Hujan Hadiah dari Sang MVP NBA Shai Gilgeous-Alexander

Shai Gilgeous-Alexander terus memberikan kejutan seusai meraih gelar MVP. Mulai dari hadiah mewah kepada rekan setim sampai performa spesial untuk publik Oklahoma.

23 Mei 2025 18:24 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

OKLAHOMA, JUMAT — Natal masih lama, tetapi sosok sinterklas seperti sudah hadir di kota Oklahoma. Sosok itu muncul dalam diri guard bintang Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander. Setelah menyerahkan kado untuk rekan setimnya, dia memberikan hadiah kepada publik Oklahoma.

Shai versi sinterklas datang di kandang Thunder, Stadion Paycom Center, pada Jumat (23/5/2025) WIB. Hari itu bertepatan dengan penyerahan trofi Most Valuable Player NBA musim 2024-2025 kepadanya dan gim dua final Wilayah Barat antara Thunder dan Minnesota Timberwolves.

Di hari istimewa itu Shai turut memberikan suguhan spesial. Dia menginspirasi kemenangan Thunder 118-103 dengan sumbangan 38 poin dan 8 asis. Guard yang dikritik karena terlalu bergantung pada tembakan bebas itu membuktikan diri dengan raihan 25 poin dari permainan terbuka.

Berkat kemenangan itu, Thunder unggul 2-0 atas Timberwolves. Mereka hanya butuh dua kemenangan lagi untuk kembali ke final NBA setelah terakhir kali pada musim 2011-2012. ”Saya senang kami menang sehingga saya dapat menikmati hal-hal baik yang terjadi selama beberapa waktu terakhir,” kata Shai.

OKLAHOMA CITY, OKLAHOMA - MAY 22: Shai Gilgeous-Alexander #2 of the Oklahoma City Thunder passes over Nickeil Alexander-Walker #9 of the Minnesota Timberwolves during the first quarter in Game Two of the Western Conference Finals of the 2025 NBA Playoffs at Paycom Center on May 22, 2025 in Oklahoma City, Oklahoma. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement.   William Purnell/Getty Images/AFP (Photo by William Purnell / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Penghargaan MVP sangat berarti bagi pemain 26 tahun tersebut. Setelah berkarier selama tujuh musim, Shai akhirnya meraih gelar individu penanda pemain terbaik di liga itu. Dia menjadi warga Kanada kedua yang menyabet MVP setelah guard legendaris Steve Nash pada 20 tahun silam.

Shai menang mutlak dengan mendapatkan 71 suara di peringkat pertama dan 29 suara di peringkat kedua dari 100 pemilih yang terdiri dari penulis dan penyiar olahraga. Dia mengalahkan tiga kali pemenang MVP dalam empat musim terakhir asal Denver Nuggets, yaitu Nikola Jokic.

Wajar jika pemain yang pernah tampil di Jakarta dalam Piala Dunia FIBA 2023 tersebut cukup emosional. Sebelum laga kedua versus Timberwolves dan penyerahan trofi MVP, dia sempat memberikan keranjang hadiah senilai nyaris Rp 200 juta untuk setiap pemain Thunder.

Keranjang itu berisi jam tangan mewah, ponsel terbaru, penyuara jemala, dan jaket bulu angsa dari Kanada. ”(Hadiah) itu tidak ada apa-apa dibandingkan dengan yang mereka berikan. Tanpa mereka, saya tidak akan dapat MVP,” ujar pemain dengan gaji sekitar Rp 560 miliar per tahun itu.

Nyaris tidak mungkin memberikan hadiah serupa untuk seisi Oklahoma. Oleh karena itu, Shai menunjukkan rasa terima kasih dengan penampilan heroik di gim kedua. Adapun publik Oklahoma selalu setia berada di belakangnya sejak sang pemain ”dibuang” oleh Los Angeles Clippers.

Tidak terbendung

Meskipun datang dengan motivasi lebih, Shai sama sekali tidak kehilangan kontrol. Dia justru tampil lebih tenang dibandingkan dengan gim satu. Di laga sebelumnya, dia terlalu terburu-buru dan hanya berhasil memasukkan dua dari 13 percobaan tembakan selama paruh pertama.

Shai sabar menunggu kesempatan di gim dua. Dia baru beraksi saat paruh pertama tersisa tiga menit. Dalam rentang itu, dia langsung menciptakan delapan poin. Salah satunya lewat tembakan tiga angka yang membalikkan keunggulan Thunder. Shai menyudahi paruh itu dengan 19 poin (6-9).

Pemain tim Kanada Shai Gilgeous Alexander (kanan) berhadapan dengan pemain tim Spanyol Alberto Diaz (kiri) dalam laga babak penyisihan Piala Dunia FIBA 2023 di Stadion Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (3/9/2023). Tim Kanada menyingkirkan tim juara Piala Dunia FIBA 2019 yaitu tim Spanyol dengan keunggulan 88-85. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 3-9-2023

Setelah itu, Shai semakin nyaman di kuarter ketiga. Dia menyumbang 11 poin untuk membuat Thunder unggul 35-21 dalam kuarter itu. Shai juga menginspirasi laju skor 17-2 yang diciptakan tuan rumah. Adapun sumber kekalahan terbesar Timberwolves berasal dari kuarter tersebut.

Pelatih Kepala Thunder Mark Daigneault terpukau dengan konsistensi anak asuhannya itu. ”Anda seperti tidak pernah merasa bahwa dia akan kehilangan ritme atau melakukan kesalahan. Dia selalu menunjukkan ketangguhan mental yang hebat dan konsistensi dalam setiap penguasaan,” ujarnya.

Gaya bermain Shai terbilang sederhana. Dia selalu mengincar duel satu lawan satu untuk menciptakan situasi tembakan di dekat keranjang ataupun jarak tengah. Pemain bertahan lawan sudah menyadari niatnya untuk melakukan penetrasi, tetapi tetap sangat sulit dihentikan.

Shai memiliki kemampuan untuk melakukan akselerasi dan deselerasi dribel pada saat paling tepat. Dia juga mampu menginisiasi kontak agar mendapatkan pelanggaran dan tembakan bebas. Tim lawan seperti hanya diberikan dua opsi, membiarkan lewat atau melanggarnya.

Shai merupakan pemain dengan rerata jumlah tembakan bebas masuk terbanyak pada musim reguler, 7,9 kali per laga. Dia melanjutkan tren itu dalam seri versus Timberwolves. Shai sudah mendapatkan 29 kali tembakan bebas, saat seluruh pemain Thunder lain hanya menghasilkan total 21 kali.

Oklahoma City Thunder guard Shai Gilgeous-Alexander (2) drives against Minnesota Timberwolves guard Mike Conley (10) during the first half of Game 2 of an NBA basketball Western Conference Finals playoff series Thursday, May 22, 2025, in Oklahoma City. (AP Photo/Nate Billings)

Itu yang membuat para pemain Timberwolves sangat frustrasi. Termasuk forward spesialis bertahan Jaden McDaniels yang sukses melimitasi megabintang Los Angeles Lakers, Luka Doncic, di babak pertama. McDaniels sempat sengaja mendorong Shai pada pengujung laga gim dua.

McDaniels dan rekan-rekan sangat kesal karena guard lawan selalu bereaksi lebih terhadap setiap kontak. Menariknya, wasit turut merespons kontak tersebut. ”Saya hanya ingin melanggarnya untuk sesuatu yang benar-benar pelanggaran,” kata McDaniels tentang pelanggaran keras terhadap Shai.

Jika rumus itu tidak bisa dipecahkan, Thunder kemungkinan akan melaju ke partai puncak tanpa rintangan berarti. Shai pun berpotensi mengakhiri musim dengan cincin juara NBA pertama. Adapun terakhir kali peraih MVP bisa menjadi juara pada musim yang sama adalah Stephen Curry (2014-2015). (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto