VANCOUVER, KAMIS — Kanada tinggal selangkah lagi untuk mencapai babak gugur Piala Dunia 2026 setelah tampil brilian saat melibas Qatar, 6-0, pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026, Jumat (19/6/2026) WIB. Skuad asuhan Jesse Marsch itu mencetak sejumlah rekor dan sejarah baru, tetapi harus kehilangan gelandang andalan mereka, Ismael Kone, yang mengalami patah tulang kaki kiri.
Namun, kehilangan Kone bukan akhir dari segalanya karena Nathan Saliba mampu mengisi kekosongan serta menghidupkan dinamika lini tengah Kanada.
Kanada—yang bermain di depan ribuan pendukungnya yang memerahkan Stadion BC Place Vancouver—tampil agresif sejak awal. Mereka mengurung Qatar dan membombardir pertahanan dengan tembakan.
Kemenangan Kanada dibuka oleh gol striker Cyle Larin pada menit ke-16. Larin menjadi pemain pertama dari zona CONCACAF yang mencetak gol dalam dua laga beruntun di Piala Dunia setelah pemain Amerika Serikat, Clint Dempsey, pada 2014.
Lini serang Kanada benar-benar buas dalam laga ini. Jonathan David, pemain yang sepanjang musim 2025-2026 menjadi sasaran kritik pedas di Juventus, bak terlahir kembali.
David jeli membaca alur permainan sehingga mampu menempatkan dirinya di posisi dan momen yang tepat untuk mencetak gol. David pun mencetak hattrick gol pada menit ke-29, ke-45+3, dan ke-90+2.
David pun menjadi pemain kedua dari tim nasional di zona CONCACAF yang mencetak tiga gol di Piala Dunia, sejajar dengan Bert Patenaude yang membela AS pada 1930. Dia juga menjadi pemain pertama yang mencetak tiga gol di Piala Dunia dalam laga di negara sendiri setelah penyerang Inggris, Geoff Hurst, pada final Piala Dunia 1966.
Hattrick ini pun menjadi jawaban lantang David kepada para pengkritiknya, terutama setelah Kanada bermain imbang 1-1 melawan Bosnia-Herzegovina pada laga pertama Grup B.
”Itulah kehidupan seorang striker. Anda akan dikritik ketika tidak mencetak gol. Jadi, itu normal,” ujar David, dikutip Canadian Soccer Daily.
Dalam laga melawan Qatar, dia melepaskan lima tendangan tepat ke gawang, setengah dari tendangan ke gawang Kanada. Pergerakannya juga mengacaukan pertahanan lawan sehingga mampu melakukan 15 sentuhan di dalam kotak penalti Qatar.

Cedera Ismael Kone menyakitkan dan emosional, tetapi kami kembali ke lapangan dan menyelesaikan tugas.
Peran sentral David itu bukan hal yang mengejutkan bagi rekan-rekan setimnya. ”Saya cukup tenang, karena saya tahu apa yang bisa diberikan Jonny (David) kepada kami. Jelas dia tidak menampilkan performa terbaiknya di laga terakhir, tetapi sekarang, MVP laga ini. Itulah Jonny,” ujar gelandang Kanada, Stephen Eustaquio.
”Dengan kualitas yang dia miliki, dia bisa membuat segalanya bersinar bagi kami. Jadi, saya sangat senang dia kembali dan ini menjadi dorongan yang sangat besar bagi kami untuk bersaing melawan Swiss,” ucap Eustaquio kemudian.
David sebenarnya berpeluang mencetak gol lebih banyak jika dia tidak dijatuhkan di depan kotak penalti oleh Homam Ahmed. Insiden itu berujung kartu merah bek Qatar tersebut pada menit ke-33. Bermain dengan 10 pemain menguapkan peluang Qatar untuk bangkit karena Kanada menjadi semakin agresif menyerang.
Qatar semakin kesulitan setelah kartu merah kedua pada menit ke-51. Gelandang Assim Madibo melakukan pelanggaran keras sehingga gelandang Kanada, Ismael Kone, cedera kaki kirinya.
Kaki patah
Saat kamera menyorot Kone yang rebah di rumput, bagian bawah kaki kirinya jelas terlihat patah. Dia pun dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi dan akan absen hingga Piala Dunia 2026 berakhir.
”Saya belum berbicara dengan Ismael, tetapi dia berada di rumah sakit. Dia akan bersiap untuk operasi. Saya akan menemui dia setelah konferensi pers ini. Kita akan melihat apa yang akan kita putuskan untuk dia. Keluarganya bersama dia di rumah sakit, jadi ibunya ada di sana dan keluarganya,” ujar Pelatih Kanada Jesse Marsch.
Tekel keras Madibo terhadap Kone itu terjadi di dekat bangku cadangan pemain sehingga rekan-rekan setimnya dan Marsch bisa mendengar bunyi tulang yang patah. Momen ini diakui oleh Marsch mengingatkan dirinya pada cedera patah kaki Tajon Buchanan saat latihan dalam Copa America 2024 lalu.
Pemain sayap Kanada itu pun perlu waktu berbulan-bulan untuk pulih. ”Itu terjadi tepat di depan bangku cadangan,” kata Marsch.
”Kejadiannya tepat di depan kami dan semua orang bisa mendengar tulangnya patah. Jadi, hati kami ikut sedih. Semua orang sedikit terguncang oleh semua kejadian ini. Ismael adalah bagian penting dari tim kami. Ini akan menjadi kehilangan besar bagi kami, apalagi dia telah menjadi pemain yang luar biasa dalam dua pertandingan terakhir ini,” ucap Marsch.
Namun, kekhawatrian pada kekosongan lini tengah langsung terhapus oleh performa solid Nathan Saliba. Gelandang berusia 22 tahun itu mampu menyuntikkan agresivitas, dinamika permainan cepat, serta kerja keras untuk membantu pertahanan.
Pemain Anderlecht itu bermain tenang, gigih, dan krusial dalam menjembatani lini bertahan dan menyerang. Saliba menandai debutnya di Piala Dunia dengan gol tendangan bebas pada menit ke-64. Dia sangat tenang mengeksekusi bola, meluncurkan bola deras membentur tiang gawang, dan memantul masuk ke gawang Qatar.
Gol pertama tendangan bebas
Saliba menjadi pemain pertama yang mencetak gol dari tendangan bebas langsung di Piala Dunia 2026. Seusai mencetak gol keempat Kanada itu, Saliba berlari ke bangku cadangan dan mengangkat jersei bernomor 8 milik Kone sebagai penghormatan terhadap gelandang brilian itu.
Gol Saliba disusul gol bunuh diri Mohamed Manai pada menit ke-75. Manai membelokkan bola tendangan keras Jacob Shaffelburg yang masuk pada babak kedua. Pesta gol Kanada ditutup oleh gol ketiga David memanfaatkan asis jitu Saliba.
”Cedera Ismael Kone menyakitkan dan emosional, tetapi kami kembali ke lapangan dan menyelesaikan tugas. Swiss sudah di depan mata dan pekerjaan belum selesai. Saya pikir kami bisa tampil jauh lebih baik dan kami akan selalu mengingat Kone serta menjalani laga untuk dia,” ujar striker Kanada, Cyle Larin.
Kemenangan pertama Kanada di ajang Piala Dunia ini menempatkan Kanada di puncak Grup B dengan poin empat, sama dengan Swiss di posisi kedua. Swiss kalah selisih gol meskipun pada laga kedua mereka menang 4-1 atas Bosnia-Herzegovina.
Kini, posisi puncak klasemen menjadi rebutan Kanada dan Swiss yang akan bertemu dalam laga terakhir Grup B pada Kamis (25/6/2026) di Vancouver. Kanada ingin meraih tonggak sejarah baru, mencapai babak gugur Piala Dunia untuk pertama kali.
”Kami menunjukkan kepada dunia siapa Kanada sebenarnya. Banyak pemain yang datang dari antah berantah. Kami menunjukkan semangat juang yang kami miliki dan mampu tampil di panggung dunia. Kami baru saja memulai,” ucap Marsch, dikutip FIFA.
”Kami ingin memainkan sepak bola yang akan membangkitkan semangat penonton. Kami ingin menunjukkan bakat dan mentalitas yang kami miliki. Akan ada 40 juta warga Kanada yang mengaku berada di stadion hari ini. Sebanyak 55.000 orang ini beruntung dan mereka menyaksikan penampilan yang luar biasa,” ucap pelatih asal Amerika Serikat berusia 52 tahun itu.
Fakta-data dalam laga Kanada versus Qatar: (Sumber: Opta Statistik)
- Enam gol Kanada merupakan jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak dalam pertandingan Piala Dunia FIFA oleh negara CONCACAF, mengalahkan empat gol yang dicetak oleh Meksiko (1970 vs El Salvador) dan Amerika Serikat (2026 vs Paraguay), serta jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak dalam pertandingan Piala Dunia FIFA oleh negara dari luar Eropa atau Amerika Selatan.
- Jonathan David menjadi pemain Juventus pertama yang mencetak trigol di Piala Dunia FIFA sejak Paolo Rossi dari Italia pada edisi 1982 melawan Brasil.
- Qatar menjadi tim AFC pertama yang menerima dua kartu merah dalam satu pertandingan dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
- Total enam kartu merah yang ditunjukkan pada edisi Piala Dunia 2026 ini adalah yang terbanyak dalam satu Piala Dunia FIFA sejak 2014 (10).
- Gol Nathan Saliba adalah gol pertama yang dicetak langsung dari tendangan bebas di Piala Dunia 2026, serta menjadi gol keempat dari proses seperti itu oleh pemain CONCACAF sejak 1966, menyamai Luis Chavez dari Meksiko (2022), Ronald Gomez dari Kosta Rika (2006) dan Eric Wynalda dari AS (1994).
VANCOUVER, KAMIS — Kanada tinggal selangkah lagi untuk mencapai babak gugur Piala Dunia 2026 setelah tampil brilian saat melibas Qatar, 6-0, pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026, Jumat (19/6/2026) WIB. Skuad asuhan Jesse Marsch itu mencetak sejumlah rekor dan sejarah baru, tetapi harus kehilangan gelandang andalan mereka, Ismael Kone, yang mengalami patah tulang kaki kiri.
Namun, kehilangan Kone bukan akhir dari segalanya karena Nathan Saliba mampu mengisi kekosongan serta menghidupkan dinamika lini tengah Kanada.
Kanada—yang bermain di depan ribuan pendukungnya yang memerahkan Stadion BC Place Vancouver—tampil agresif sejak awal. Mereka mengurung Qatar dan membombardir pertahanan dengan tembakan.
Kemenangan Kanada dibuka oleh gol striker Cyle Larin pada menit ke-16. Larin menjadi pemain pertama dari zona CONCACAF yang mencetak gol dalam dua laga beruntun di Piala Dunia setelah pemain Amerika Serikat, Clint Dempsey, pada 2014.
Lini serang Kanada benar-benar buas dalam laga ini. Jonathan David, pemain yang sepanjang musim 2025-2026 menjadi sasaran kritik pedas di Juventus, bak terlahir kembali.
David jeli membaca alur permainan sehingga mampu menempatkan dirinya di posisi dan momen yang tepat untuk mencetak gol. David pun mencetak hattrick gol pada menit ke-29, ke-45+3, dan ke-90+2.
David pun menjadi pemain kedua dari tim nasional di zona CONCACAF yang mencetak tiga gol di Piala Dunia, sejajar dengan Bert Patenaude yang membela AS pada 1930. Dia juga menjadi pemain pertama yang mencetak tiga gol di Piala Dunia dalam laga di negara sendiri setelah penyerang Inggris, Geoff Hurst, pada final Piala Dunia 1966.
Hattrick ini pun menjadi jawaban lantang David kepada para pengkritiknya, terutama setelah Kanada bermain imbang 1-1 melawan Bosnia-Herzegovina pada laga pertama Grup B.
”Itulah kehidupan seorang striker. Anda akan dikritik ketika tidak mencetak gol. Jadi, itu normal,” ujar David, dikutip Canadian Soccer Daily.
Dalam laga melawan Qatar, dia melepaskan lima tendangan tepat ke gawang, setengah dari tendangan ke gawang Kanada. Pergerakannya juga mengacaukan pertahanan lawan sehingga mampu melakukan 15 sentuhan di dalam kotak penalti Qatar.

Cedera Ismael Kone menyakitkan dan emosional, tetapi kami kembali ke lapangan dan menyelesaikan tugas.
Peran sentral David itu bukan hal yang mengejutkan bagi rekan-rekan setimnya. ”Saya cukup tenang, karena saya tahu apa yang bisa diberikan Jonny (David) kepada kami. Jelas dia tidak menampilkan performa terbaiknya di laga terakhir, tetapi sekarang, MVP laga ini. Itulah Jonny,” ujar gelandang Kanada, Stephen Eustaquio.
”Dengan kualitas yang dia miliki, dia bisa membuat segalanya bersinar bagi kami. Jadi, saya sangat senang dia kembali dan ini menjadi dorongan yang sangat besar bagi kami untuk bersaing melawan Swiss,” ucap Eustaquio kemudian.
David sebenarnya berpeluang mencetak gol lebih banyak jika dia tidak dijatuhkan di depan kotak penalti oleh Homam Ahmed. Insiden itu berujung kartu merah bek Qatar tersebut pada menit ke-33. Bermain dengan 10 pemain menguapkan peluang Qatar untuk bangkit karena Kanada menjadi semakin agresif menyerang.
Qatar semakin kesulitan setelah kartu merah kedua pada menit ke-51. Gelandang Assim Madibo melakukan pelanggaran keras sehingga gelandang Kanada, Ismael Kone, cedera kaki kirinya.
Kaki patah
Saat kamera menyorot Kone yang rebah di rumput, bagian bawah kaki kirinya jelas terlihat patah. Dia pun dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi dan akan absen hingga Piala Dunia 2026 berakhir.
”Saya belum berbicara dengan Ismael, tetapi dia berada di rumah sakit. Dia akan bersiap untuk operasi. Saya akan menemui dia setelah konferensi pers ini. Kita akan melihat apa yang akan kita putuskan untuk dia. Keluarganya bersama dia di rumah sakit, jadi ibunya ada di sana dan keluarganya,” ujar Pelatih Kanada Jesse Marsch.
Tekel keras Madibo terhadap Kone itu terjadi di dekat bangku cadangan pemain sehingga rekan-rekan setimnya dan Marsch bisa mendengar bunyi tulang yang patah. Momen ini diakui oleh Marsch mengingatkan dirinya pada cedera patah kaki Tajon Buchanan saat latihan dalam Copa America 2024 lalu.
Pemain sayap Kanada itu pun perlu waktu berbulan-bulan untuk pulih. ”Itu terjadi tepat di depan bangku cadangan,” kata Marsch.
”Kejadiannya tepat di depan kami dan semua orang bisa mendengar tulangnya patah. Jadi, hati kami ikut sedih. Semua orang sedikit terguncang oleh semua kejadian ini. Ismael adalah bagian penting dari tim kami. Ini akan menjadi kehilangan besar bagi kami, apalagi dia telah menjadi pemain yang luar biasa dalam dua pertandingan terakhir ini,” ucap Marsch.
Namun, kekhawatrian pada kekosongan lini tengah langsung terhapus oleh performa solid Nathan Saliba. Gelandang berusia 22 tahun itu mampu menyuntikkan agresivitas, dinamika permainan cepat, serta kerja keras untuk membantu pertahanan.
Pemain Anderlecht itu bermain tenang, gigih, dan krusial dalam menjembatani lini bertahan dan menyerang. Saliba menandai debutnya di Piala Dunia dengan gol tendangan bebas pada menit ke-64. Dia sangat tenang mengeksekusi bola, meluncurkan bola deras membentur tiang gawang, dan memantul masuk ke gawang Qatar.
Gol pertama tendangan bebas
Saliba menjadi pemain pertama yang mencetak gol dari tendangan bebas langsung di Piala Dunia 2026. Seusai mencetak gol keempat Kanada itu, Saliba berlari ke bangku cadangan dan mengangkat jersei bernomor 8 milik Kone sebagai penghormatan terhadap gelandang brilian itu.
Gol Saliba disusul gol bunuh diri Mohamed Manai pada menit ke-75. Manai membelokkan bola tendangan keras Jacob Shaffelburg yang masuk pada babak kedua. Pesta gol Kanada ditutup oleh gol ketiga David memanfaatkan asis jitu Saliba.
”Cedera Ismael Kone menyakitkan dan emosional, tetapi kami kembali ke lapangan dan menyelesaikan tugas. Swiss sudah di depan mata dan pekerjaan belum selesai. Saya pikir kami bisa tampil jauh lebih baik dan kami akan selalu mengingat Kone serta menjalani laga untuk dia,” ujar striker Kanada, Cyle Larin.
Kemenangan pertama Kanada di ajang Piala Dunia ini menempatkan Kanada di puncak Grup B dengan poin empat, sama dengan Swiss di posisi kedua. Swiss kalah selisih gol meskipun pada laga kedua mereka menang 4-1 atas Bosnia-Herzegovina.
Kini, posisi puncak klasemen menjadi rebutan Kanada dan Swiss yang akan bertemu dalam laga terakhir Grup B pada Kamis (25/6/2026) di Vancouver. Kanada ingin meraih tonggak sejarah baru, mencapai babak gugur Piala Dunia untuk pertama kali.
”Kami menunjukkan kepada dunia siapa Kanada sebenarnya. Banyak pemain yang datang dari antah berantah. Kami menunjukkan semangat juang yang kami miliki dan mampu tampil di panggung dunia. Kami baru saja memulai,” ucap Marsch, dikutip FIFA.
”Kami ingin memainkan sepak bola yang akan membangkitkan semangat penonton. Kami ingin menunjukkan bakat dan mentalitas yang kami miliki. Akan ada 40 juta warga Kanada yang mengaku berada di stadion hari ini. Sebanyak 55.000 orang ini beruntung dan mereka menyaksikan penampilan yang luar biasa,” ucap pelatih asal Amerika Serikat berusia 52 tahun itu.
Fakta-data dalam laga Kanada versus Qatar: (Sumber: Opta Statistik)
- Enam gol Kanada merupakan jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak dalam pertandingan Piala Dunia FIFA oleh negara CONCACAF, mengalahkan empat gol yang dicetak oleh Meksiko (1970 vs El Salvador) dan Amerika Serikat (2026 vs Paraguay), serta jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak dalam pertandingan Piala Dunia FIFA oleh negara dari luar Eropa atau Amerika Selatan.
- Jonathan David menjadi pemain Juventus pertama yang mencetak trigol di Piala Dunia FIFA sejak Paolo Rossi dari Italia pada edisi 1982 melawan Brasil.
- Qatar menjadi tim AFC pertama yang menerima dua kartu merah dalam satu pertandingan dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
- Total enam kartu merah yang ditunjukkan pada edisi Piala Dunia 2026 ini adalah yang terbanyak dalam satu Piala Dunia FIFA sejak 2014 (10).
- Gol Nathan Saliba adalah gol pertama yang dicetak langsung dari tendangan bebas di Piala Dunia 2026, serta menjadi gol keempat dari proses seperti itu oleh pemain CONCACAF sejak 1966, menyamai Luis Chavez dari Meksiko (2022), Ronald Gomez dari Kosta Rika (2006) dan Eric Wynalda dari AS (1994).