Hanya Dua Babak untuk Ganda Putri Baru Indonesia

Turnamen bulu tangkis Hong Kong Terbuka menjadi ujian pertama untuk formasi baru ganda putri Indonesia. Mereka hanya bertahan hingga babak kedua.

11 Sep 2025 21:25 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

HONG KONG, KAMIS — Seusai Kejuaraan Dunia 2025 di Perancis hingga akhir tahun 2025 menjadi fase baru bagi pebulu tangkis ganda putri Indonesia yang bermain bersama partner berbeda. Awal langkah mereka dimulai di Hong Kong Terbuka, tetapi tak ada satu pun yang bisa melewati dua babak.

Dalam turnamen BWF World Tour Super 500 yang digelar di Hong Kong Coliseum, 9-14 September, Indonesia diwakili empat ganda putri. Tiga pasangan tersingkir di babak kedua yang berlangsung pada Kamis (11/9/2025). Satu lainnya kalah pada babak pertama dalam pertemuan sesama pemain Indonesia.

Pasangan yang kalah pada babak kedua adalah Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Mereka mendapatkan pelajaran ketika bertemu pemain-pemain unggulan, baik yang sudah lama berpasangan maupun pasangan baru, tetapi sudah berpengalaman sebagai pemain ganda top dunia.

Febriana/Meilysa kalah dari unggulan kedua yang juga merupakan ganda putri peringkat kedua dunia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, dengan skor 18-21, 17-21. Walaupun sempat unggul 16-10 pada gim pertama, Febriana/Meilysa kehilangan gim tersebut lalu kalah.

Dari pemain Malaysia yang merupakan juara bertahan Hong Kong Terbuka itu, Febriana/Meilysa mendapat pelajaran untuk bisa beradaptasi dengan cepat ketika lawan mengubah pola permainan. Tan/Muralitharan, yang menjadi finalis Kejuaraan Dunia di Perancis, 25-31 Agustus, juga memperlihatkan bagaimana harus bermain konsisten saat sudah mendapat pola yang tepat dan tidak membuat banyak kesalahan.

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, ganda putri Indonesia, kalah dari unggulan kedua, Tan Pearly/Thinaah Muralitharan, pada babak kedua turnamen Hong Kong Terbuka. Di Hong Kong Coliseum, Kamis (11/9/2025), Febriana/Meilysa kalah dengan skor 18-21, 17-21.

”Tadi, kami sebenarnya sudah nyaman dengan pola permainan kami. Saat mereka mempercepat tempo, kami jadi terbawa permainan lawan,” kata Febriana yang sebelumnya berpasangan dengan Amalia.

Sama seperti mantan partnernya, Amalia hanya bertahan dua babak. Dia dan Lanny menyebut rotasi mereka untuk menutup lapangan menjadi kendala terbesar saat melawan pasangan Jepang unggulan keempat, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, hingga kalah 12-21, 14-21. Padahal, rotasi atlet ganda putri lebih dinamis dibandingkan sektor ganda lainnya, terutama ganda campuran.

Di ganda campuran, pengatur pola permainan (pemain putri) lebih sering berada di bagian depan, sementara pemain yang tugasnya menyerang (putra) di belakang lapangan. Hal ini berbeda dengan pemain ganda putri yang perannya lebih fleksibel.

”Mungkin, karena masih baru, rotasi kami masih berantakan. Bola yang harusnya saya ambil, tapi karena ragu, jadi Kak Amalia yang berusaha ambil, tapi malah tidak terjangkau,” ujar Lanny.

Sebelum berpasangan dengan Amalia, Lanny bermain bersama Fadia pada sebagian besar turnamen sejak Agustus 2024, seusai Olimpiade Paris. Fadia/Lanny menjadi salah satu penyumbang gelar juara turnamen BWF World Tour dari empat gelar Indonesia pada 2025, yaitu dari Thailand Masters Super 300, di Januari.

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, ganda putri Indonesia, kalah pada babak kedua turnamen Hong Kong Terbuka. Mereka dikalahkan Arisa Igarashi/Chiharu Shida, 16-21, 19-21, di Hong Kong Coliseum, Kamis (11/9/2025).

Namun, saat rotasi ganda putri dilakukan, pelatih Karel Mainaky mengembalikan Fadia bersama partner sebelumnya, Apriyani Rahayu. Karel masih melihat adanya potensi dalam duet Apriyani/Fadia yang juga kalah pada babak kedua. Mereka disingkirkan Arisa Igarashi/Chiharu Shida 16-21, 19-21.

Sebelumnya, Igarashi (dulu menggunakan nama Arisa Higashino) bermain pada nomor ganda campuran bersama Yuta Watanabe, sementara Shida bersama Nami Matsuyama. Mereka menjadi salah satu ganda putri terbaik dunia. Namun, Matsuyama/Shida berpisah, juga memanfaatkan momentum seusai Kejuaraan Dunia.

Selain tiga pasangan yang tampil pada babak kedua, formasi baru ganda putri Indonesia adalah Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum. Mereka tersisih lebih awal dalam pertemuan dengan Apriyani/Fadia pada babak pertama.

Rotasi ganda putri dilakukan memanfaatkan sisa waktu 2025 guna mendapatkan pasangan yang siap bersaing pada level atas mulai 2026. Tahun 2026 akan menjadi ”pemanasan” bagi pasangan tetap untuk menghadapi kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang berlangsung setahun sejak 2027.

Setelah tersingkir di Hong Kong Terbuka, Lanny/Amalia, Rachel/Febi, dan Febriana/Meilysa akan melanjutkan penampilan ke turnamen dengan level lebih tinggi, China Masters Super 75, di Shenzhen, 16-21 September. Sementara Apriyani/Fadia direncanakan tampil di Korea Terbuka Super 500, 23-28 September, sejak babak kualifikasi.

Leo/Bagas tersingkir

Sebanyak dua wakil Indonesia pada nomor lainnya juga tersingkir pada babak kedua, salah satunya Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang, 12-21, 20-22. Dengan hasil ini, dari enam kejuaraan yang diikuti sejak Juni, Leo/Bagas selalu tersingkir pada dua babak awal, kecuali ketika mencapai babak ketiga Kejuaraan Dunia.

Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, ganda campuran Indonesia, mengalahkan unggulan keempat, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, pada babak kedua turnamen Hong Kong Terbuka. Di Hong Kong Coliseum, Adnan/Indah menang 21-17, 18-21, 21-13.

Ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, juga kalah pada babak kedua. Mereka disingkirkan unggulan kedua, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, 17-21, 17-21.

Dengan demikian, Indonesia tinggal memiliki tiga wakil yang akan bermain pada perempat final, Jumat, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, dan Alwi Farhan.

Sabar/Reza, yang menang dalam laga ketat melawan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, 20-22, 21-18, 21-17, akan berhadapan dengan Lee Fang Chih/Lee Fang Jen. Sementara Adnan/Indah akan menantang andalan tuan rumah, Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet, setelah menyingkirkan unggulan keempat, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, 21-17, 18-21, 21-13.

”Permainan lawan bagus. Saat unggul jauh pada gim kedua, kami seharusnya lebih fokus dan percaya diri. Jadi, kami harus bisa lebih fokus lagi dan jangan banyak membuat kesalahan,” kata Adnan.

Di tunggal putra, Alwi juga mengalahkan pemain unggulan, yaitu Weng Hong Yang (7), 22-20, 12-21, 21-11. Di perempat final, unggulan lainnya menanti, yaitu Chou Tien Chen (3).


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra