Gregoria Mariska Tunjung memberi kabar tentang perkembangan kondisi kesehatannya. Dia mulai pulih dari vertigo dan berlatih secara bertahap.
04 Jun 2025 16:02 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Harus beristirahat dari turnamen, bahkan dari latihan karena vertigo, Gregoria Mariska Tunjung pulih secara bertahap. Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu Indonesia itu menargetkan kembali ke kompetisi pada turnamen Jepang Terbuka, Juli.
Pada hari kedua turnamen Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025), Gregoria menjumpai wartawan dalam konferensi pers. Sebagai pebulu tangkis peringkat sepuluh besar dunia yang seharusnya wajib bertanding dalam turnamen Super 1000 tetapi absen, Gregoria harus menghadiri konferensi pers.
Dalam acara ini, pemain peringkat keenam dunia itu bercerita tentang kondisinya sejak awal terkena vertigo, pada April, dan perkembangannya pada saat ini. ”Saat ini, kondisi saya sudah membaik, sudah ikut latihan. Secara bertahap, mencoba mengembalikan kondisi dan berharap tidak kambuh lagi,” kata Gregoria dengan gaya rambut barunya, yaitu berpotongan pendek, seleher.
Gregoria mengalami vertigo, yang membuatnya kehilangan keseimbangan, saat menjalani gerakan cepat dalam latihan untuk ikut serta dalam Kejuaraan Asia di Ningbo, China, 8-13 April. Atlet berusia 25 tahun itu masih bisa tampil di Ningbo, tetapi kalah dari Kim Ga-eun pada babak kedua.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/23/f21c4ba2-ac1d-42d5-8fe1-244ff304999e_jpg.jpg)
Vertigo itu semakin mengganggu aktivitasnya di lapangan bulu tangkis dan kehidupan sehari-hari. Gregoria bercerita, saat kambuh, dia bisa mengalami vertigo selama 5-6 jam yang membuatnya mual. Dia bahkan sempat dirawat di rumah sakit untuk diinfus agar bisa menghilangkan rasa mual.
Setelah kembali ke rumah, dia harus didampingi, termasuk untuk melakukan gerakan perlahan ketika mengubah posisi dari tidur ke duduk atau dari duduk ke berdiri. ”Kalau tidak ada vertigo, saya merasa kondisi fisik saya baik-baik saja. Namun, kalau saat kambuh, saya hanya bisa berbaring. Jadi, istirahat adalah jalan yang terbaik,” tuturnya.
Saat ini, rasa pusing yang membuat kehilangan keseimbangan tersebut terkadang kambuh, tetapi ringan. Untuk itu, Gregoria mulai membiasakan diri latihan meskipun masih menghindari gerakan cepat. Apalagi, dia masih harus mencari penyebab yang membuat vertigonya kambuh.
Selain berobat ke dokter, menjalani semua tes, dan pemeriksaan, peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu menjalani akupunktur sebagai bagian dari penyembuhannya. Dia berharap bisa kembali mengikuti turnamen mulai dari Jepang Terbuka di Tokyo pada 15-20 Juli.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/23/e61b7f6e-5e3b-47c3-b6fd-34f87dcc48ea_jpg.jpg)
Sebelum menepi dari turnamen, Gregoria tampil dalam empat turnamen pada tahun ini. Setelah tersingkir dengan cepat, pada babak pertama Malaysia Terbuka, dia bertahan hingga semifinal India Terbuka, lalu mencapai perempat final Indonesia Masters dan All England.
Dengan absennya Gregoria, tunggal putri Indonesia di Indonesia Terbuka 2025 diwakili Putri Kusuma Wardani dan Komang Ayu Cahya Dewi. Dalam debutnya pada turnamen Super 1000, Komang kalah dari pemain Taiwan, Lin Hsiang Ti, 19-21, 10-21, pada Rabu.
Dengan demikian, tinggal tersisa Putri yang akan berhadapan dengan unggulan kedelapan, Supanida Katethong (Thailand), pada Kamis. Di babak pertama, Putri mendapat keuntungan ketika lawannya, Malvika Bansod (India), mundur pada gim kedua karena cedera kaki meski dalam posisi unggul 21-16, 16-15.
Penulis:
Yulia Sapthiani, Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan