LIGA CHAMPIONS EROPA

Golazo, ”Mono”, dan Palagan Anti-Rasialisme Vinicius Junior

Sebuah gol indah Vinicius Junior cukup bagi Real Madrid membawa pulang kemenangan dari kandang Benfica. Laga sengit di Da Luz tercoreng tindakan rasisme.

18 Feb 2026 08:01 WIB · Olahraga

AFP/FILIPE AMORIM

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LISABON, RABU — Vinicius Junior, nama yang layak selalu dikenang oleh Real Madrid. Terlepas dari permainan mengagumkan di atas lapangan, Vinicius adalah simbol dari perjuangan untuk melepaskan sepak bola dari rasialisme. Di Stadion Da Luz, Lisabon, Portugal, Rabu (18/2/2026) WIB, hati bintang timnas Brasil itu gembira sekaligus berduka.

Ketika dunia modern telah memasuki abad ke-21, diskriminasi terhadap warna kulit masih mengemuka di sepak bola. Vinicius adalah korban rutin sekaligus advokat utama untuk menghapus rasisme dari lapangan hijau.

Ia mengalami itu di Stadion Da Luz seusai menciptakan gol indah alias golazo ke gawang Benfica pada laga pertama playoff babak 16 besar Liga Champions Eropa.

”Apa yang terjadi kepada saya ini bukan hal baru. Saya tidak suka kejadian seperti ini. Dengan kemenangan besar ini, seharusnya yang menjadi berita utama adalah Real Madrid,” ujar Vinicius, dilansir Sport.

Sepakan kaki kanan nan melengkung dari sudut kanan kotak penalti tim tuan rumah mengantarkan bola ke sudut atas gawang Benfica. Momen yang tercipta pada menit ke-50 itu memastikan kemenangan Real.

Statistik laga pertemuan pertama "playoff" babak 16 besar Liga Champions Eropa di Stadion Da Luz, Lisabon, Portugal, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

”Los Blancos” akhirnya mampu meraih kemenangan di kandang Benfica setelah dua lawatan sebelumnya berakhir dengan kekalahan, termasuk laga pamungkas fase grup pada Januari lalu.

Namun, gol itu tidak sekadar melepas tekanan untuk kubu Real. Golazo dari Vinicius justru membuka masalah di sepak bola Eropa, salah satunya Portugal, yang belum selesai.

Selebrasi gol Vinicius dengan menari di sudut lapangan melecut emosi pemain dan pendukung Benfica. Wasit asal Perancis, Francois Letexier, langsung mengeluarkan kartu kuning pertama dari saku bajunya untuk Vinicius.

”Saya mendapat kartu kuning setelah merayakan gol. Saya masih tidak mengerti mengapa mendapat hukuman itu,” ucap Vinicius.

Belum cukup hukuman dari wasit untuk meredakan tensi, penyerang sayap Benfica, Gianluca Prestianni, ikut menghampiri Vinicius. Dengan menutup mulutnya dengan jersei, pemain asal Argentina itu menyebut kata ”mono” alias kera kepada Vinicius beberapa saat sebelum pemain Benfica memulai kembali laga setelah gol.

Dengan menutup mulut, penyerang sayap Benfica, Gianluca Prestianni, menyampaikan sesuatu di hadapan penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, pada laga pertama ”playoff” babak 16 besar Liga Champions Eropa, Rabu (18/2/2026) WIB, di Stadion Da Luz, Lisabon, Portugal. Vinicius menyebut Prestianni melontarkan hinaan rasisme di sela laga berakhir untuk kemenangan Real 1-0.
Penyerang sayap Benfica, Gianluca Prestianni, berkonfrontasi dengan dua pemain Real Madrid, yakni Antonio Ruediger, Eduardo Camavina, dan Vinicius Junior, pada laga pertama "playoff" babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/2/2026) WIB, di Stadion Da Luz, Lisabon, Portugal. Vinicius menyebut Prestianni melontarkan hinaan rasisme di sela laga berakhir untuk kemenangan Real 1-0.

Kondisi itu membuat Vinicius berlari ke arah Letexier untuk melaporkan serangan rasialisme yang dilakukan Prestianni. Namun, tidak ada respons dari Letexier sehingga Vinicius memilih meninggalkan lapangan untuk duduk di zona bangku cadangan tim tamu.

Pelatih Real Alvaro Arbeloa serta sejumlah rekannya, seperti Aurelien Tchouameni dan Antonio Ruediger, berusaha membujuk Vinicius untuk tidak meninggalkan lapangan. Pelatih Benfica Jose Mourinho juga ikut membujuk Vinicius agar kembali bermain.

Setelah pertandingan terhenti nyaris 10 menit, Vinicius akhirnya bersedia melanjutkan pertandingan. Hal itu membuat laga dimulai lagi.

Quote

Ketika Anda mencetak gol (seperti Vinicius), itu mengangkat beban di pundak rekan setim. Gol itu mengakhiri laga.

Penyerang Real, Kylian Mbappe, ikut membela sahabatnya. Dalam cuplikan video yang diunggah Movistar+, Mbappe mengatakan di hadapan Prestianni pada momen laga selanjutnya, ”Kami seorang rasialis!”. Mbappe menyampaikan kalimat itu sampai 10 kali.

”Vini mengatakan kepada kami bahwa orang itu (Prestianni) memanggil dia kera. Kemudian, Vini meminta kami untuk tetap bermain. Saya tidak tahu apa yang sepatutnya dikatakan sekarang, tetapi hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi,” ucap Tchouameni setelah peluit akhir kepada Movistar+.

Portugal Champions League Soccer

Dalam kurun waktu 2021–2026, Vinicius telah mengalami insiden rasialisme, baik di dalam maupun luar laga, lebih dari 10 kali. Hal itu merujuk laporan La Liga, operator kompetisi Liga Spanyol, kepada jaksa terkait kasus rasialisme yang mengarah kepada Vinicius.

Kata ”mono” itu yang menyebabkan tiga suporter Valencia divonis 8 bulan penjara serta larangan masuk stadion selama 2 tahun pada Juni 2024.

Mereka menghina Vinicius pada laga Valencia kontra Real di Stadion Mestalla, Mei 2023. Vonis itu adalah hukuman pidana perdana di Spanyol untuk kasus rasialisme di sepak bola.

Dua insiden lain

Selain gol, Vinicius juga hadir dalam dua insiden lain di Da Luz. Pelanggarannya kepada gelandang pengganti Benfica, yakni Richard Rios, pada menit ke-74 menjadi penyebab Mourinho diganjar kartu merah.

Tekel di muka kotak penalti Real membuat Mourinho maju dan menghampiri wasit keempat di sisi lapangan. Ia menyampaikan gestur tangan angka dua sambil berteriak, ”Anda tahu”, ke arah Letexier. Mourinho meminta wasit memberikan kartu kuning kedua kepada Vinicius akibat pelanggaran itu.

Wasit asal Perancis, Francois Letexier, memberi hukuman kartu merah kepada Pelatih Benfica Jose Mourinho pada gim pertama ”playoff” babak 16 besar Liga Champions kontra Real Madrid, Rabu (18/2/2026) WIB, di Stadion Da Luz, Lisabon, Portugal. Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real 1-0.

Mourinho menyadari protes kerasnya itu berpotensi merugikan dirinya. Namun, ia menyebut insiden itu layak mendapat kartu kuning.

”Mereka mengeluarkan saya karena saya mengatakan sesuatu yang jelas terjadi. Saya memiliki 1.400 laga dengan duduk di bangku cadangan tim. Jadi, saya tahu bagaimana peraturan itu bekerja,” ucap Mourinho setelah laga itu.

Lebih lanjut, ia menyebut telah berbicara dengan Vinicius dan Prestianni. Kata Mourinho, dua pemain itu mengatakan hal berbeda.

”Saya tidak ingin menyebut salah satu yang benar. Satu hal ketika Anda mencetak gol (seperti Vinicius), itu mengangkat beban di pundak rekan setim. Gol itu mengakhiri laga,” tambah Mourinho yang pernah memberikan tiga trofi untuk Real.

Menjelang duel berakhir, giliran suporter yang menyerang Vinicius. Dalam situasi hendak mengeksekusi sepak pojok pada menit 90+12, sebuah botol plastik air mineral melayang dari tribune dan mengenai lengan Vinicius.

Portugal Champions League Soccer

Dua hingga tiga botol plastik berisi air lainnya menyusul setelah itu. Vinicius dan Trent Alexander-Arnold menunda melakukan sepak pojok. Ketika lemparan sudah berhenti, Letexier baru meminta duo pemain Real itu melanjutkan laga.

Federico Valverde, gelandang dan kapten Real, meminta ada tindakan atas aksi yang terjadi pada Vinicius dari pemain dan pendukung Benfica. Menurut dia, tugas pemain Real adalah melindungi Vinicius dari insiden rasialisme yang terus berulang.

”Ejekan itu sesuatu yang sangat serius. Hal itu sudah terjadi berkali-kali. Saya ragu tidak ada kamera yang melihat itu,” ujar Valverde, dilansir Marca. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto