Pasangan Pramono-Rano unggul di enam wilayah administrasi kabupaten/kota di DKI Jakarta serta unggul di 42 dari 44 kecamatan di Jakarta.
05 Des 2024 16:36 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum di enam wilayah administrasi kabupaten/kota Jakarta telah menyelesaikan rekapitulasi suara dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2024 pada Kamis (5/12/2024) siang. Hasilnya, pasangan nomor urut 3, yakni Pramono Anung-Rano Karno, unggul dengan perolehan 2.183.239 suara atau 50,07 persen.
”Seluruh KPU kota dan kabupaten di Jakarta sudah mengesahkan (hasil) rapat pleno mereka dan akan dilanjutkan di tingkat provinsi. Dari seluruh hasil rekapitulasi, pasangan nomor urut 3, Pramono-Rano, unggul di seluruh wilayah,” kata Ketua KPU Jakarta Wahyu Dinata.
Sementara itu, pasangan Ridwan Kamil-Suswono mengumpulkan total suara 1.718.160 atau 39,41 persen dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mengantongi 459.230 suara atau 10,52 persen.
Dengan demikian, jumlah pemilih di Jakarta dalam Pilkada 2024 mencapai 4.360.629 pemilih. Sementara jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Jakarta 2024 ditetapkan sebanyak 8.214.007 orang.
Rekapitulasi KPU tingkat kota/kabupaten di Jakarta berawal dari Kepulauan Seribu pada Minggu (1/12/2024). Wilayah lain juga menyelenggarakan rekapitulasi masing-masing hingga terakhir KPU Jakarta Pusat pada Kamis (5/12/2024).
Setelah ini, KPU Jakarta akan menyelenggarakan rekapitulasi tingkat provinsi. Wahyu menargetkan hasil rekapitulasi tingkat provinsi akan selesai pada 9 Desember 2024.
”Saya meminta masyarakat menunggu hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi selesai. Hal ini terkait kepastian apakah Pilkada Jakarta akan digelar dua atau satu putaran,” ujar Wahyu.
Adapun Ketua KPU Kota Administrasi Jakarta Pusat Efniadiansyah sudah mengetok palu untuk menutup rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota di Jakarta Pusat. Hasilnya, Pramono-Rano mendapatkan suara tertinggi.
Hasil akhirnya, pasangan ini memperoleh 220.372 suara (52,78 persen). Kemudian, Ridwan Kamil-Suswono meraih 152.235 suara (36,46 persen) dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana meraih 44.865 suara (10,74 persen).
Efniadiansyah mengatakan, jumlah pemilih dalam DPT di Jakarta Pusat ada 813.721 orang, sedangkan warga yang menggunakan hak pilih pada Pilkada 2024 sebanyak 455.549 orang.
”Dari jumlah pemilih ini, suara sah sebanyak 417.472 dan suara tidak sah sebanyak 38.077. Pramono-Rano unggul di seluruh kecamatan di Jakarta Pusat,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/04/4d592d29-1c9a-41d5-addb-84601b62b19f_jpg.jpg)
Pramono-Rano juga unggul di Jakarta Utara dengan hasil akhir 328.486 suara. Kemudian, Ridwan-Suswono dengan 261.463 suara dan Dharma-Kun 77.026 suara.
”Pramono-Rano menang di lima kecamatan (Penjaringan, Tanjung Priok, Koja, Pademangan, dan Kelapa Gading), sedangkan Ridwan-Suswono hanya menang di Kecamatan Cilincing,” kata Ketua KPU Jakarta Utara Abdul Bahder Maloko.
Jumlah pemilih dalam DPT di Jakarta Utara 1.345.815 orang, sementara pemilih yang menggunakan hak pilihnya mencapai 712.367 orang. Dari jumlah pemilih tersebut, suara sah sebanyak 666.975 dan suara tidak sah sebanyak 45.392.
Ketua KPU Jakarta Barat Endang Istianti juga mengatakan bahwa Pramono-Rano mendapat perolehan suara 500.738 atau unggul di wilayahnya. Pasangan ini menggungguli Ridwan Kamil-Suswono yang memperoleh 386.880 suara dan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana dengan perolehan 109.457 suara.
Jumlah pemilih dalam DPT di Jakarta Barat ada 1.909.774 orang dan yang turut menggunakan hak pilih ada 1.069.002 orang. Adapun suara sah berjumlah 997.075 dan suara tidak sah berjumlah 71.927.
”Pram-Doel juga unggul di masing-masing delapan kecamatan di Jakarta Barat, yakni Tamansari, Palmerah, Tambora, Kembangan, Kalideres, Cengkareng, Grogol Petamburan, dan Kebon Jeruk,” kata Endang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/28/7378ca9a-259e-43af-b7ed-1c0857cf48ff_jpg.jpg)
Dari sepuluh kecamatan di Jakarta Timur, Pramono-Rano mengantongi kemenangan dengan total suara sebanyak 635.170. Kemudian disusul Ridwan-Suswono yang memperoleh sebanyak 535.613 suara dan Dharma-Kun dengan total suara sebanyak 136.935.
Jumlah pemilih dalam DPT di Jakarta Timur ada 2.374.828 orang dan yang menggunakan hak pilih ada 1.425.834 orang. Dari jumlah tersebut, jumlah seluruh suara sah ada 1.307.718 dan suara tidak sah 118.116.
”Pasangan Pramono-Rano menang di seluruh kecamatan, selain di Kacamatan Pasar Rebo,” ujar Ketua KPU Jakarta Timur Tedi Kurnia.
KPU Jakarta Selatan juga telah menetapkan Pramono Anung-Rano Karno sebagai pemenang di wilayah tersebut. Ketua KPU Jakarta Selatan Taqiyuddin menyebut, Pramono-Rano mendapatkan 491.017 suara. Sementara pasangan Ridwan Kamil-Suswono meraih 375.391 suara dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 90.294 suara.
”Jumlah pemilih dalam DPT di Jakarta Selatan ada 1.748.961 orang dan pemilih yang berpartisipasi ada 1.046.480 orang. Jumlah akhir sebanyak 956.702 suara sah dan 89.778 suara tidak sah,” tutur Taqiyuddin.
Sebelumnya, Wahyu Dinata telah mengumumkan keunggulan pasangan Pramono-Rano di Kepulauan Seribu dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Kepulauan Seribu pada Minggu (1/12/2024).
Pasangan ini meraih 7.456 suara dari 15.161 warga yang menggunakan hak pilih. Sementara jumlah pemilih dalam DPT di Kepulauan Seribu ada 20.908 orang. Selanjutnya, disusul Ridwan-Suswono dengan perolehan 6.578 suara dan pasangan Dharma-Kun mendapatkan 653 suara.
Dengan demikian, pasangan Pram-Doel unggul di enam diwilayah Jakarta serta unggul di 42 kecamatan dari 44 kecamatan di Jakarta. Pram-Doel hanya kalah dari pasangan Ridwan Kamil di Kecamatan Pasar Rebo di Jakarta Timur dan di Kecamatan Cilincing di Jakarta Utara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/18/6e136b709e12b9fd92a7b74f89e94dcb-1bfe13f5_38cd_4308_9aad_682908097ea4_jpg.jpg)
Menanggapi kemenangan Pramono-Rano, Juru Kampanye Tim Pemenangan Pram-Rano, Yuke Yurike, menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Jakarta.
Yuke berjanji, pasangan Pram-Rano akan menunaikan visi dan misinya saat dinyatakan menang secara resmi oleh KPU dan dilantik sebagai pemimpin Jakarta.
Menurut Yuke, kemenangan Pram-Rano ini tidak lepas dari kerja sama para pendukungnya, mulai dari partai, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, anak muda, dan para sukarelawan. Pihaknya juga akan terus menjaga suara. Terlebih, pihaknya juga mengantongi hasil rekapitulasi internal.
Meskipun penghitungan suara telah rampung, jumlah partisipasi dalam Pilkada Jakarta 2024 dinilai sangat rendah. Jumlah pemilih dalam Pilkada 2024 hanya 4.360.629 orang dari daftar pemilih tetap sebanyak 8.214.007 orang. Artinya, angka partisipasi pemilih pada Pilkada Jakarta 2024 hanya 53,05 persen karena 3.853.378 warga tidak menggunakan hak pilihnya.
Dibandingkan dengan tingkat partisipasi saat Pemilihan Umum 2024, angka partisipasi pemilih di Jakarta kali ini turun. Saat pemilu lalu tercatat angka 78,3 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya.
Adapun pada Pilkada 2007 dan 2012, partisipasi pemilih di Jakarta mencapai 65 persen, sedangkan Pilkada 2017 jumlahnya justru meningkat lebih dari 70 persen.
Pengamat politik dari Charta Politika, Dadang Nurjaman, menilai partisipasi masyarakat Jakarta menurun karena masyarakat jenuh. Ia menduga sosok calon pemimpin Jakarta turut berpengaruh terhadap keinginan masyarakat untuk memilih.
”Misalnya, banyak yang golput karena tidak ada sosok yang diinginkan dalam pilkada kali ini,” ujar Dadang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/04/8c7820ad-6104-40ed-99a5-634bdb06ee98_jpg.jpg)
Di sisi lain, anggapan kepala daerah tidak akan memberikan dampak yang signifikan untuk masyarakat menimbulkan banyak warga yang tidak mau terlibat dalam pilkada.
Ketua Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Jakarta Astri Megatari mengatakan, pihaknya telah berupaya mengajak warga Jakarta datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya. Dengan menurunnya jumlah partisipasi pemilih saat pilkada, ia menyebut bakal mengevaluasi program sosialisasinya.
”Informasi pelaksanaan pilkada sudah kami sampaikan jauh-jauh hari, mulai awal tahapan dan sosialisasi. Namun, hasilnya lebih rendah sehingga kami perlu mengkajinya,” ucapnya.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-HamasyEditor:
Mukhamad Kurniawan