Tantangan terbesar adalah tetap konsisten antara ucapan dan perbuatan serta menghadirkan keteladanan. Godaan pragmatisme yang menghalalkan segala cara mesti dilawan.
11 Nov 2025 16:11 WIB · Politik & Hukum
Kompas/Hendra A Setyawan
JAKARTA, KOMPAS — Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan, partainya akan tetap konsisten mengusung misi Gerakan Perubahan dalam perjalanannya di kancah politik nasional. Memasuki usia ke-14, konsistensi tersebut salah satunya diwujudkan melalui komitmen penuh untuk mendukung dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
”Kita memang barisan yang mendukung pemerintahan ini. Maka, seluruh daya upaya, pikiran, perhatian, termasuk kegalauan hati kita, apabila pemerintahan ini tidak berhasil. Kita mau pemerintahan ini berhasil,” ujar Surya Paloh dalam pidato Puncak Peringatan HUT Ke-14 Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Paloh menyatakan, kesuksesan pemerintahan saat ini merupakan bagian dari kesuksesan Nasdem. Sebaliknya, jika pemerintahan ini gagal, hal itu akan menjadi ”azab nestapa dan duka” bagi partainya. Sikap ini, lanjut dia, adalah bagian dari konsistensi membawa arus Gerakan Perubahan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/11/40d840b5-5c1b-4d5b-80e0-3ea63cf33c00_jpg.jpg)
Ia mengingatkan, tantangan terbesar bagi kader adalah tetap konsisten antara ucapan dan perbuatan serta menghadirkan suri keteladanan. Godaan pragmatisme yang menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi atau kelompok harus dilawan.
”Inilah kekuatan sesungguhnya, the values of the party (nilai-nilai partai) Nasdem itu sendiri. Konsistensi ucapan dan perbuatannya,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Paloh juga merefleksikan perjalanan elektoral Nasdem sejak didirikan. Ia bersyukur Nasdem berhasil lolos dari parliamentary threshold atau ambang batas parlemen pada pemilu pertamanya dengan raihan 36 kursi (sekitar 7 persen suara nasional).
Perolehan itu kemudian meningkat pada pemilu berikutnya menjadi 59 kursi. Terakhir, pada Pemilu 2024, Nasdem kembali menaikkan perolehan menjadi 69 kursi.
Kita memang barisan yang mendukung pemerintahan ini. Maka, seluruh daya upaya, pikiran, perhatian, termasuk kegalauan hati kita, jika pemerintahan ini tidak berhasil. Kita mau pemerintahan ini berhasil.
Paloh menyebut, capaian pada Pemilu 2024 diraih di tengah situasi yang tidak mudah. Saat itu, Nasdem dihadapkan pada pilihan antara tetap konsisten membawa arus perubahan atau terjebak pada pragmatisme.
”Kami memilih, apa pun risikonya kami hadapi, kami bawa tetap konsisten dalam membawa arus gerakan perubahan,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/11/69dd4767-dbe1-42f3-9506-afd700838520_jpg.jpg)
Saat ditemui seusai acara, Paloh menjelaskan alasan perayaan HUT Ke-14 Nasdem digelar secara sederhana. Hal ini dimaksudkan untuk merefleksikan suasana perjuangan kebangsaan yang masih penuh tantangan.
”Walaupun dalam suasana sederhana seperti ini, tidak kurang artinya betapa kami bersyukur dan bersukahati,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian HUT telah diisi dengan berbagai kegiatan bakti sosial selama sebulan terakhir, seperti donor darah dan pembagian bahan makanan pokok, sebagai wujud partisipasi partai di tengah masyarakat.
Menatap Pemilu 2029, Paloh optimistis Nasdem dapat mempertahankan prestasi yang telah dicapai, bahkan meraih hasil yang lebih besar dengan strategi yang tepat dan militansi kader.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa. Ia menambahkan, perayaan kali ini memang sengaja difokuskan pada kegiatan yang bersifat sosial dan kemanusiaan sebagai komitmen Nasdem untuk meringankan beban masyarakat.
”Dari awal kami gagas acara yang bersifat sosial dan kemanusiaan, seperti donor darah, cek kesehatan, yang dilakukan serentak secara nasional. Tidak hanya oleh DPP, tapi juga oleh DPW dan DPD se-Indonesia, juga ada pembagian sembako,” tutur Saan.
Dalam kesempatan itu, Saan juga menegaskan sikap Nasdem terkait wacana ambang batas parlemen (parliamentary threshold) untuk Pemilu 2029. Ia menyatakan, Nasdem sejak dulu konsisten mengusulkan angka 7 persen.
”Nasdem selalu mengusulkan 7 persen terkait dengan ambang batas parlemen. Dan, nanti kami diskusikan, kami bicarakan dengan partai-partai dan fraksi-fraksi lain,” katanya.
Menurut Saan, pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu di DPR belum dimulai secara formal meski sudah ada beberapa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang perlu ditindaklanjuti. Ia menyebut, saat ini partai-partai, termasuk Nasdem, masih melakukan kajian internal untuk menyusun poin-poin yang akan diusulkan.
Penulis:
Willy Medi Christian NababanEditor:
C. Wahyu Haryo PPenyelaras Bahasa:
Retma Wati