaskan enam tembakan dan mengkreasikan dua peluang. Pergerakannya begitu cair di lini depan. Beberapa kali ia sukses melepaskan diri dari pengawalan bek Leicester yang satu di antaranya berujung gol hasil memanfaatkan umpan matang Savinho.
Perasaan istimewa juga dirasakan Savinho yang mencetak satu gol dan asis di laga ini. Semenjak didatangkan City pada musim ini, Savinho belum pernah mencetak gol. Gol ke gawang Leicester menjadi yang pertamana bagi Savinho untuk City.
”Saya tahu ini (mencetak gol pertama) merupakan penantian yang lama. Maka dari itu, saya sangat senang akhirnya bisa mencetak gol. Syukurlah saya bisa membantu tim meraih kemenangan lagi berkat gol serta asis dari saya,” kata Savinho.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/30/cea16d7894e7ad42d4323ca74a804655-AFP_36RQ6BA.jpg)
Berbeda dengan Haaland dan Savinho yang bersukacita, gulana justru masih dirasakan Guardiola. Walau telah kembali ke jalur kemenangan, Guardiola mengatakan permainan City masih belum maksimal. Dia bahkan mengakui Leicester bermain lebih baik dan pantas menang. Beruntung tuan rumah gagal memanfaatkan tiga peluang emas.
Penyerang veteran Leicester, Jamie Vardy, sempat mendapatkan dua peluang emas tetapi bisa digagalkan kiper City, Stefan Ortega. Hal ini ironis mengingat Vardy merupakan salah satu pemain yang paling sering membobol gawang City dengan sembilan gol, di bawah Mohamed Salah (12 gol).
”Ini bukan penampilan yang ideal, melainkan kemenangan ini sangat penting. Kami selalu kesulitan. Ini bukan hal yang menyenangkan, ini hanya kelegaan saat ini. Itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaan yang kita miliki dalam diri kita semua,” ujar Guadiola.
Guardiola, secara terbuka, mengakui City tidak punya peluang memenangi Liga Inggris musim ini. Kemenangan atas Leicester memang membuat City naik ke peringkat kelima klasemen sementara. Namun, selisih poin mereka dengan Liverpool di puncak sudah tergolong jauh, yaitu 14 poin. Adapun Liverpool terus konsisten meraih kemenangan dan memainkan satu laga lebih sedikit dari City.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/30/cfedca6229aae00b412f948056c647f7-90b87eea33ef4d67b287199223fc73a0_0_2d392873309f4eee8f274017c4cf74d2.jpg)
”Kami akui bahwa peluang itu (menjuarai Liga Inggris) sudah tidak ada lagi, tetapi kami punya hal lain yang harus diperjuangkan. Piala FA lalu posisi empat besar. Memenangi pertandingan akan sangat membantu,” katanya.
Guardiola menyebut badai cedera menjadi penyebab penurunan performa City. Untuk itu, ia mengatakan membutuhkan bala bantuan pada bursa transfer musim dingin Januari mendatang. Namun, Guardiola tidak mengungkapkan butuh pemain baru pada pos mana saja. Besar kemungkinan prioritas utama Pep adalah mencari pelapis maestro lini tengah, Rodri, yang jadi nyawa permainan City. (AFP)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan