Di Pulau Sarangani, Filipina, muncul daratan baru akibat dasar laut yang terangkat akibat gempa beberapa waktu lalu.
20 Jun 2026 13:16 WIB · Internasional
AFP/Ferdinandh Cabrera
Arsenio Butil Jr berlutut dan mulai berdoa ketika gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,8 mulai mengguncang. Gempa dahsyat itu mengguncang kawasan tempat tinggalnya pada Senin (8/6/2026). Saat membuka matanya, ia melihat garis pantai yang dulunya familiar berubah.
Di hadapannya muncul hamparan terumbu karang yang sebelumnya terendam. Dasar pantai itu tiba-tiba muncul di atas permukaan air. Gempa bumi yang dipicu oleh pergeseran Palung Cotabato di dekatnya telah meruntuhkan banyak bangunan, memicu tanah longsor, dan menewaskan sedikitnya 76 orang di Pulau Mindanao bagian selatan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/19/11d403e2-883b-4231-8d56-3b7f45f88390_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/19/7e23c6e1-71e3-42f6-8ed7-edc40657378f_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/19/b628bf69-32e6-4c65-9667-8a2974b41d49_jpg.jpg)
Sebuah bangunan rusak setelah gempa bumi di General Santos, Filipina, Senin (8/6/2026). AP/MANMAN DEJETO
Foto udara menunjukkan daratan baru akibat pengangkatan pesisir setelah gempa bumi di sepanjang Suaka Laut Pangyan di Glan, Sarangani, Filipina. (AFP/FERDINANDH CABRERA)
Warga berjalan di daratan baru yang terbentuk setelah pengangkatan pantai akibat gempa bumi di sepanjang Suaka Laut Pangyan di Glan, Sarangani. (AFP/FERDINANDH CABRERA)
Gaya tektonik yang bekerja juga mendorong sebagian garis pantai pulau itu naik ke atas. Fenomena ini dikenal sebagai ”pengangkatan pantai”. bentangan pantai baru bahkan tidak dapat dikenali lagi oleh keluarga yang telah menghabiskan seluruh hidup mereka di sana.
Sepekan setelah gempa, perahu-perahu nelayan yang dulunya berada di air kini berada di sisi yang berbeda. Daratan dari dinding karang bergerigi yang kini telah mati muncul dan membentang sejauh beberapa kilometer.
Butil Jr, seorang nelayan dan pendeta yang tinggal di Glan, Provinsi Sarangani, mengatakan, gempa 8 Juni adalah gempa terbesar yang pernah ia rasakan. ”Orang-orang sangat panik,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/620f7bf7-93de-4a68-96aa-a9882fcd8d13.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/7e23a081-e29e-48a1-95de-d1ae70dd8ae9.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/9c4a2344-18c1-4480-9488-ea5c210ee1cb.jpg)
Butil Jr menyaksikan garis pantai yang surut airnya. Setelah beberapa saat, ia kembali melihat air perlahan naik kembali dan kemudian surut lagi. ”Ini berlangsung tiga hingga empat kali,” tuturnya. ”Ikan-ikan itu sekarat dan mengapung.”
Palung Cotabato, yang terletak hanya sekitar 50 kilometer dari Mindanao, merupakan lokasi aktivitas seismik yang sering terjadi. Sejak bulan Januari telah tercatat ribuan gempa kecil.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/6e6a61d5-1c74-45b2-8d2b-dfeda24c5251.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/cc9593b3-bb0a-4dd9-b552-3c5bb292fbc0.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/699752e1-b6c9-43fa-a529-98cd886c036c.jpg)
Bekas dasar laut setelah pengangkatan pesisir akibat gempa di sepanjang Suaka Laut Pangyan di Glan, Sarangani, Kamis (18/6/2026). AFP/FERDINANDH CABRERA
Foto ini diambil pada Kamis (18/6/2026), menunjukkan karang yang terlihat setelah pengangkatan pesisir karena gempa bumi di sepanjang Suaka Laut Pangyan di Glan, Sarangani. (AFP/FERDINANDH CABRERA)
Seorang penduduk berjalan melewati puing-puing rumah yang rusak setelah gempa bumi di General Santos, Filipina Selasa (9/6/2026). (AP/BASILIO SEPE)
”Apa yang mereka lihat sekarang adalah garis pantai baru mereka,” kata Nane Danlag dari pusat seismologi Filipina dari kantornya di kota General Santos. Ia menambahkan, perubahan itu bersifat permanen.
Ia menjelaskan, dari pengamatannya, dasar laut naik hingga 2 meter. Ini menyebabkan garis pantai bertambah lebar sepanjang 200 meter di beberapa tempat. ”Ini adalah pergerakan alami dan telah berlangsung selama ribuan tahun,” katanya.
Penduduk di daerah itu sampai saat ini masih mengungsi ke perbukitan. Namun, beberapa orang di antaranya telah siap membangun kembali tempat tinggalnya yang rusak.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/fdbdd1aa-298c-4a2c-8af2-a9bffcf4c5b7.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/93956b3b-2420-417e-93c7-5cd65a8016dd.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/de87ca4e-9cf4-45f6-bd59-9fa5fae57b60.jpg)
Selain merobohkan bangunan, gempa berkekuatan M 7,8 yang terjadi di lepas pantai Mindanao juga memicu tanah longsor di pulau itu. Gempa juga memicu peringatan tsunami di seluruh wilayah Filipina dan negara-negara disekitarnya.
Saat terjadi gempa, Provinsi Sarangani terdampak paling parah, banyak jalan yang terblokade karena perbukitan yang longsor dan batu-batu besar menutupi jalan. Helikopter digunakan untuk mengevakuasi korban.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/67ec1e5c-b30f-4316-a543-1e7d4c945b21.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/97f7f0b6-7eb2-4f98-93ae-f7927c87beea.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/19/89d9127b-621b-40bc-950d-121634343d79.jpg)
Petugas membawa anjing saat melakukan operasi SAR di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bermagnitudo 7,8 di kota General Santos, Filipina, Selasa (9/6/2026). AFP/JAM STA ROSA
Foto udara daratan yang terbentuk akibat pengangkatan pesisir setelah gempa bumi di sepanjang Suaka Laut Pangyan di Glan, Sarangani. (AFP/FERDINANDH CABRERA)
Sebuah bangunan rusak setelah gempa bumi di General Santos, Filipina, Senin (8/6/2026). (AP/MANMAN DEJETO)
Kini daerah itu mulai terbuka seiring pembersihan sisa-sisa longsoran di jalanan. Namun, helikopter masih dipegunakan untuk mengirim makanan dan air kepada warga yang terisolasi. Listrik di daerah itu juga mati. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan