Hanya “Nomor 8” Declan Rice, Titik Terang Arsenal

Hanya Declan Rice yang bisa menyelematkan Arsenal dari keterpurukan di akhir musim. Cermin realitas tersebut terlihat jelas dalam kekalahan Arsenal dari Bournemouth.

04 Mei 2025 03:56 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, SABTU — Arsenal menambah buruk hasil sepekan terakhir dengan kekalahan dari Bournemouth. Tidak banyak yang bisa diharapkan dari “Si Meriam” saat ini, selain penampilan gelandang Declan Rice yang kembali memukau ketika dimainkan ke peran semula sebagai “nomor 8”.

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Peribahasa itu bisa menggambarkan runtutan nasib buruk Arsenal pada pekan ini. Sedang berupaya bangkit seusai kalah 0-1 dari Paris Saint-Germain di laga pertama semifinal Liga Champions, mereka takluk lagi dari Bournemouth 1-2 di Liga Inggris.

Dua kekalahan itu terjadi di kandang Arsenal sendiri, Stadion Emirates. Hasil teranyar versus Bournemouth, pada Minggu (4/5/2025) dini hari WIB, lebih menyakitkan karena Arsenal sudah unggul lebih dulu. Apalagi mereka mengincar hasil positif untuk bekal laga kedua versus PSG, Kamis nanti.

“Sangat mengecewakan. Kami kehilangan kontrol setelah kemasukan. Permainan kami menjadi terlalu kacau dan ceroboh di babak kedua. Itu tidak bisa diterima. Kami seharusnya menggunakan laga ini untuk lebih siap menghadapi PSG,” kata kapten Arsenal Martin Odegaard.

Terlepas dari performa dan hasil buruk, Arsenal masih bisa mengambil hal positif dari Emirates. Hal itu bisa sedikit menambah kepercayaan diri Si Meriam saat bertandang ke PSG dalam laga hidup atau mati. Asa muncul dari Rice yang berhasil mencetak gol pembuka.

Arsenal's Declan Rice scores the opening goal during the English Premier League soccer match between Arsenal and Bournemouth at Emirates stadium in London, Saturday, May 3, 2025. (John Walton/PA via AP)

Rice menjadi sosok paling bersinar di antara seisi skuad Arsenal. Dia menampilkan sesuatu yang tidak terlihat di laga pertama semifinal versus PSG. Gelandang tim nasional Inggris itu kembali berperan sebagai “nomor 8” atau box-to-box, tidak lagi bermain di jangkar seperti pada tengah pekan.

Arsenal menurunkan skuad terbaik, kecuali bek Jurrien Timber yang diistirahatkan. Manajer Arsenal Mikel Arteta memainkan gelandang Thomas Partey yang absen akibat akumulasi kartu saat versus PSG. Partey mengambil alih posisi jangkar, sementara Rice diberikan kebebasan bergerak.

Pergerakan Rice membantu serangan selalu berbahaya. Dia sering berlari membuka ruang umpan dan memecah struktur pertahanan lawan. Hanya dalam babak pertama saja, Rice sudah menghasilkan tiga tembakan di dalam kotak penalti. Jumlah itu terbanyak di antara pemain lain.

Presensi Rice membuat pemain lain, seperti Odegaard, punya opsi lebih untuk mengumpan. Odegaard tidak kebingungan saat dikepung pemain lawan. Terbukti, gelandang kreatif yang nyaris tidak kelihatan saat versus PSG tersebut, menyumbang satu asis untuk Rice.

Pergerakan dinamis Rice sangat dibutuhkan karena Arsenal tidak punya penyerang murni saat ini. Akibat badai cedera, Arteta terpaksa memainkan gelandang Mikel Merino atau penyerang sayap Leandro Trossard sebagai ujung tombak. Mereka butuh bantuan dari Rice.

Bournemouth's Tyler Adams, left, tries to block a shot from Arsenal's Bukayo Saka during the English Premier League soccer match between Arsenal and Bournemouth at Emirates stadium in London, Saturday, May 3, 2025. (AP Photo/Kin Cheung)

Saat dibeli dari West Ham United pada musim panas 2023, Rice masih dikenal sebagai gelandang jangkar. Arteta mengubah perannya karena Rice punya banyak kelebihan dalam sisi ofensif, antara lain badan tinggi, fisik atletis, dan tembakan keras yang bisa berguna di kotak penalti lawan.

Rice ditarik pada menit ke-74, digantikan Merino, untuk persiapan versus PSG. Menariknya, setelah sang gelandang keluar, Arsenal hanya mampu mencatat dua tembakan selama hampir 20 menit termasuk injury time. Tidak ada yang berujung tepat sasaran. Serangan mereka menjadi sangat monoton.

Hanya semenit tanpa Rice, Arsenal langsung kemasukan gol kedua. “Setelah pergantian itu, Arsenal hanya bergantung kepada pemain yang tidak punya kepercayaan diri, ide mencetak gol, dan insting tajam. Mereka kesulitan,” kata mantan kiper timnas Inggris, Robert Green kepada BBC Sport.

Partey sudah bisa kembali bermain di laga kedua semifinal Liga Champions. Rice pun tidak perlu lagi menggantikannya. Lewat sedikit hal positif di laga tadi, Arsenal semestinya bisa lebih optimistis melawan PSG. Adapun Rice merupakan pahlawan kemenangan Arsenal atas Real Madrid di perempat final.

Arsenal terancam

Akibat tren buruk di liga, satu kali menang dari lima laga, posisi kedua milik Arsenal terancam. Mereka hanya unggul tiga poin dari peringkat ketiga Manchester City. Adapun liga masih menyisakan tiga pekan lagi. Arsenal sudah dinanti jadwal berat, antara lain lawan Liverpool dan Newcastle.

“Kami seharusnya bisa membunuh laga dengan peluang yang ada (saat unggul 1-0). Tetapi, kami gagal memanfaatkan peluang dan justru kemasukan dua gol dari bola mati. Kami bertahan dengan sangat buruk, jauh dari standar yang biasa kami tampilkan,” tegas Arteta.

Kebangkitan Bournemouth diraih dengan cara unik. Semua bermula dari penyerang sayap Antoine Semenyo yang masuk dari bangku cadangan. Baru dua menit di lapangan, dia memberikan umpan lewat lemparan ke dalam sangat jauh. Umpan itu berujung gol dari sundulan bek Dean Huijsen.

Bournemouth's Dean Huijsen, second right, scores his side's opening goal during the English Premier League soccer match between Arsenal and Bournemouth at Emirates stadium in London, Saturday, May 3, 2025. (AP Photo/Kin Cheung)

Penyerang Evanilson melengkapi kebangkitan tim tamu pada menit ke-75. Dia memanfaatkan kemelut di tiang jauh Arsenal dalam skema bola mati. Asisten wasit video (VAR) sempat memeriksa kemungkinan bola menyentuh tangan, tetapi tidak terbukti dan gol tetap disahkan.

Alhasil, Bournemouth sukses menciptakan malam bersejarah. Itu merupakan kemenangan pertama mereka di Emirates. Bournemouth selalu kalah dalam tujuh laga terakhir. Selain itu, mereka juga berhasil menjadi tim pertama yang mengalahkan Arsenal di kandang dan tandang pada musim ini.

“Kami tahu, kami tidak pernah mendapatkan poin di tempat ini. Hal itu memotivasi kami untuk memberikan lebih. Kami tampil bagus di paruh pertama dan lebih bisa mengatur ritme di paruh kedua. Ini adalah tiga poin yang sangat penting untuk kami,” ujar Huijsen. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .