Apa saja kuliner yang dapat dinikmati pemudik di ”rest area” sepanjang Tol Trans-Jawa?
19 Mar 2025 15:14 WIB · Nusantara
Para pemudik yang menempuh perjalanan panjang ke kampung halaman tidak perlu khawatir kelaparan di tengah jalan. Beragam pilihan makanan, mulai dari makanan tradisional, cepat saji, kopi, hingga buah-buahan, siap disantap di berbagai tempat istirahat (rest area) Tol Trans-Jawa.
Berbagai makanan itu ditemukan tim Kompas saat mengecek jalur mudik Jakarta menuju Surabaya melalui Tol Trans-Jawa, Rabu (12/3/2025). Kompas menyempatkan mampir ke sejumlah rest area untuk mencicipi beberapa kuliner istimewa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/18/2961334c-4cb4-4d6b-931b-0be2ecabec21_jpeg.jpeg)
Selepas meninggalkan Jakarta, kami berhenti di Rest Area Km 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dari lokasi awal di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat, untuk tiba di salah satu tempat istirahat favorit para pemudik itu.
Lokasinya sangat strategis karena menjadi titik awal perjalanan di Tol Trans-Jawa. Jaraknya hanya sekitar 10 kilometer setelah melintasi ujung Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Ruas Cikunir-Karawang Barat atau Jalan Tol Sheikh Mohammed bin Zayed.
Kuliner di tempat istirahat ini bisa menjadi alternatif ketika pemudik belum mengisi perut sebelum perjalanan. Sebab, alternatif makanan yang ditawarkan cukup lengkap. Ada sejumlah makanan cepat saji alias fast food, seperti McDonald’s, Subway, dan KFC. Harga makanan di restoran waralaba itu tentu sama dengan di tempat-tempat lain, termasuk yang berada di luar jalan tol.
Rest Area Km 57A juga bisa menjadi surga kuliner pagi penikmat soto. Pantauan Kompas, ada Soto Mie Pak Kadir Asli Bogor, Soto Sedap Boyolali, Soto Madura Wawan, hingga Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli Surabaya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/64116652-8610-43da-a429-015e574df35b_jpg.jpg)
Namun, jika kita hanya ingin ”nyemil”, banyak kudapan tersedia di rest area ini. Misalnya, siomai, batagor, dan tahu sumedang. Bagaimana dengan harganya? Untuk tahu sumedang, misalnya, bisa dibeli dengan harga Rp 25.000 per 10 tahu.
Sementara untuk pemudik yang kehausan, ada warung hingga restoran yang menjajakan minuman. Mulai dari Starbucks, Kopi Kenangan, hingga kopi gelas yang dijual pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di beberapa tempat istirahat sepanjang Tol Trans-Jawa, pemudik juga dapat menjajal nikmatnya empal gentong tanpa harus keluar tol menuju Cirebon. Setidaknya, ada empat tempat istirahat yang menjajakan empal gentong H Irwan, mulai dari Rest Area Km 164A hingga Km 319A.
Setelah selesai mengisi perut di Rest Area Km 57A, kami melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Sekitar pukul 18.05 WIB, kami tiba di Rest Area Km 456A atau dikenal sebagai Rest Area Pendopo di Salatiga, Jawa Tengah. Di tempat istirahat tersebut, pemudik dapat menjajal kuliner di dua sisi jalan karena terdapat fasilitas jembatan yang menghubungkan kedua lokasi.
Kami pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di sana untuk menjajal makanan. Ada beragam makanan tersedia, mulai dari rumah makan berjejaring hingga UMKM lokal.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/16/0a98b089-c47d-493a-9b35-0c956d06eef5_jpg.jpg)
Kami pun memilih untuk membeli makanan dari UMKM yang terletak di pujasera sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat lokal. Sepiring pecel ayam seharga Rp 35.000 tersaji di meja dan langsung masuk ke perut yang kelaparan setelah berpuasa sehari penuh.
Tak hanya nasi pecel, beberapa menu makanan nusantara juga tersedia, antara lain nasi gudeg, nasi goreng, soto, sate, serta masakan olahan bebek dan kambing. Kemudian, ada camilan lokal, seperti tahu dan tempe goreng hingga leker. Tak ketinggalan, minuman khas nusantara, seperti cendol, es teler, aneka kopi dan teh, hingga wedang ronde atau jahe, siap memanjakan lidah pemudik.
Berburu durian
Tak cukup sampai di sana, salah satu sudut Rest Area Km 456B ini ternyata juga menawarkan pengalaman makan durian. Lokasi itu barangkali bisa menjadi pilihan pemudik yang juga pencinta durian.
Seperti yang tampak di lapak durian milik Muhlis Wijaya (35). Terdapat puluhan durian tersusun di atas meja. Sebagian juga digantung. Tak hanya itu, beragam makanan dari olahan durian juga menggugah selera. Olahannya mulai dari es dawet durian, es ketan durian, es jus durian, es teler durian, es krim durian, hingga pancake durian.
”Durian ini dari Salatiga,” ucap Muhlis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/19/6ce2c54ab0010073eaf0810666a3340f-20250312_194753.jpg)
Menurut Muhlis, durian Salatiga masuk kategori terbaik dan premium. Durian-durian itu dari petani-petani yang ada di Salatiga. Per buah durian itu dijual mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 250.000.
Muhlis berjualan durian di rest area itu setiap hari. Bahkan, hingga masa mudik Lebaran nanti, dia juga masih akan berjualan durian.
Sistem satu arah
Para pemudik yang penasaran dengan kuliner rest area pun tak perlu khawatir jika target buruan makanan berada di sisi kanan atau arah balik ke Jakarta. Sebab, pada puncak arus mudik Lebaran, pemerintah akan menerapkan sistem satu arah dari Gerbang Tol Cikarang Utama Km 70 hingga Gerbang Tol Kalikangkung di Km 414, Semarang, Jawa Tengah.
Daripada bermacet-macetan, lebih baik mengisi energi dulu di rest area kami. Kalau dari arah Jakarta, pemudik bisa ambil posisi paling kanan saat pemberlakuan sistem one way.
Dengan demikian, pemudik dapat mengambil sisi kanan jika ingin berburu makanan di tempat istirahat di jalur balik. Salah satu yang perlu dijajal adalah kuliner di ”Surga UMKM” yang terletak di Rest Area Heritage Km 260B Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah.
Lokasi itu dulunya merupakan pabrik gula yang berdiri pada 1908. Namun, pada 2019, cagar budaya itu disulap menjadi tempat istirahat karena lokasinya berada persis di sisi jalan tol. Adapun pengelola dari tempat istirahat itu adalah PT PP Sinergi Banjaratma.
Saat memasuki tempat istirahat itu, pemudik langsung dimanjakan dengan beragam stan kuliner dan oleh-oleh yang dijajakan pelaku UMKM. Pandangan kami pun tertuju pada olahan kambing, mengingat daerah itu terkenal dengan kuliner kambing muda yang susah untuk diabaikan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/19/30b26801fc5c4aff56198387b1e9f4cf-IMG_5145.jpeg)
Rasa lapar kami pun tertambat di Rumah Makan Kusuma Rasa yang menawarkan sejumlah menu, mulai dari sate kambing, sate maranggi, hingga garang asem. Harga pada menu di rumah makan itu berkisar Rp 35.000-Rp 70.000 per porsi.
Kompas pun mencoba mencicipi salah satu menu, yaitu sate kambing. Nikmatnya sate kambing yang disajikan bersama kecap serta dibubuhi irisan bawang merah dan cabai cukup bisa menghalau rasa lapar dalam perjalanan panjang.
Kuliner olahan kambing itu bukanlah satu-satunya kuliner di rest area tersebut. Rumah makan lainnya juga bersiap menyegarkan pengunjung dengan asam-asam iga, bakso, hingga tongseng tatkala Anda beristirahat di Rest Area Heritage Km 260B Banjaratma.
”Daripada bermacet-macetan, lebih baik mengisi energi dulu di rest area kami. Kalau dari arah Jakarta, pemudik bisa ambil posisi paling kanan saat pemberlakuan sistem one way,” ujar Direktur Utama PP Sinergi Banjaratma Dina Yunanda.
Penulis:
Nikolaus Harbowo, Emanuel Edi Saputra, Stephanus AranditioEditor:
Iqbal Basyari