PIALA DUNIA 2026

Giliran Uruguay Meratapi Kesaktian Tanjung Verde

Tim debutan Tanjung Verde kembali menghadirkan kejutan di Piala Dunia 2026. Kali ini, skuad peringkat ke-67 dunia itu menahan imbang raksasa Uruguay, 2-2.

22 Jun 2026 09:41 WIB · Olahraga

AFP/CHANDAN KHANNA

Oleh Mohamad Final Daeng

MIAMI, SENIN — Tanjung Verde kembali menunjukkan kesaktiannya di Piala Dunia 2026. Setelah menahan juara dunia Spanyol pada laga pembuka, tim debutan itu kini mengimbangi raksasa Amerika Latin, Uruguay, 2-2, dalam lanjutan penyisihan Grup H di Stadion Miami, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) WIB.

Atas hasil itu, peluang Tanjung Verde melangkah ke babak 32 besar pun terbuka lebar. Pada laga terakhir, skuad negara kepulauan di barat Afrika itu akan berhadapan dengan Arab Saudi, tim yang kelasnya jauh di bawah Spanyol dan Uruguay.

Adapun skuad ”La Celeste” harus bertarung hidup-mati melawan Spanyol, tim yang pada laga sebelumnya menang telak 4-0 atas Arab Saudi. Uruguay, kolektor dua gelar Piala Dunia dan peringkat ke-16 FIFA, wajib menang dalam laga itu untuk mengamankan tiket lolos langsung sebagai juara atau runner-up grup.

Seusai laga, Pelatih Tanjung Verde Pedro Leitao Brito alias ”Bubista” memberi selamat kepada semua anggota skuad yang telah bermain dengan hati.

”Kami mengakhiri pertandingan setelah melalui banyak kesulitan dengan sejumlah pemain mengalami kram,” kata Bubista seperti dikutip laman FIFA.

Cape Verde fans react as they gather to watch their team play against Uruguay during their FIFA World Cup match in Praia on June 21, 2026. (Photo by Jose Correia / AFP)

Meski begitu, tim berperingkat ke-67 dunia itu tampil berani dan selalu mengincar peluang untuk menang. ”Kami selalu membuat perubahan dan tim kami akan terus bertanding dengan hasrat untuk menang melalui organisasi yang baik. Kami puas dengan hasil hari ini,” ujarnya.

Lubang di Tanjung Verde

Laga Uruguay kontra Tanjung Verde berlangsung menarik sejak menit awal. Pelatih Uruguay Marcelo Bielsa tampaknya menemukan lubang yang bisa dieksploitasi di pertahanan Tanjung Verde saat melawan Spanyol.

La Celeste memilih jalan menembus rapatnya lini belakang skuad debutan tersebut melalui umpan-umpan lambung dari tengah ketimbang melakukan operan kaki ke kaki, terobosan, atau tusukan lewat sayap.

Awalnya, taktik ini tak efektif. Bola dengan mudah dipatahkan bek-bek Tanjung Verde yang tampil rapi dan disiplin. Sebelum mencetak gol, Uruguay mencatatkan 9 peluang tanpa satu pun tepat sasaran. Adapun Tanjung Verde nihil peluang.

Uruguay's forward #14 Agustin Canobbio AND Cape Verde's defender #02 Stopira fight for the ball during the 2026 World Cup Group H football match between Uruguay and Cape Verde at the Miami Stadium in Miami Gardens on June 21, 2026.  (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP)

Namun, Tanjung Verde justru bisa mencuri gol pertama pada menit ke-21. Gol ini bermula dari tendangan bebas yang diberikan wasit Espen Espas asal Norwegia setelah akselerasi gelandang Telmo Arcanjo saat transisi dihentikan paksa bek Uruguay, Rodrigo Bentancur.

Kevin Pina yang mengambil tendangan bebas itu pun makbul melesakkan gol pertama Tanjung Verde di Piala Dunia. Bola hasil tembakan pemain klub Rusia, FC Krasnodar, dari jarak sekitar 30 meter itu membelah tembok dua pemain Uruguay. Bola melejit ke tiang kiri jauh gawang, tak bisa dijangkau kiper Fernando Muslera.

Setelah jeda minum, situasi berubah. Uruguay mampu membalik keadaan menjadi 2-1 melalui gol Maxi Araujo pada menit ke-44 dan Agustin Canobbio pada menit ke-51.

Kedua gol Uruguay itu lahir dari pola serangan yang sama, yakni umpan lambung ke dalam kotak penalti melalui lini kedua. Pembedanya kali ini hanyalah kesalahan barisan belakang Tanjung Verde yang berujung fatal.

Uruguay's forward #14 Agustin Canobbio celebrates after scoring his team's second goal with teammate midfielder #20 Maximiliano Araujo during the 2026 World Cup Group H football match between Uruguay and Cape Verde at the Miami Stadium in Miami Gardens on June 21, 2026.  (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP)

Gol Araujo, misalnya, memanfaatkan kemelut di depan gawang Vozinha. Berawal dari umpan lambung ke kotak penalti Tanjung Verde, bola yang berupaya dihalau bek Sidny Lopes Cabral malah mengarah ke gawang sendiri.

Bola kemudian membentur tiang kiri dan meluncur ke arah Araujo. Penyerang Sporting Lisabon yang berdiri di mulut gawang itu pun leluasa menyambarnya dengan kepala ke dalam jala Vozinha, kiper Tanjung Verde yang penampilannya hari ini menurun ketimbang saat melawan Spanyol.

Gol kedua disusun lewat skema umpan lambung Manuel Ugarte dari sepertiga pertahanan Tanjung Verde ke dalam kotak penalti. Bola disambut sundulan pendek Araujo ke Canobbio yang berdiri bebas tanpa kawalan di depan gawang. Dengan satu sontekan langsung kaki kanan, dia menjebol gawang Tanjung Verde.

Di babak kedua, skuad ”Hiu Biru” memutuskan tampil agresif. Sejumlah rotasi pun dilakukan Bubista di lini serangnya, termasuk memasukkan Helio Varela menggantikan Garry Rodrigues.

Cape Verde's forward #26 Helio Varela celebrates with teammates after scoring his team's second goal during the 2026 World Cup Group H football match between Uruguay and Cape Verde at the Miami Stadium in Miami Gardens on June 21, 2026.  (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP)

Hasilnya langsung berbuah manis. Varela yang baru 136 detik menginjakkan kaki di lapangan mencetak gol penyama kedudukan lewat sentuhan pertamanya pada menit ke-61. Kali ini, giliran Tanjung Verde yang memanfaatkan kesalahan barisan belakang La Celeste.

Bermula saat bek Uruguay, Mathias Olivera, berupaya mengoper dari sisi kiri ke tengah. Bola tanggung itu dipotong Varela sebelum sampai ke kiper Muslera yang keluar terlalu jauh dari sarangnya. Dengan sekali kontrol, Varela pun bebas menceploskan bola ke gawang kosong.

Quote

Faktor yang menentukan dari hasil ini adalah kami membiarkan intensitas kami anjlok.

Seusai gol itu, Uruguay kembali meningkatkan serangan. Pada menit ke-68, mereka mencetak gol, lagi-lagi melalui kemelut di mulut gawang akibat Vozinha tak bersih menghalau bola. Beruntung, wasit mengangkat bendera tanda offside yang kemudian diperkuat tinjauan asisten wasit video (VAR).

Pada 15 menit akhir laga, kedua tim itu bermain terbuka dan saling menyerang. Uruguay menggempur dari berbagai sudut. Namun, sejumlah peluang emas yang diperoleh Canobbio dan bintang Real Madrid, Federico Valverde, gagal menembus gawang.

Uruguay's Federico Valverde , bottom, reacts during the World Cup Group H soccer match against Cape Verde in Miami Gardens, Fla., Sunday, June 21, 2026. (AP Photo/Marta Lavandier)

Sebaliknya, Tanjung Verde juga memiliki sejumlah peluang emas. Namun, hingga wasit meniup peluit akhir, skor 2-2 tetap tak berubah.

Di babak kedua ini, FIFA mencatat skuad Hiu Biru menghasilkan 12 upaya gol berbanding 17 milik Uruguay. Namun, peluang yang diciptakan Tanjung Verde lebih banyak menemui sasaran ketimbang Uruguay, yakni 4 berbanding 2.

Pelatih Uruguay Marcelo Bielsa mengatakan, ketika timnya bertahan dengan baik, pemainnya bisa mengungguli lawan. Namun, ketika kendali permainan itu hilang, lawan bisa memaksimalkan celah dengan sangat baik.

”Faktor yang menentukan dari hasil ini adalah kami membiarkan intensitas kami anjlok. Itu seharusnya tidak terjadi,” tutur Bielsa.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan