Butuh waktu sekitar setengah musim bagi Viktor Gyokeres untuk beradaptasi dengan sistem Arsenal dan ritme Liga Inggris. Gyokeres mulai kembali ke versi terbaiknya.
08 Feb 2026 04:58 WIB · Olahraga
AP
LONDON, SABTU — Setengah tahun lebih sejak didatangkan Arsenal, penyerang Viktor Gyokeres mulai menebar pesona sesungguhnya. Sang striker perlahan mengambil peran mesin gol yang sangat dirindukan ”Si Meriam” selama ini. Gyokeres bukan lagi sebatas decoy atau pengalih perhatian di kotak penalti lawan.
Arsenal semakin jauh memimpin perebutan gelar Liga Inggris setelah menang atas Sunderland 3-0 di Stadion Emirates, London, Sabtu (7/2/2026) WIB. Tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu kini unggul sembilan poin atas pesaing terdekat, Manchester City, yang baru akan bertandang ke markas Liverpool pada Minggu malam.
Kemenangan itu dibuka oleh gelandang Martin Zubimendi lewat gol dari luar kotak penalti pada paruh pertama. Gyokeres menutup perlawanan tim tamu dengan sumbangan dua gol setelah turun minum. Gyokeres memberikan pengaruh instan setelah masuk dari cadangan, menggantikan penyerang Gabriel Jesus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/37df749df0f96f7f6c46e9150af074b8-Britain_Premier_League_Soccer_30_.jpg)
”Mereka adalah tim yang sangat baik, sangat kuat dan bagus dalam duel udara. Jadi laga tadi penuh dengan duel. Tetapi, kami berhasil menunjukkan sepanjang musim ini bahwa banyak pemain yang bisa memberikan pengaruh dari bangku cadangan. Itu adalah pertanda yang bagus,” kata Gyokeres yang baru masuk saat laga genap sejam.
Sebelum Gyokeres masuk, Arsenal hanya unggul 1-0. Tuan rumah sedang kesulitan di tengah urgensi Sunderland yang berburu gol penyeimbang. Skuad Arsenal terjebak dalam situasi sulit. Mereka tidak berani tampil terlalu terbuka, tetapi juga berusaha keluar dari tekanan tim tamu.
Kegundahan Declan Rice dan rekan-rekan tidak terlepas dari rentetan hasil buruk dalam pertandingan liga di kandang sendiri. Mereka sudah dua kali gagal menang beruntun di Stadion Emirates. Beban di pundak skuad Arsenal semakin berat karena sudah memasuki fase krusial dalam perebutan gelar.
Keputusan Arteta terbukti tepat untuk memasukkan Gyokeres. Hanya enam menit setelah bermain, penyerang tim nasional Swedia itu menggandakan keunggulan. Gol tersebut memperlihatkan presensi sosok predator gol di kotak penalti. Mereka kekurangan sosok itu pada sejam pertama karena Jesus lebih banyak beroperasi di area luar.
Arteta terpaksa mencadangkan Gyokeres karena keperluan rotasi. Sang pemain baru saja tampil sebagai starter versus Chelsea di semifinal kedua Piala Liga Inggris pada tengah pekan. ”Saya pikir dari cara dia masuk, dia selalu siap (membantu tim). Saya sangat senang dengan reaksi itu,” ujarnya.
Di injury time, Gyokeres mencetak brace lewat skema serangan balik. Rasa laparnya berburu gol terlihat dalam proses serangan. Gol bermula dari Sunderland yang kehilangan bola di separuh lapangan Arsenal. Gyokeres langsung melakukan sprint ke kotak penalti lawan untuk memberikan opsi umpan kepada Gabriel Martinelli.
Kontribusi tersebut merupakan gol keenam bagi Gyokeres dalam delapan pertandingan terakhir di seluruh kompetisi. Tidak ada pemain Liga Inggris lain yang melebih jumlah golnya di 2026. Sebagai konteks, dia sebelumnya hanya mampu menghasilkan tujuh gol dari 23 laga sejak awal musim.
Saking seret gol pada paruh awal musim, Gyokeres sempat dinilai hanya berperan sebagai pengalih perhatian di kotak penalti. Tugasnya semata untuk menarik gravitasi pemain bertahan lawan dan memberikan keleluasaan bagi penyerang Arsenal lain. Namun, waktu perlahan membuktikan taji peraih Trofi Gerd Muller 2025 tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/01/bd9e2e1094a6b2398c2e73b208150b69-Britain_Premier_League_Soccer_33_.jpg)
Menurut Gyokeres, tidak mudah beradaptasi seusai pindah dari klub Portugal, Sporting CP. Bukan hanya bagi dirinya, melainkan juga rekan-rekan setim yang bertugas menjadi fasilitator. ”Semua berjalan natural. Anda mulai mengetahui semuanya lebih baik, mulai dari sistem dan orang di sekitar. Saya hanya terus berupaya membantu tim dengan gol,” katanya.
Gyokeres selalu kekurangan suplai. Lihat saja di statistik liga, dia hanya mencatat 37 tembakan sejauh ini. Bandingkan dengan penyerang Manchester City, Erling Haaland, yang berstatus penyerang tersubur (87 tembakan). Para pemain Arsenal masih beradaptasi dengan sistem yang menggunakan striker murni atau ”nomor 9”.
Gyokeres mulai menemukan chemistry dengan para penyerang “Si Meriam”, khususnya Kai Havertz yang baru kembali dari cedera. Havertz sudah menyumbang dua asis untuk Gyokeres hanya dalam empat laga terakhir. Adapun Havertz pula yang menyumbang asis untuk gol pertama Gyokeres ke gawang Sunderland.
Pembeda terbesar dari Gyokeres saat ini adalah kepercayaan diri. Dia terlihat nyaman saat berada di lapangan, tidak lagi tergesa-gesa untuk berburu gol. Hasilnya, sang striker bisa lebih tenang ketika menerima bola ataupun mengeksekusi peluang. Di laga tadi, misalnya, dia tidak gampang kehilangan bola seperti biasanya.
Arteta sudah memprediksi versi terbaik Gyokeres pasti akan datang, sebab etos kerja sang pemain sangat baik. ”Saya menyukai karakternya. Cara dia menjalani setiap harinya dan fakta bahwa dia sangat fokus pada saat ini dan apa yang harus dia lakukan. Dia juga punya kemauan tulus membantu tim dalam peran apa pun,” kata sang manajer. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto