Sabar/Reza mempertahankan performa setelah meraih emas SEA Games Thailand 2025. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke semifinal ajang Final BWF.
19 Des 2025 23:03 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
HANGZHOU, JUMAT — Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang akan tampil dalam semifinal turnamen bulu tangkis Final BWF. Mereka lolos dari ketatnya persaingan ganda putra.
Dibandingkan nomor lain, ganda putra menyuguhkan persaingan paling ketat dalam turnamen yang diawali fase penyisihan grup dengan format round robin ini. Sebanyak delapan peserta dari setiap nomor dibagi dalam dua grup untuk menempati dua peringkat teratas sebagai syarat lolos ke semifinal.
Sebelum pertandingan terakhir penyisihan grup berlangsung di Hangzhou Olympics Sports Centre Gymnasium sepanjang Jumat (19/12/2025), tiga wakil Indonesia telah dipastikan tersisih. Mereka adalah Putri Kusuma Wardani, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Jonatan Christie.
Sementara itu, semua peserta ganda putra masih memiliki peluang lolos ke semifinal, termasuk Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang dua kali kalah di Grup B. Mereka harus bergantung pada pasangan lain selain menang straight games atas wakil tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang.
Syarat itu tak terpenuhi karena Fajar/Fikri justru kalah dua gim dengan skor 17-21, 14-21. Mereka pun menempati peringkat terakhir grup.
Setelah Fajar/Fikri tersingkir, Indonesia tinggal berharap pada Sabar/Reza yang bersaing di Grup A. Dengan bekal sekali menang dan sekali kalah dari dua laga sebelumnya, Sabar/Reza bisa lolos dengan syarat utama menang dua gim atas Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin (Taiwan).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/19/d190f20f24e3d62726c9c4c42750e9a9-WhatsApp_Image_2025_12_19_at_21.14.00.jpeg)
Sabar/Reza masih bisa mendapat tiket semifinal seandainya kehilangan gim atau kalah 1-2, tetapi nasib mereka ditentukan pula hasil pertandingan Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) melawan Man Wei Chong/Tee Kai Wun (Malaysia).
Tiket semifinal hampir dalam genggaman ketika Sabar/Reza memenangi gim pertama. Namun, mereka ternyata harus bermain tiga gim dan menanti hasil Kim/Seo melawan Man/Tee yang berlangsung di lapangan bersebelahan.
Maka, saat menjalani gim ketiga, Sabar/Reza sesekali memperhatikan lapangan di sebelah mereka. Ketika skenario menang dua gim gagal dicapai, mereka harus berharap Kim/Seo setidaknya memenangi satu gim atas Man/Tee.
Sebenarnya, masih ada skenario lain yang bisa meloloskan Sabar/Reza seandainya kalah, tetapi mereka semakin membutuhkan ”bantuan” Kim/Seo. Ganda putra nomor satu dunia ini harus mengalahkan Man/Tee agar Sabar/Reza aman di peringkat dua besar Grup B.
Ganda putra Indonesia ranking kesepuluh dunia itu akhirnya lolos berkat kemenangan dengan skor 21-19, 20-22, 21-15. Posisi mereka di peringkat kedua diperkuat dengan kemenangan Kim/Seo atas Man/Tee 25-23, 14-21, 21-19.
Semifinal yang akan berlangsung Sabtu menjadi semifinal kedua Sabar/Reza dalam turnamen Final BWF. Pada 2024, mereka lolos dari penyisihan bersama Fajar/Muhammad Rian Ardianto di grup yang sama, tetapi dua wakil Indonesia itu kalah di semifinal. Sabar/Reza kalah dari Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) yang akhirnya juara.
Sabar/Reza bermain di Hangzhou setelah memperkuat Indonesia dalam SEA Games Thailand 2025. Pada debut dalam ajang multicabang se-Asia Tenggara itu, mereka turut mengantarkan ”Merah Putih” meraih emas beregu putra dan menambahnya dari ganda putra. Dengan jadwal padat pada akhir tahun ini, mereka berusaha menjaga kondisi fisik agar bisa bermain baik meski dalam kondisi lelah.
”Kami merasa penampilan di sini cukup baik, performanya berlanjut dari SEA Games kemarin. Namun, daya tahan harus ditambah lagi karena lawan akan semakin kuat,” kata Reza.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/19/e93ae0abd4bf4e8d60da653ed5d4d61d-WhatsApp_Image_2025_12_19_at_21.13.43.jpeg)
Sementara itu, Fajar/Fikri mengakhiri performa pada 2025 tanpa kemenangan dari tiga pertandingan pada penyisihan grup. Padahal, mereka memiliki modal keunggulan dalam statistik pertemuan dengan tiga pasangan yang menjadi pesaing.
Sebelum bertanding di Hangzhou, Fajar/Fikri tiga kali mengalahkan Liang/Wang. Mereka juga selalu menang dalam dua pertemuan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) dan sekali atas Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India). Pengalaman tersebut dimanfaatkan lawan dengan baik untuk mempelajari pola permainan Fajar/Fikri hingga mereka menang pada turnamen dengan persaingan yang lebih ketat.
Bagi Fajar/Fikri, hasil di Final BWF ini menjadi antiklimaks selama berpasangan dalam turnamen BWF sejak Juli. Mereka bisa bermain di Hangzhou melalui poin yang dikumpulkan hanya dalam delapan turnamen selama empat bulan.
Mereka menjalani debut di Jepang Terbuka BWF World Tour Super 750 dengan mencapai perempat final. Setelah itu, Fajar/Fikri lima kali mencapai final meski hanya sekali menjadi juara, yaitu di China Terbuka Super 1000. Berdasarkan daftar ranking yang terakhir kali dikeluarkan BWF pada 16 Desember, Fajar/Fikri menjadi ganda putra terbaik Indonesia dengan menempati peringkat kedelapan dunia.
Persentase kemenangan mereka, yaitu 80 persen hasil dari 28 kali menang dan tujuh kali kalah pada rentang Juli-November, hanya berada di bawah Kim/Seo. Peraih 11 gelar juara pada 2025 ini 33 kali menang dari 35 pertandingan (94,2 persen) pada rentang yang sama.
Fajar menilai, perjalanannya dengan Fikri tak diduga karena dia tak pernah berganti pasangan selama 11 tahun selain bersama Rian. Target menempati ranking 20 besar bersama Fikri pada 2025 pun terlewati dengan berada di ranking kedelapan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/19/5535ffc4392f2631843f767ee0ee0e7e-WhatsApp_Image_2025_12_19_at_21.13.29.jpeg)
”Tahun ini luar biasa dan tak terduga. Semoga ke depannya kami bisa terus berprestasi, baik saya, Fikri, maupun Rian,” kata Fajar.
Hasil tanpa menang dalam penyisihan grup juga didapat Jonatan Christie. Satu-satunya wakil Indonesia pada tunggal putra ini tak bisa memperbaiki hasil semifinal dalam tiga tahun terakhir di Final BWF karena kalah dari Christo Popov, Anders Antonsen, dan Kunlavut Vitidsarn di Grup A tunggal putra. Grup ini memunculkan kejutan dengan tampilnya Popov di posisi teratas dengan hasil tiga kali menang.
Dua wakil lain yang menjalani debut dalam Final BWF akhirnya meraih kemenangan pada pertandingan terakhir mereka di grup. Putri mengalahkan Tomoka Miyazaki (Jepang) 21-17, 21-9, sedangkan Jafar/Felisha menang atas Goh Soon Huat/Lei Shevon Jemie (Malaysia) 21-17, 21-17.
Dengan satu kali menang dan dua kali kalah, Putri dan Jafar/Felisha menempati peringkat ketiga di grup masing-masing. Putri berada di bawah An Se-young dan Akane Yamaguchi pada Grup A tunggal putri, dan di atas Miyazaki. Adapun Jafar/Felisha berada di bawah dua pasangan yang mengalahkan mereka, yaitu Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) dan Chen Tang Jie/toh Ee Wei (Malaysia).
Meskipun gagal melanjutkan langkah ke semifinal, atlet-atlet muda tersebut mendapat pelajaran tak ternilai karena harus berhadapan dengan pemain top dunia pada setiap pertandingan. Mereka pun belajar mengerahkan semua faktor kemampuan, teknis dan nonteknis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/19/a9b561f3ddc66ed0c72c70b51ecfd050-WhatsApp_Image_2025_12_19_at_10.13.35.jpeg)
Putri lolos ke Final BWF 2025 setelah nomor tunggal putri selalu diwakili Gregoria Mariska Tunjung pada 2022-2024. Performa Putri berkembang pada tahun ini dengan meraih beberapa hasil yang belum pernah dicapai sebelumnya, yaitu menjadi finalis turnamen BWF World Tour Super 500 di Hylo Terbuka dan Australia Terbuka. Atlet berusia 23 tahun itu juga menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia.
Dengan performa dan hasil selama setahun ini, Putri memperbaiki peringkat dunianya, dari urutan ke-17 pada awal tahun menjadi ketujuh sejak September. Itu menjadi posisi terbaik yang pernah ditempatinya.
Namun, dia masih terkendala ketika berhadapan dengan pemain-pemain terbaik dunia, terutama An dan Yamaguchi. Meski sudah bisa memberi perlawanan ketat, Putri belum bisa mengalahkan An sebagai peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 dan Yamaguchi, tiga kali juara dunia termasuk pada 2025. Pada penyisihan grup di Hangzhou, Putri kalah dari mereka, masing-masing dalam tiga gim.
”Saya cukup puas bisa bermain di sini karena memang tidak mudah berjuang selama satu tahun penuh untuk bisa tampil di World Tour Finals. Untuk tahun depan pun sama, kalau ingin bermain di turnamen ini harus bisa mendapatkan hasil yang baik di turnamen-turnamen World Tour,” tutur Putri.
Untuk mewujudkan keinginan itu dan bisa terus lebih baik, Putri akan berusaha konsisten dalam menjaga penampilan di lapangan yang diasah dari latihan. Dia juga akan selalu memperhatikan kedisiplinan di luar lapangan untuk menjaga kondisi tubuh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/19/9df0f2422181d6c23cc7ae63235e5031-WhatsApp_Image_2025_12_19_at_12.55.52.jpeg)
Seperti Putri, Jafar/Felisha masih kesulitan saat menghadapi pasangan China, Thailand, dan Malaysia yang menjadi empat ganda campuran terbaik dunia. Di antara empat pasangan terbaik dunia itu, ada Feng/Huang dan Chen/Toh yang satu grup dengan Jafar/Felisha di Hangzhou.
Meski demikian, mereka memiliki modal baik dari tahun pertama di BWF World Tour ini untuk menjalani persaingan pada tahun berikutnya. Meraih gelar pertama BWF World Tour, yaitu dari Taiwan Terbuka Super 300, mencapai semifinal China Terbuka Super 1000 dan final Australia Terbuka Super 500.
”Evaluasi terbesar kami adalah saat menghadapi pasangan empat besar, yaitu dalam faktor konsistensi. Dari segi permainan, sebenarnya kami bisa mengimbangi, tetapi permainan kami menurun pada poin-poin akhir dan itu sering terjadi sejak awal tahun. Jadi, bagi saya, konsistensi di momen-momen krusial itu yang harus jadi fokus evaluasi,” komentar Felisha.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nur Adji