Kebijakan "work from anywhere" bagi ASN dan pegawai BUMN membuat arus mudik Lebaran dapat dimulai lebih awal.
21 Mar 2025 14:57 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Perhubungan memprediksi gelombang arus mudik Lebaran 2025 akan dimulai pada Jumat (21/3/2025) malam. Mudik lebih awal ini merupakan imbas dari kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere bagi aparatur sipil negara dan pegawai badan usaha milik negara.
”Kami memprediksi Jumat ini atau nanti malam itu mungkin akan terjadi peningkatan dari masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi seusai membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Jumat (21/3/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/18/2961334c-4cb4-4d6b-931b-0be2ecabec21_jpeg.jpeg)
Ia memprediksi sebagian besar pemudik yang mulai pulang kampung lebih awal merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapatkan izin bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA). Kebijakan yang berlaku pada Senin-Kamis (24-27/3/2025) bertujuan agar pemudik tidak menumpuk pada beberapa hari menjelang Lebaran.
Para ASN dan pegawai BUMN diharapkan mengoptimalkan kebijakan yang diberikan pemerintah tersebut. Dengan demikian, tidak terjadi penumpukan saat puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada Jumat-Minggu (28-30/3/2025).
Adapun Kemenhub memprediksi potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun ini mencapai 146,48 juta jiwa atau sekitar 52 persen dari total penduduk Indonesia. Mobil pribadi masih menjadi kendaraan pilihan utama pemudik, yakni 33,69 juta orang (23 persen), diikuti bus 24,76 juta (16,9 persen), kereta api 23,58 juta (16,1 persen), pesawat 19,77 juta (13,5 persen), dan sepeda motor 12,74 juta (8,7 persen).
Pemerintah juga telah menyiapkan sarana dan prasarana transportasi umum yang memadai demi kelancaran arus mudik. Ada 30.451 bus, 772 kapal laut, 404 pesawat, dan 2.550 perjalanan kereta api yang siap digunakan oleh para pemudik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/21/b8a42f4e-0482-4fb3-8815-40a66eeed68f_jpg.jpg)
Dudy mengimbau masyarakat yang ingin mudik agar menggunakan moda transportasi yang resmi agar perjalanan menjadi aman dan nyaman. Mudik dengan sepeda motor dan travel gelap yang sering kali muncul saat mudik Lebaran rentan terjadi kecelakaan. Sebab, kendaraan yang digunakan belum memenuhi standar keselamatan dan sering kali melebihi kapasitas.
”Penggunaan travel gelap atau angkutan-angkutan yang tidak terdaftar itu nantinya akan merugikan para pemudik sendiri,” ucapnya.
Di sisi lain, lanjutnya, sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti contra flow, one way, sistem ganjil-genap di Tol Trans Jawa, serta sistem penundaan kendaraan (delaying system) di Tol Tangerang-Merak, sudah dipersiapkan. Namun, implementasinya akan disesuaikan dengan situasi lapangan.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan oleh beberapa instansi pemerintah. Namun, kuota mudik gratis yang disediakan Kemenhub ke 31 kota tujuan mudik dengan angkutan jalan, laut, dan kereta api sudah habis. Masyarakat bisa mencari kuota mudik gratis lainnya dari instansi atau perusahaan swasta lain yang masih tersedia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/04/29/6fbcb1b4-995d-4e55-9e00-078550329bd1_jpg.jpg)
Secara terpisah, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryo Nugroho seusai melepas Tim Mudik Gesit Kompas Gramedia di Menara Kompas, Jakarta, mengungkapkan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Menurut rencana, kepolisian akan menerapkan contra flow satu lajur di Tol Jakarta-Cikampek apabila volume kendaraan dan kapasitas jalan dalam satu waktu tertentu (V/C ratio) di Kilometer 50 sudah mencapai angka 5.500. Kebijakan contra flow bahkan akan ditingkatkan menjadi 2 lajur jika V/C ratio mencapai 6.400.
Sementara rekayasa lalu lintas satu arah atau one way dari gerbang Tol Cikampek Utama hingga gerbang Tol Kalikangkung, Semarang akan diterapkan jika V/C ratio kendaraan di Tol Cikopo-Palimanan sudah mencapai angka 6.200.
Agus berpesan agar pemudik memastikan kondisi kendaraan pribadinya laik jalan, pengemudinya fit, memperhitungkan ketersediaan bahan bakar, serta merencanakan tempat istirahat dengan baik.
Oleh karena itu, Agus meminta masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak berhenti istirahat di bahu jalan tol. Apabila tempat istirahat penuh, pemudik bisa keluar tol mencari tempat istirahat terdekat.
”Di rest area itu biasanya tidak menampung, jadi pemudik silakan istirahat atau kuliner di luar tol lalu kembali lagi agar mudik tetap aman dan nyaman,” kata Agus.
Tak lupa, Agus berpesan agar pemudik memastikan kondisi kendaraan pribadinya laik jalan, pengemudinya fit, memperhitungkan ketersediaan bahan bakar, serta merencanakan tempat istirahat dengan baik.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani, menyampaikan, Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kantor Kemenhub akan dibuka pada 21 Maret hingga 11 April 2025 selama 24 jam dengan dua shift kerja, yakni pukul 08.00-20.00 dan 20.00-08.00. Posko ini mencakup sejumlah informasi lalu lintas darat, laut, dan udara dari TNI-Polri dan pengelola jalan tol, pelabuhan penyeberangan, perkeretaapian, serta bandara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/21/1b8360a8-f879-413c-b6d7-70674f01325e_jpeg.jpg)
Selain itu, informasi cuaca dan kebencanaan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB); dan Badan SAR Nasional (BASARNAS); serta informasi pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan informasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tersedia di posko ini.
”Posko ini menjadi ajang bersinergi dan berkolaborasi melayani masyarakat dalam melaksanakan angkutan Lebaran,” kata Ahmad.
Kemenhub meminta para petugas dan aparat yang berjaga di Posko Pusat Angkutan Lebaran kali ini selalu siap dengan berbagai langkah antisipatif, namun tetap humanis terhadap segala potensi dan dinamika transportasi yang ada. Petugas harus memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat yang dapat diandalkan.
Penulis:
Stephanus AranditioEditor:
Iqbal BasyariPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari