PIALA DUNIA 2026

Haaland, Pemburu Gol dalam Senyap

Haaland menjadi striker paling menakutkan di Piala Dunia. Ia adalah tipe striker yang sudah jarang ditemukan, diam-diam mematikan.

24 Jun 2026 11:41 WIB · Olahraga

AFP/Angela WEISS

Oleh Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, Amerika Serikat

Laga melawan Senegal kian mengukuhkan posisi Erling Haaland sebagai penyerang tengah terbaik di dunia. Pada laga yang dimenangi Norwegia dengan skor 3-2 itu, Haaland layaknya seorang pemburu yang sabar menunggu dalam keheningan. Ia hanya membutuhkan momen yang tepat untuk melancarkan serangan secara tiba-tiba.

Ketika ia menyerang, segalanya sudah terlambat bagi lini pertahanan lawan. Dalam sekejap, bola tahu-tahu sudah bersarang di dalam gawang lawan. Pengalaman pahit inilah yang dirasakan oleh penjaga gawang Senegal, Edouard Mendy.

Dua kali gawang Mendy dibobol oleh penyerang klub Liga Inggris, Manchester City, ini. Nasib serupa sebelumnya juga menimpa kiper Irak, Jalal Hassan. Dengan hasil ini, Haaland telah empat kali mencatatkan namanya di papan skor.

Catatan golnya itu di Piala Dunia 2026 menyamai perolehan striker Perancis, Kylian Mbappe, dan hanya tertinggal satu gol dari penyerang Argentina, Lionel Messi.

Dalam konferensi pers setelah laga kontra Senegal yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Selasa (23/6/2026) waktu Indonesia, Pelatih Norwegia Stale Solbakken tanpa ragu menobatkan Haaland sebagai striker terbaik dunia saat ini.

TOPSHOT - Norway's forward #09 Erling Braut Haaland and Senegal's defender #19 Moussa Niakhate fight for the ball during the 2026 World Cup Group I football match between Norway and Senegal at the New York/New Jersey Stadium in East Rutherford on June 22, 2026. (Photo by Charly TRIBALLEAU / AFP)

”Dia adalah striker terbaik. Dia tidak bermain untuk Perancis atau Argentina. Ia mencetak gol untuk Norwegia. Dia telah mencetak empat gol. Dua kali brace di panggung terbesar,” ujar Solbakken memuji Haaland.

Pernyataan tersebut tentu berpotensi memicu perdebatan, khususnya di kalangan pendukung Mbappe ataupun Messi. Opini Solbakken mungkin terkesan subyektif karena posisinya sebagai pelatih sang pemain. Akan tetapi, data dan fakta di lapangan membuktikan bahwa Haaland memang striker elite.

Penyerang langka

Gaya bermain Haaland menjadi representasi dari sosok penyerang murni nan klasik yang kian langka di era sepak bola modern. Penyerang masa kini umumnya dituntut untuk bisa bergerak menjauh dari kotak penalti, menjemput bola, melakukan tekanan (pressing), dan terlibat aktif dalam membangun serangan (build-up).

Quote

Haaland melepaskan 10 tembakan dengan angka konversi peluang yang sangat tinggi, yaitu mencapai 40 persen.

Namun, itu bukan gaya Haaland. Ia tidak perlu terus-menerus terlibat dalam aliran bola. Ia tidak terlalu butuh banyak menyentuh bola, apalagi mendominasi permainan.

Pertandingan melawan Senegal menjadi bukti bagaimana potret predator yang terancam punah ini beraksi di lapangan. Sepanjang babak pertama, Haaland sangat jarang menyentuh bola.

Infografik Calon Peraih Sepatu Emas

Meski ia tidak harus selalu menyentuh bola untuk memengaruhi permainan, situasi itu tetap membuatnya frustrasi. Beberapa kali ia tampak menggelengkan kepala saat umpan-umpan yang ditujukan kepadanya berhasil dicegat oleh pemain Senegal.

Haaland bahkan sempat menyia-nyiakan peluang emas di menit terakhir babak pertama. Memanfaatkan blunder dari Mendy, Haaland yang sudah berhadapan dengan gawang kosong gagal mengonversinya menjadi gol setelah bola sepakannya justru membentur tiang. Momen itu tak lazim bagi Haaland yang dikenal sangat dingin di depan gawang.

Pada babak pertama itu, Haaland hampir tidak terlibat dalam permainan dengan hanya 11 kali menyentuh bola. Ia seperti menghilang, kecuali ketika merebut bola dari Mendy yang sayangnya tidak berbuah gol.

Namun, naluri predator Haaland bangkit sepenuhnya pada babak kedua. Selepas turun minum, ia hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menaklukkan Mendy, memanfaatkan umpan terobosan dari Martin Odegaard. Setelah penyerang Senegal, Ismaila Sarr, sempat memperkecil kedudukan, Haaland mencetak gol keduanya untuk mengunci kemenangan.

”Mencetak gol adalah spesialisasi saya. Seperti kemampuan lainnya, saya sangat bagus dalam mencetak gol. Saya juga beruntung. Saya bahkan tidak tahu bagaimana, tetapi seperti itulah,” ungkap Haaland kepada jurnalis di mixed zone seusai laga itu.

Tampil efektif

Hal yang paling mengagumkan dari Haaland adalah tingkat efektivitasnya yang luar biasa. Ia hanya memerlukan 12 sentuhan sepanjang babak kedua untuk melesakkan dua gol. Jika ditotal, ia hanya menyentuh bola sebanyak 23 kali dalam keseluruhan laga melawan Senegal.

Norway's Erling Haaland (9) takes a shot against Iraq goalkeeper Jalal Hassan (12) during the World Cup Group I soccer match between Iraq and Norway in Foxborough, Mass., near Boston, Tuesday, June 16, 2026. (AP Photo/Mark Stockwell)

Secara total, Haaland hanya membutuhkan 48 sentuhan untuk mencetak empat gol dalam dua laga Piala Dunia sejauh ini. Berdasarkan data statistik Opta, Haaland melepaskan 10 tembakan dengan angka konversi peluang yang sangat tinggi, yaitu mencapai 40 persen.

Sebagai perbandingan, Messi yang memimpin dengan lima gol dari hattrick kontra Aljazair dan brace ke gawang Austria membutuhkan 13 tembakan dengan angka konversi gol 38,4 persen. Sementara Mbappe memerlukan 12 tembakan untuk mengoleksi empat gol, hal yang berarti angka konversinya berada di angka 33,3 persen.

Di antara deretan pencetak gol terbanyak turnamen, nilai harapan gol (expected goals/xG) setiap kali Haaland melepaskan tembakan adalah yang tertinggi dibandingkan penyerang lain. Setiap tembakan Haaland memiliki rata-rata nilai 0,27 xG, mengungguli Messi (0,20 xG) dan Mbappe (0,17 xG).

Ketajaman luar biasa ini pun mendapat pengakuan dari Pelatih Senegal Pape Thiaw. ”Dia sangat efisien,” komentar Thiaw singkat saat dimintai tanggapan mengenai Haaland.

Sepanjang karier bersama tim nasional, Haaland telah mengoleksi 59 gol dari 52 penampilan, sebuah statistik yang mencengangkan karena ia mencatatkan rata-rata lebih dari satu gol di setiap laga. Bahkan, dalam 12 pertandingan internasional terakhirnya, Haaland sukses mengemas 24 gol atau rata-rata dua gol per laga.

Norway's Erling Haaland (9) smiles as he leaves the pitch at the end of the World Cup Group I soccer match between Iraq and Norway in Foxborough, Mass., near Boston, Tuesday, June 16, 2026. (AP Photo/Charles Krupa)

Kendati demikian, Haaland meminta para pendukung untuk tidak larut dalam euforia berlebih karena perjalanan turnamen masih panjang. Ia juga mengaku tidak terlalu ambil pusing mengenai laga berikutnya melawan Perancis. Fokus utamanya adalah memastikan Norwegia terus melaju.

”Sejujurnya, saya tidak terlalu memikirkan hal itu. Kami lolos ke babak berikutnya, itu yang luar biasa. Jadi, saat ini saya tidak peduli tentang laga tersebut. Mereka diunggulkan dan kemungkinan besar mengalahkan kami, bahkan menjadi juara,” tutur Haaland mengenai pertemuan dengan Perancis.

Terkait persaingan memperebutkan gelar pencetak gol terbanyak atau Sepatu Emas, Solbakken menilai para pemain Perancis atau Argentina memiliki keuntungan tersendiri karena tim mereka diprediksi melangkah lebih jauh. Mereka pun berpeluang menjalani pertandingan yang lebih banyak untuk mendulang gol.

Maka, satu-satunya cara agar Haaland bisa terus bersaing dengan Messi dan Mbappe adalah dengan membawa Norwegia melangkah sejauh mungkin.

”Lebih mudah memenangi Sepatu Emas jika Anda bermain untuk tim sekelas Perancis atau Argentina. Namun, kami akan berusaha memberikan Erling lebih banyak panggung pertandingan dan membantunya secara maksimal di laga-laga mendatang,” ucap Solbakken.


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, Amerika Serikat
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar