Harga Diri Liverpool Setara Ambisi Arsenal

Liverpool mempersembahkan babak kedua terburuk dalam penampilan kandang Arsenal. Sang juara bertahan menolak kalah demi harga diri di depan ambisi tim calon juara.

09 Jan 2026 07:00 WIB · Olahraga

AP/ian walton

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, KAMIS — Walaupun datang tanpa kekuatan terbaik, tim juara bertahan Liverpool mampu menahan pemuncak klasemen Arsenal yang bermain di rumah sendiri. Pelatih Liverpool Arne Slot berhasil menyulap keterbatasan sosok striker jadi keunggulan terselubung di lapangan. Strategi jitu, ditambah daya juang tinggi, sukses menyulitkan tuan rumah.

Harapan Arsenal untuk unggul delapan poin di posisi teratas Liga Inggris dirusak Liverpool. Tidak seperti prediksi, Arsenal yang sedang dalam tren lima kemenangan beruntun ternyata kesulitan di Stadion Emirates, London, Inggris, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB. Liverpool mencuri poin lewat hasil 0-0.

”Kami menghadapi tim yang luar biasa, tetapi kami memperlihatkan lagi mengapa kami adalah juara musim lalu. Saya pikir itu semua selalu soal bertarung di lapangan. Di liga ini, Anda harus bertarung untuk mendapatkan hasil. Hari ini, kami semua melakukan itu,” kata gelandang Liverpol, Dominik Szoboszlai.

Gelandang Liverpool Dominik Szoboszlai (kiri) berlari dari tekel gelandang Arsenal Declan Rice dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Inggris, pada Jumat (9/1/2026) WIB. Pertandingan antara calon juara musim ini dengan juara bertahan musim lalu itu berakhir tanpa gol.

Tim tamu berkunjung dengan segudang masalah. Dua striker mereka, yakni Hugo Ekitike dan Alexander Isak, cedera. Pemain sayap andalan Mohamed Salah juga belum kembali dari Piala Afrika. Alhasil, Slot menggunakan formasi 4-4-2 tanpa penyerang murni. Gelandang Dominik Szoboszlai dan Florian Wirtz memimpin lini serang.

Berbanding terbalik dengan tuan rumah. Arsenal hanya kehilangan sosok bek sayap Riccardo Calafiori dari sebelas pertama. Itu pun bisa digantikan dengan kehadiran bek tangguh lain, Piero Hincapie. Para pemain bintang juga mengisi bangku cadangan mereka, antara lain Gabriel Jesus dan Eberechi Eze.

Pengaruhnya jelas terlihat. Liverpoool kehilangan taring di kotak penalti. Lihat saja data statistik, ”Si Merah” tidak berhasil mencatatkan tembakan tepat sasaran satu kali pun dari delapan percobaan. Peluang terbaik mereka dihasilkan bek sayap Conor Bradley lewat tembakan spekulatif yang membentur mistar gawang.

Namun, itu adalah bagian dari rencana Slot. Liverpool memang tidak ingin memaksa masuk ke kotak penalti. Mereka memanfaatkan deretan para gelandang untuk menguasai bola di separuh lapangan Arsenal. Tujuannya merusak ritme dan membuat frustrasi tim tuan rumah.

Strategi jitu itu dieksekusi dengan sangat sempurna tepat setelah turun minum. Saat Arsenal sedang berupaya menaikkan tempo demi berburu gol, Liverpool memperlambat permainan. Tim tamu seperti sedang berlatih rondo atau ”kucing-kucingan” di pertahanan lawan.

Arsenal, salah satu tim dengan struktur terbaik saat tanpa penguasaan, kewalahan. Szoboszlai dan Wirtz begitu aktif meminta bola sampai ke tengah. Saat tidak bisa menembus, para pemain Liverpool tinggal mengumpan kembali ke para bek. Selama 45 menit kedua, laga berjalan seperti itu.

Quote

Saya sudah berkata 150 kali, kami tim yang sangat baik melawan tim dengan gaya main tertentu.

Pelatih Liverpool Arne Slot berupaya mengontrol bola dalam pertandingan Liga Inggris versus Arsenal di Stadion Emirates, London, Inggris, pada Jumat (9/1/2026) WIB. Slot, bersama Liverpool, berhasil membawa pulang satu poin lewat hasil imbang 0-0.

Hasilnya, Liverpool mendominasi 65 persen penguasaan pada paruh kedua. Arsenal tidak mampu mencatat percobaan tembakan, sampai masuk waktu injury time. Tim asuhan Slot sukses mempersembahkan babak kedua terburuk dalam penampilan kandang ”Si Meriam”, musim ini. Adapun rekor Arsenal di kandang sangat cemerlang (9 menang, 1 seri).

Slot mengatakan sudah bisa melihat potensi untuk menguasai permainan sejak paruh pertama. ”Betapa baiknya penguasaan bola kami sudah terlihat, bedanya kami lebih konsisten melakukan itu di paruh kedua, membatasi mereka di kotak penalti sendiri. Saya sudah berkata 150 kali, kami tim yang sangat baik melawan tim dengan gaya main tertentu,” jelas sang pelatih.

Rasa frustrasi Arsenal bisa tecermin dari pergantian pemain. Manajer Arsenal Mikel Arteta berupaya mengubah keadaan dengan memasukkan lima pemain sekaligus di paruh kedua. Mulai dari Eze dan Jesus, hingga dua pemain sayap Gabriel Martinelli dan Noni Madueke dimasukkan, tetapi tidak mengubah momentum.

Slot tampak nyaman dengan sebelas pemain utamanya, selain juga tidak punya banyak pilihan di bangku cadangan. Satu-satunya pergantian Liverpoool terjadi di injury time paruh kedua. Itu pun karena bek sayap Conor Bradley harus ditandu keluar lapangan karena cedera.

Hasil tersebut, menurut Arteta, cukup adil. ”Kami tahu marjinnya sangat kecil. Di babak pertama, kami berhasil mendominasi dan membuat banyak situasi besar. Hanya saja, kami tidak berhasil mencari umpan yang tepat untuk mencetak gol. Di paruh kedua, kami kesulitan. Laga-laga seperti ini butuh momen magis, seperti di Anfield sebelumnya,” ujarnya.

Arsenal mendominasi paruh pertama dengan penguasaan 59,8 persen dan unggul jumlah tembakan. Liverpool terbilang cukup pasif, hanya menunggu dengan pertahanan blok tengah. Meskipun terlihat didominasi, tim tamu selalu berhasil menghentikan ancaman pemain lawan saat sudah memasuki daerah berbahaya.

Bek sayap Conor Bradley (kiri) melakukan penetrasi dalam pengawalan bek Arsenal dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Inggris, pada Jumat (9/1/2026) WIB. Bradley harus ditandu keluar lapangan karena cedera di penghujung laga. Pertandingan berakhir imbang 0-0.

Saking kesulitan berkembang, Arsenal baru mampu menghasilkan peluang terbaik pada detik-detik terakhir laga. Peluang itu datang dari sundulan bek Gabriel Magalhaes dari skema bola mati. Namun, sundulannya masih melebar di samping gawang Liverpool.

Lewat hasil itu, Arsenal (49 poin) pun hanya bisa menjaga jarak enam poin dari dua pesaing lain dalam perburuan juara, yaitu Manchester City dan Aston Villa. Tim asuhan Arteta gagal memanfaatkan situasi City dan Villa yang sama-sama bermain imbang pada Kamis kemarin. Adapun Liverpool belum beranjak dari peringkat ke-4 (35 poin). (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto