LIGA CHAMPIONS EROPA

Pesta Galatasaray, Bencana Juventus

Galatasaray mencatatkan kemenangan bersejarah di fase gugur Liga Champions. Adapun Juventus menelan kekalahan terburuk sejak 1959.

18 Feb 2026 07:42 WIB · Olahraga

AP/KHALIL HAMRA

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

ISTANBUL, RABU — Istanbul tetap menjadi ”pemakaman” bagi Juventus. Tiga kunjungan ke kandang Galatasaray di Liga Champions selalu berakhir kekalahan. Tim ”Aslan” menjerumuskan Juve ke dalam titik terburuk di kompetisi antarklub Eropa dalam nyaris 70 tahun berkat keunggulan 5-2 pada laga pertama playoff babak 16 besar Liga Champions Eropa, Rabu (18/2/2026) WIB, di Stadion Rams Park.

Galatasaray menyajikan mentalitas khas Aslan alias singa dalam bahasa Indonesia. Jiwa mereka tidak runtuh meskipun gelandang Juve, Teun Koopmeiners, mencetak brace di menit ke-16 dan ke-32 yang membalikkan keunggulan melalui gol gelandang bertahan, Gabriel Sara, di menit ke-15.

Setelah turun minum, empat gol dicetak oleh tim asuhan Okan Buruk itu. Noa Lang, pemain yang didatangkan dari Napoli pada bursa transfer musim dingin lalu, menjadi aktor kebangkitan Galatasaray dengan sepasang gol pada menit ke-49 dan ke-74.

Davinson Sanchez, bek tengah, mencetak gol pertama untuk Galatasaray pada musim ini ketika laga berjalan 1 jam. Lalu, bek sayap kanan Sacha Boey menutup pesta tim tuan rumah melalui sepakan terarah pada menit ke-86.

Tak ayal, itu adalah performa terbaik Galatasaray dalam fase gugur Liga Champions. Belum pernah skuad Aslan memenangi duel menghadapi kontestan dari lima liga top Eropa—Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, dan Perancis—dengan keunggulan setidaknya tiga gol.

Turkey Soccer Champions League

Kali terakhir sebelumnya Galatasaray mencetak lima gol di ajang kompetisi antarklub terbaik Eropa pada musim 1988-1989. Dengan masih bernama Kejuaraan Eropa, saat itu Galatasaray membungkam klub Swiss, Neuchatel Xamax, 5-0 di Stadion Ali Sami Yen untuk memenangi putaran kedua dengan skor agregat 5-3.

”Kami menunjukkan mental hebat di babak kedua. Namun, pekerjaan kami belum selesai. Juventus adalah tim raksasa yang tidak akan menyerah,” ucap Lang kepada Sky Sport Italia seusai laga itu.

Terlepas dari keunggulan mutlak, Sara menyebut pertandingan berjalan dengan sengit. Ia menyebut raihan positif timnya adalah buah dari peran semua pihak, mulai dari perencanaan taktik pelatih, aksi fenomenal para pemain, serta dorongan dari para suporter di tribune stadion.

”Ini adalah pertandingan luar biasa bagi kami. Gol saya adalah momen kunci untuk kami. Akan tetapi, saya anggap gol ketiga adalah titik balik kami untuk bisa mencetak gol-gol berikutnya,” ujar Sara yang berasal dari Brasil.

Galatasaray memaksimalkan situasi kartu merah yang didapatkan bek sayap Juve, Juan Cabal, pada menit ke-67. Dalam situasi berbalik unggul 3-2 setelah tertinggal 1-2 saat turun minum, Sara dan kawan-kawan kian membuat Juve dalam situasi terjepit.

Juventus' Federico Gatti, right, and Galatasaray's Victor Osimhen vie for the ball during a Champions league play-off first leg soccer match between Galatasaray and Juventus, in Istanbul, Turkey, Tuesday, Feb. 17, 2026. (AP Photo/Khalil Hamra)

Galatasaray menghasilkan lima tembakan tepat sasaran di babak kedua. Empat tembakan itu menjadi gol. Adapun Juve, yang sempat mengkreasikan tiga tembakan mengarah ke gawang pada babak pertama, gagal melepaskan satu pun ancaman untuk kiper Galatasaray, Ugurcan Cakir, setelah jeda paruh babak.

Terburuk bagi Juve

Sementara Juve mengenyam kekalahan terburuk kedua dalam sejarah partisipasi di Liga Champions. Kemasukan lima gol dalam sebuah laga adalah momen kedua yang dialami ”Si Nyonya Besar”.

Mereka pernah mengalami kebobolan minimal lima gol satu kali sebelumnya. Hal itu tercipta pada putaran pertama Liga Champions musim 1958-1959. Tim asal Austria, Wiener Sport-Club, menghancurkan Juve 7-0 di Wina.

Quote

Tanpa kepemimpinan Bremer, duet Gatti dan Lloyd Kelly di jantung pertahanan Juve tidak berdaya membendung badai serangan Galatasaray.

Catatan itu meruntuhkan fakta bahwa Juve akhirnya bisa mencetak gol di markas Galatasaray. Pada kunjungan ke Istanbul pada 2003 dan 2013, Si Nyonya Besar selalu kalah dan nirgol.

Titik balik dari penampilan Juve tercipta bukan didasari faktor kartu merah Cabal. Cedera otot yang dialami bek tengah Bremer yang membuat bek berpaspor Brasil itu diganti Federico Gatti di menit ke-34 adalah sinyal kemunduran performa Juve sebelum turun minum.

Dua pemain Juventus, yakni Khephren Thuram (kiri) dan Kenan Yildiz, tertunduk setelah menyaksikan gol ketiga timnya menghadapi Galatasaray pada laga pertama ”playoff” fase gugur Liga Champions kontra Juventus di Stadion Rams Park, Istanbul, Turki, Rabu (18/2/2026) WIB. Galatasaray unggul 5-2.

Tanpa kepemimpinan Bremer, duet Gatti dan Lloyd Kelly di jantung pertahanan Juve tidak berdaya membendung badai serangan Galatasaray. Hal itu diperburuk dengan keputusan Pelatih Juve Luciano Spalletti untuk mengganti Andrea Cambiaso di awal babak kedua.

Cambiaso ditukar dengan Cabal demi menghindari kartu kuning kedua dari bek timnas Italia itu. Akan tetapi, justru Cabal masuk ruang ganti lebih awal ketika baru bermain selama 22 menit akibat menerima dua kartu kuning.

”Sekali lagi, kami mudah kehilangan konsentrasi. Gol-gol mereka (Galatasaray) berasal dari kesalahan kami sendiri,” ujar bek sayap kanan Juve, Pierre Kalulu, dilansir Tuttosport.

Spalletti menyatakan anak asuhannya gagal menjalankan rencana permainan dengan baik. Ia mengungkapkan, alih-alih lebih baik menguasai bola, kesalahan kolektif dalam distribusi bola menyebabkan Juve selalu berada dalam risiko kemasukan sepanjang babak kedua.

”Terlepas dari kartu merah, seluruh tim mengalami kemunduran dalam segala aspek permainan hari ini. Ini adalah pertunjukan dari penampilan kami selama ini. Kami bermain baik dalam beberapa laga terakhir, tetapi selalu menciptakan masalah untuk diri kami sendiri,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.

Turkey Soccer Champions League

Sebagai penutup wawancara seusai laga, Spalletti mengatakan evaluasi masih harus dilakukan untuk menilai cedera Bremer. Sejak pulih dari cedera ligamen krusiat anterior (ACL) Desember lalu, Bremer selalu bermain sejak sepak mula pada 15 laga Juve beruntun. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto