Hamas-Israel Bertukar Sandera untuk Fase Pertama Gencatan Senjata

Hamas membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup. Israel membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina.

13 Okt 2025 16:56 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

JERUSALEM, SENIN — Hamas dan Israel menepati fase pertama kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Kedua pihak memulai pertukaran sandera serta tahanan. Pertukaran itu terjadi ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendarat di Israel.

Hamas membebaskan 20 sandera hidup dalam dua tahap, Senin (13/10/2025). Tahap pertama mencakup pembebasan tujuh sandera lalu 13 sandera hidup pada hari yang sama. Semua sandera sudah diterima oleh Israel. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) bertugas sebagai pengawas pembebasan dan pertukaran sandera serta tahanan.

Di penjara-penjara Israel, sebanyak 1.966 warga Palestina yang ditahan telah menaiki bus. Mereka kemungkinan akan dibebaskan di Rumah Sakit Nasser Gaza. Menurut Al Jazeera, Lembaga Tahanan Palestina juga telah merilis sedikitnya nama 1.718 warga Palestina yang akan bebas.

”Saya tidak bisa berbicara dengan baik karena saya begitu gembira. Saya ditangkap bersama putra saya, Mohammed, pada tahun 2023. Saya belum bertemu dengannya selama dua tahun. Kegembiraan saya hari ini jauh lebih besar daripada saat saya dibebaskan,” kata Yasser Abu Azzoum, warga Palestina di Khan Younis.

Anggota Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, berjaga sebelum kedatangan kendaraan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di selatan Deir el-Balah, Jalur Gaza tengah, sebelum menyerahkan gelombang kedua sandera Israel, pada Senin (13/10/2025)

Di Gaza, sekitar selusin anggota Hamas tiba di Rumah Sakit Nasser. Panggung dan kursi telah siap untuk menyambut para tahanan Palestina pulang. ”Saya harap ini dapat menjadi akhir perang. Kami kehilangan teman dan kerabat. Kami kehilangan rumah dan kota kami,” tutur Emad Abu Joudat (57).

Dalam sebuah pernyataan, Senin, Brigade Al-Qassam sebagai sayap militer Hamas menegaskan komitmen terhadap ketentuan dan jadwal kesepakatan. Namun, komitmen itu hanya berlaku asalkan Israel juga mematuhi. 

Perang Hamas-Israel sudah berlangsung dua tahun. Gencatan senjata pada Januari 2025 berakhir gagal. Gencatan senjata terbaru berdasarkan proposal Trump ini memberi harapan. Pertukaran sandera dan tahanan merupakan bagian terpenting dari fase pertama perjanjian gencatan senjata yang disepakati di Sharm el-Sheikh, Mesir, pekan lalu.

Agenda Trump

Pada saat yang bersamaan, Trump telah mendarat di Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanti di Bandara Internasional Ben-Gurion saat pesawat Air Force One tiba.

”Sebuah awal yang baru. Ini adalah kehormatan besar bagi saya, hari yang luar biasa dan indah,” tulis Trump di buku tamu saat tiba di Knesset Israel bersama Netanyahu dan istrinya, Sara.

Trump akan berpidato di hadapan Knesset, parlemen Israel. Dia akan menjadi presiden AS keempat yang berbicara di sana setelah Jimmy Carter pada 1979, Bill Clinton pada 1994, dan George W Bush pada 2008.

Kantor Presiden Israel Isaac Herzog juga akan memberi tahu Trump rencana penganugerahan Medali Kehormatan Presiden Israel kepadanya. Ini merupakan penghargaan sipil tertinggi Israel.

Penghargaan itu diberikan atas upaya Trump memulangkan para sandera dan kontribusi terhadap keamanan serta kesejahteraan Israel, bahkan kawasan. Penyerahan medali akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Presiden Isaac Herzog (kiri) menyambut Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) di Bandara Internasional Ben Gurion, pinggiran Lod dekat Tel Aviv, Israel, Senin (13/10/2025). Trump melaukan perjalanan pertama ke Israel dan Mesir menjelang konferensi tingkat tinggi di Mesir. Di Mesir, ia kemungkinan akan menandatangani sebuah dokumen yang mengakhiri perang di Jalur Gaza.

Setelah dari Israel, Trump akan bertolak ke Mesir. Di Mesir, Trump bersama Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi akan menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi tentang Jalur Gaza, Senin (13/10/2025), malam, waktu setempat.

Sekitar 20 pemimpin dunia berencana hadir, termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden RI Prabowo Subianto, dan PM Inggris Keir Starmer. Netanyahu tidak hadir dalam KTT itu.

Kantor berita Pemerintah Iran, IRNA, melaporkan, Mesir telah mengundang Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk menghadiri pertemuan tersebut. Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Iran telah menolak undangan tersebut. Mesir telah mengundang ulang sekutu Hamas itu.

Trump dan Hamas

Sebelum tiba di Israel, Trump mengonfirmasi, Hamas sedang melakukan ”perkuatan ulang” serta mereformasi diri sebagai pasukan polisi Palestina di Gaza. AS telah mengetahui dan menyetujui langkah Hamas tersebut untuk jangka waktu tertentu.

Menurut Trump, Hamas berusaha memulihkan ketertiban setelah berbulan-bulan perang. Adapun dalam proposal AS, salah satu persyaratan adalah agar Hamas mau melucuti senjata. Pembahasan tersebut masih menjadi ganjalan negosiasi.

”Mereka telah terbuka tentang hal itu, dan kami memberi mereka persetujuan untuk jangka waktu tertentu. Anda harus mengerti, mereka mungkin telah kehilangan 60.000 orang. Itu kerugian yang sangat besar,” ujar Trump.

Trump juga mengatakan, AS ingin memastikan penduduk yang pulang dapat membangun kembali Gaza dengan aman. Ia mengakui Gaza ”benar-benar hancur” sehingga banyak hal buruk dapat terjadi ketika warga kembali.

Anak-anak Palestina mencari barang-barang yang bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak di tengah tumpukan sampah di samping bangunan yang hancur di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah, Senin (6/10/2025). Delegasi dari Hamas, Israel, dan Amerika Serikat mengadakan perundingan perdamaian di Mesir pada 6 Oktober 2025, menjelang peringatan dua tahun perang Hamas-Israel di Jalur Gaza.

Adapun Starmer menyerukan implementasi segera fase kedua dari proposal perdamaian Gaza. Dia juga mendesak agar para pemimpin dunia memanfaatkan momentum perjanjian gencatan senjata guna mengamankan perdamaian abadi di Gaza.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, Uni Eropa akan membantu mereformasi Otoritas Palestina dan mendanai rekonstruksi Gaza. Dia juga menyambut baik penyelesaian kesepakatan gencatan senjata di Sharm el-Sheikh. ”Babak baru dapat dimulai,” ujarnya.

Perang di Gaza telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, termasuk lebih dari 20.000 anak. Jutaan lainnya terpaksa mengungsi dan dibayang-bayangi bahaya kelaparan. Dampaknya juga meluas di kawasan. Perang tersebut merembet ke Timur Tengah melalui konflik Israel dengan Iran, Hizbullah di Lebanon, serta Houthi di Yaman. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji