Hendra/Ahsan Pamitan

Hendra/Ahsan mengumumkan pensiun pada 2024, lalu menjalani laga terakhir pada babak kedua Indonesia Masters 2025. Pensiunnya mereka ditutup dengan acara perpisahan.

26 Jan 2025 15:49 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Setelah menyelesaikan pertandingan terakhir dalam karier mereka, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan akhirnya berpamitan. Mereka meninggalkan lapangan bulu tangkis dengan harapan bulu tangkis Indonesia, khususnya pada nomor ganda putra, bisa bangkit.

Acara perpisahan Hendra/Ahsan, yang pensiun sebagai atlet, digelar pada hari terakhir turnamen Daihatsu Indonesia Masters di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (26/1/2025), sebelum berlangsungnya partai final. Mereka juga tampil dalam turnamen yang berlangsung 21-26 Januari tersebut dan tersingkir pada babak kedua.

Kekalahan dari Junaidi Arif/Roy King Yap (Malaysia) akhirnya menjadi pertandingan resmi terakhir Hendra/Ahsan yang berpasangan sejak 2012. Momen haru dan emosional Hendra/Ahsan pun telah terasa pada akhir pertandingan tersebut, 23 Januari, apalagi ketika Ahsan menangis sambil memeluk Hendra.

Dalam acara perpisahan bernama ”Moment of Honor, Tribute to The Daddies”, mereka berpelukan kembali di atas panggung yang kemudian disambut tepuk tangan penonton. Selain penggemar bulu tangkis Indonesia, acara tersebut dihadiri keluarga Hendra dan Ahsan, termasuk orangtua Hendra yang datang dari Pemalang, Jawa Tengah.

Mereka yang menjadi bagian dari perjalanan Hendra/Ahsan untuk menjadi salah satu ganda putra terbaik dunia juga ada dalam acara yang sederhana tapi berwarna haru tersebut. Ada perwakilan dari klub asal Hendra dan Ahsan, seperti Rudy Hartono (PB Jaya Raya) dan Yoppy Rosimin (PB Djarum), serta dua mantan pelatih pelatnas yang punya peran besar dalam karier ”The Daddies”, yaitu Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya, pebulu tangkis Korea Selatan, Seo Seung-Jae, pelatih Hendrawan, pelatih Herry Iman Pierngadi, pebulu tangkis Hendra Setiawan, dan pebulu tangkis Mohammad Ahsan bersalam-salaman pada acara Tribute to The Daddies di tengah turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/1/2025). Indonesia Masters menutup perjalanan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan di turnamen bulu tangkis profesional. Untuk menutup kisah The Daddies, Indonesia Masters 2025 mempersembahkan acara Tribute to The Daddies. Dalam acara tersebut Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung mereka selama menjadi atlet. Pada acara itu juga Hendra/Ahsan bertanding pertandingan eksebisi melawan pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan Seo Seung-Jae dan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 24-01-2025

Ahsan bahkan memilih Herry sebagai sosok yang punya peran besar dalam kariernya untuk naik ke panggung dan memberikan testimoni. Adapun Hendra memilih Hendrawan, mantan atlet tunggal putra yang juga kakak iparnya.

Herry bercerita bahwa kedekatannya dengan Ahsan dimulai sejak pemain asal Palembang, Sumatera Selatan, itu bergabung ke pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, pada 2006. ”Tak hanya itu, Ahsan juga sering bercerita tentang kehidupan pribadinya karena dia tinggal jauh dari orangtuanya. Dia sudah seperti adik saya. Makanya, banyak rahasia di antara kami, tapi itu hanya untuk kami saja,” kata Herry sambil bercanda.

Tak hanya Ahsan yang berterima kasih kepada sosok yang akan menjadi pelatih ganda putra Malaysia mulai Februari 2025 ini, Herry pun berterima kasih kepada Ahsan dan Hendra atas dedikasi mereka. Tiga kali juara dunia ganda putra itu pun berperan membantu Herry dalam melatih pemain-pemain muda. Herry menilai, dedikasi, kerja keras, dan disiplin Hendra/Ahsan yang tak luntur sejak yunior hingga pensiun patut dicontoh atlet-atlet muda.

Sementara Hendrawan bercerita tentang Hendra kecil yang sering ikut berlatih bulu tangkis dengannya. ”Saat melihat dia bermain, saya melihat dia punya karakter yang bisa menjadikannya atlet bagus. Sejak kecil hingga saat ini, ada karakter yang tak berubah dari dia, yaitu tidak mau kalah, pekerja keras, dan punya disiplin tinggi. Maka, ketika ada atlet pensiun pada usia 40 tahun, pasti ada yang luar biasa dengan atlet itu,” kata juara dunia tunggal putra 2001 itu.

Sifat lain dari Hendra yang tak berubah juga diungkapkan Hendrawan dengan nada serius tapi santai. ”Sejak kecil, orangnya kalem. Ekspresi menang atau kalah sama saja. Saya bahkan tidak tahu kapan dia sedih atau senang,” lanjut Hendrawan, suami dari Silvia Anggraeni, kakak dari Hendra.

Penggemar tak kuasa menahan tangis saat pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, berpamitan pada acara Tribute to The Daddies di tengah turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/1/2025). Indonesia Masters menutup perjalanan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan di turnamen bulu tangkis profesional. Untuk menutup kisah The Daddies, Indonesia Masters 2025 mempersembahkan acara Tribute to The Daddies. Dalam acara tersebut Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung mereka selama menjadi atlet. Pada acara itu juga Hendra/Ahsan bertanding pertandingan eksebisi melawan pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan Seo Seung-Jae dan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 24-01-2025

Kesan-kesan untuk Hendra/Ahsan pun disampaikan atlet luar Indonesia melalui video yang ditayangkan di layar. Atlet yang menyampaikan kesan mereka di antaranya Hiroyuki Endo, Kenichi Hayakawa, Kim Astrup, Anders Skaarup Rasmussen, Zheng Si Wei, dan Huang Ya Qiong. Ganda putra muda China, Liang Wei Keng/Wang Chang, mengatakan bahwa mereka ingin menjadi seperti Hendra/Ahsan.

Testimoni dari atlet-atlet internasional itu kemudian ditutup pernyataan dari mantan pebulu tangkis Inggris yang menjadi komentator untuk turnamen-turnamen BWF, Gillian Clark. Dengan suara dan intonasi khas seperti ketika menjadi komentator pertandingan, Clark menilai bahwa Hendra/Ahsan telah menjadi pemain yang membuat permainan ganda putra menjadi menyenangkan untuk ditonton. ”Terima kasih telah memperlihatkan keindahan permainan ganda putra,” katanya.

Clark sering kali tak lepas membahas Hendra/Ahsan saat mengomentari pertandingan ganda putra meskipun mantan pasangan nomor satu dunia itu tak bertanding. Dia pun menyebut bahwa kemampuan teknis Hendra/Ahsan tak berubah meski tak lagi memiliki kecepatan.

Sementara Hendra dan Ahsan menyampaikan terima kasih mereka kepada istri, anak-anak, orangtua, klub, dan semua pelatih yang mendampingi mereka sejak kecil. Rasa haru tak terhindarkan ketika mereka menyebut jasa orangtua.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan foto bersama bersama keluarga mereka pada acara Tribute to The Daddies di tengah turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/1/2025). Indonesia Masters menutup perjalanan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan di turnamen bulu tangkis profesional. Untuk menutup kisah The Daddies, Indonesia Masters 2025 mempersembahkan acara Tribute to The Daddies. Dalam acara tersebut Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung mereka selama menjadi atlet. Pada acara itu juga Hendra/Ahsan bertanding pertandingan eksebisi melawan pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan Seo Seung-Jae dan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 24-01-2025

Mereka juga berharap ganda putra Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan, apalagi persaingan di level dunia makin merata dengan sering lahirnya juara yang berbeda dari satu turnamen ke turnamen.

Sepeninggal Hendra/Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, yang pensiun pada 2024, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi pasangan yang paling senior. Mereka menjuarai All England 2023 dan 2024, tetapi kesulitan konsisten pada performa yang tinggi.

Di bawah Fajar/Rian, terdapat tiga pasangan lain di pelatnas utama, tetapi belum menunjukkan prestasi di level tinggi, yaitu dalam turnamen Super 750 dan 1000. Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Rahmat Hidayat. Pada turnamen Indonesia Masters, mereka tersingkir dalam dua babak awal.

Melawan Kevin

Selain acara berupa testimoni, penyampaian kesan dari Hendra/Ahsan, serta pemberian suvenir dari PB Jaya Raya dan PB Djarum, acara perpisahan The Daddies juga diisi oleh pertandingan ekshibisi. Dalam pertandingan 2 gim x 12 menit, Hendra/Ahsan berhadapan dengan dua pemain yang mereka undang, yaitu Kevin dan pemain Korea Selatan, Seo Seung-jae.

Begitu Kevin dipanggil pembawa acara untuk memasuki lapangan, penonton berteriak histeris. Teriakan mereka yang memekakkan telinga ini sudah jarang terdengar di Istora ketika penonton turnamen semakin sepi seiring dengan sepinya prestasi bulu tangkis Indonesia.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya yang berpasangan dengan pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan Seo Seung-Jae membantu pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, saat bertanding di acara Tribute to The Daddies di tengah turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/1/2025). Indonesia Masters menutup perjalanan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan di turnamen bulu tangkis profesional. Untuk menutup kisah The Daddies, Indonesia Masters 2025 mempersembahkan acara Tribute to The Daddies. Dalam acara tersebut Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung mereka selama menjadi atlet. Pada acara itu juga Hendra/Ahsan bertanding pertandingan eksebisi melawan pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan Seo Seung-Jae dan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 24-01-2025

Diceritakan Hendra, semula dia meminta bermain melawan Kevin/Marcus Fernaldi Gideon. Namun, karena Marcus tak bisa datang, Seo menjadi pengganti. Kebetulan, Seo masih berada di Jakarta setelah kalah pada babak pertama, berpasangan dengan Yong Jin.

Pertandingan itu melibatkan Herry dan Aryono yang diminta duduk di kursi pelatih masing-masing pasangan. Laga itu pun menjadi hiburan bagi penonton ketika masing-masing pemain memperlihatkan kemampuan tingkat tinggi mereka.

Penonton tergelak saat pada akhirnya terjadi pertandingan tiga lawan satu, satu lawan satu, atau ketika Aryono dan Herry diminta bermain oleh Seo dan Ahsan. ”Meskipun tadi pertandingan ekshibisi, saya senang bisa mendampingi Hendra/Ahsan. Itu menjadi tugas saya yang terakhir di sini,” kata Herry.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto