Generasi muda di Meksiko menggalang unjuk rasa menuntut dihentikannya kekerasan dan korupsi di negara mereka.
17 Nov 2025 09:02 WIB · Internasional
AFP/ULISES RUIZ
Seorang pria mengibarkan bendera manga One Piece saat berunjuk rasa di Kota Meksiko, Sabtu (15/11/2025). Sebelumnya, ribuan orang berbaris melalui jalan-jalan Kota Meksiko memprotes kekerasan narkoba dan kebijakan keamanan pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum.
Situasi semakin panas saat seorang pemuda mengacungkan poster bertuliskan ”Keadilan” mendekati barikade polisi di Lapangan Zocalo di Kota Meksiko. Tak berselang lama, unjuk rasa berakhir dengan bentrokan. Polisi menembakkan gas air mata untuk menghalau pengunjuk rasa yang merangsek menyerang barikadenya.
Tak mau kalah, para pengunjuk rasa melempar kembali gas air mata ke arah barikade polisi. Mereka juga menyerang polisi dengan batu, kembang api, tongkat, dan rantai, serta merampas perisai dan perlengkapan polisi lainnya. Menteri Keamanan Ibu Kota, Pablo Vázquez, mengatakan, 120 orang terluka, 100 di antaranya petugas polisi. Dua puluh orang ditangkap.
Unjuk rasa berskala besar ini dimotori anak muda Meksiko yang terkait dengan gelombang protes generasi Z global serta pendukung ”Gerakan Sombrero” domestik. Gerakan ini muncul setelah pembunuhan terhadap seorang wali kota yang dikenal karena perjuangannya melawan kejahatan terorganisasi. Unjuk rasa yang diikuti beragam usia ini berkumpul di depan Istana Nasional, tempat Presiden Claudia Sheinbaum tinggal dan bekerja.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/17/15a07467-1a5f-453b-8f1c-532c3d092931_jpg.jpg)
Tahun ini, di beberapa negara, anggota kelompok demografi yang lahir antara akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2010-an telah mengorganisasi protes terhadap ketidaksetaraan, kemunduran demokrasi, dan korupsi. Protes ”Gen Z” terbesar terjadi di Nepal pada September. Dipicu pelarangan media sosial, unjuk rasa berhasil memaksa pengunduran diri perdana menteri negara tersebut.
Di Meksiko, banyak anak muda frustrasi dengan masalah sistemik, seperti korupsi dan impunitas atas kejahatan kekerasan. ”Kita butuh keamanan yang lebih baik,” kata Andres Massa, konsultan bisnis berusia 29 tahun yang membawa bendera tengkorak bajak laut yang telah menjadi simbol protes Gen Z di seluruh dunia.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum masih memiliki tingkat dukungan yang tinggi meskipun baru-baru ini terjadi pembunuhan seorang wali kota populer di Negara Bagian Michoacan. Pada hari-hari menjelang protes hari Sabtu, Sheinbaum menuduh partai-partai sayap kanan mencoba menyusup ke gerakan Gen Z, dan menggunakan bot di media sosial untuk mencoba menggalang massa.
Pawai pada Sabtu dihadiri berbagai kelompok umur dan bermacam kalangan. Sebagian besar di antaranya pendukung Wali Kota Michoacan Carlos Manzo yang baru saja terbunuh. Mereka menghadiri unjuk rasa tersebut dengan mengenakan topi jerami yang melambangkan gerakan politiknya.
”Negara ini sedang sekarat,” kata Rosa Maria Avila, pengunjuk rasa. Pernyataan itu merujuk pada pembunuhan Wali Kota Uruapan Carlos Alberto Manzo Rodríguez yang ditembak mati saat menghadiri perayaan Hari Arwah, Sabtu (1/11/2025) malam waktu setempat.
(AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto