Gen Z Beraksi di Meksiko

Generasi muda di Meksiko menggalang unjuk rasa menuntut dihentikannya kekerasan dan korupsi di negara mereka.

17 Nov 2025 09:02 WIB · Internasional

AFP/ULISES RUIZ

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Seorang pria mengibarkan bendera manga One Piece saat berunjuk rasa di Kota Meksiko, Sabtu (15/11/2025). Sebelumnya, ribuan orang berbaris melalui jalan-jalan Kota Meksiko memprotes kekerasan narkoba dan kebijakan keamanan pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum.

Situasi semakin panas saat seorang pemuda mengacungkan poster bertuliskan ”Keadilan” mendekati barikade polisi di Lapangan Zocalo di Kota Meksiko. Tak berselang lama, unjuk rasa berakhir dengan bentrokan. Polisi menembakkan gas air mata untuk menghalau pengunjuk rasa yang merangsek menyerang barikadenya. 

Suasana unjuk rasa yang diselenggarakan generasi Z di Guadalajara, Jalisco, Meksiko, pada Jumat (14/11/2025). Ribuan orang berbaris melalui jalan-jalan Kota Meksiko pada Sabtu untuk memprotes kekerasan narkoba dan kebijakan keamanan pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum.
Seorang demonstran memegang spanduk bertuliskan ”Keadilan” saat protes di Lapangan Zocalo di Kota Meksiko pada Sabtu (15/11/2025).
Ribuan pengunjuk rasa mengambil bagian dalam pawai anti-pemerintah di Kota Meksiko, Sabtu (15/11/2025).
Dua wanita melihat berkas orang hilang selama pawai yang diselenggarakan generasi Z melawan pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum di Guadalajara, Jalisco, Meksiko, pada Sabtu (15/11/2025).
Seorang pria berdiri di depan polisi antihuru-hara Meksiko saat demonstrasi melawan pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum di Lapangan Zocalo di Kota Meksiko pada Sabtu (15/11/2025).

Tak mau kalah, para pengunjuk rasa melempar kembali gas air mata ke arah barikade polisi. Mereka juga menyerang polisi dengan batu, kembang api, tongkat, dan rantai, serta merampas perisai dan perlengkapan polisi lainnya. Menteri Keamanan Ibu Kota, Pablo Vázquez, mengatakan, 120 orang terluka, 100 di antaranya petugas polisi. Dua puluh orang ditangkap.

Unjuk rasa berskala besar ini dimotori anak muda Meksiko yang terkait dengan gelombang protes generasi Z global serta pendukung ”Gerakan Sombrero” domestik. Gerakan ini muncul setelah pembunuhan terhadap seorang wali kota yang dikenal karena perjuangannya melawan kejahatan terorganisasi. Unjuk rasa yang diikuti beragam usia ini berkumpul di depan Istana Nasional, tempat Presiden Claudia Sheinbaum tinggal dan bekerja.

Seorang pria memegang bendera manga One Piece selama demonstrasi menuntut pertanggungjawaban pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum di Kota Meksiko pada 15 November 2025.

Peran global ”Gen Z”

Tahun ini, di beberapa negara, anggota kelompok demografi yang lahir antara akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2010-an telah mengorganisasi protes terhadap ketidaksetaraan, kemunduran demokrasi, dan korupsi. Protes ”Gen Z” terbesar terjadi di Nepal pada September. Dipicu pelarangan media sosial, unjuk rasa berhasil memaksa pengunduran diri perdana menteri negara tersebut. 

Di Meksiko, banyak anak muda frustrasi dengan masalah sistemik, seperti korupsi dan impunitas atas kejahatan kekerasan. ”Kita butuh keamanan yang lebih baik,” kata Andres Massa, konsultan bisnis berusia 29 tahun yang membawa bendera tengkorak bajak laut yang telah menjadi simbol protes Gen Z di seluruh dunia.

Foto udara saat demonstran berkumpul di luar Parlemen Nepal dalam protes di Kathmandu pada Senin (8/9/2025). Mereka mengecam larangan media sosial dan korupsi oleh pemerintah.
Pengunjuk rasa melemparkan foto Perdana Menteri Nepal Khadga Prasad Oli ke dalam bara api di Singha Durbar, Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025).
Seorang pengunjuk rasa mengenakan jaket antipeluru dan membawa tameng yang dirampas dari seorang polisi di Singha Durbar, Nepal, Selasa (9 /9/2025).
Pengunjuk rasa bentrok dengan personel polisi antihuru-hara saat berlangsung protes di luar parlemen di Kathmandu pada Senin (8/9/2025).
Para pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung parlemen yang dibakar dalam protes terhadap larangan media sosial dan korupsi di Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025).
Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional saat protes terhadap larangan media sosial dan korupsi di Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025).

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum masih memiliki tingkat dukungan yang tinggi meskipun baru-baru ini terjadi  pembunuhan seorang wali kota populer di Negara Bagian Michoacan. Pada hari-hari menjelang protes hari Sabtu, Sheinbaum menuduh partai-partai sayap kanan mencoba menyusup ke gerakan Gen Z, dan menggunakan bot di media sosial untuk mencoba menggalang massa.

Pawai pada Sabtu dihadiri berbagai kelompok umur dan bermacam kalangan. Sebagian besar di antaranya pendukung Wali Kota Michoacan Carlos Manzo yang baru saja terbunuh. Mereka menghadiri unjuk rasa tersebut dengan mengenakan topi jerami yang melambangkan gerakan politiknya.

Para pengunjuk rasa menyerang polisi saat pawai anti-pemerintah di Kota Meksiko, Sabtu (15/11/2025).
Para pengunjuk rasa menyerang polisi saat pawai anti-pemerintah pemuda di Kota Meksiko, Sabtu (15/11/2025).
Para demonstran merusak Istana Pemerintah Negara Bagian Jalisco selama bentrokan pada rapat umum melawan pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum di Guadalajara, Meksiko, pada Sabtu (15/11/2025).
Seorang demonstran didorong polisi saat bentrokan di Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, pada Sabtu (15/11/2025).
Seorang demonstran mengibarkan bendera manga One Piece pada rapat umum melawan pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum di Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, pada Sabtu (15/11/2025).
Seorang demonstran ditangkap petugas polisi selama bentrokan di rapat umum melawan pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum di Guadalajara, Meksiko, Sabtu (15/11/2025).
Polisi antihuru-hara Meksiko berlindung dengan perisai selama protes terhadap pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum di Lapangan Zocalo di Kota Meksiko pada Sabtu (15/11/2025).
Seorang pria melemparkan gas air mata ke atas penghalang pelindung di Istana Nasional di Lapangan Zocalo di Kota Meksiko pada Sabtu (15/11/2025).

”Negara ini sedang sekarat,” kata Rosa Maria Avila, pengunjuk rasa. Pernyataan itu merujuk pada pembunuhan Wali Kota Uruapan Carlos Alberto Manzo Rodríguez yang ditembak mati saat menghadiri perayaan Hari Arwah, Sabtu (1/11/2025) malam waktu setempat. 

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto