Swiatek dan Rybakina mengawali penampilan pada Final WTA 2025 dengan kemenangan straight sets. Ini menjadi bekal untuk menjalani fase penyisihan grup.
02 Nov 2025 10:31 WIB · Olahraga
AP
RIYADH, SABTU — Setelah selalu bersaing dengan ketat pada dua pertemuan tahun ini, Iga Swiatek menang telak atas Madison Keys dalam turnamen Final WTA. Namun, Swiatek tak boleh menurunkan intensitas permainannya karena kemenangan itu tak menjamin lolos ke fase berikutnya.
Swiatek melawan Keys di King Saud University Indoor Arena, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (1/11/2025), menjadi laga pembuka tunggal putri pada turnamen di pengujung musim ini. Dalam persaingan di Grup Serena Williams, Swiatek menang 6-1, 6-2 hanya dalam waktu satu jam satu menit.
Kemenangan cepat di grup yang sama didapat Elena Rybakina atas Amanda Anisimova. Rybakina menang 6-3, 6-1 dalam pertandingan 57 menit.
”Semua yang saya lakukan saat latihan bisa dipraktikkan pada pertandingan hari ini. Saya mencoba bermain solid dan agresif. Saya bekerja keras setelah turnamen di China untuk menjadi lebih baik,” kata Swiatek.
Turnamen di China yang disebut Swiatek adalah WTA 1000 Beijing dan Wuhan yang berlangsung 24 September-12 Oktober. Petenis ranking kedua dunia itu mendapat hasil buruk karena tersingkir pada babak keempat di Beijing dan perempat final di Wuhan. Kekalahan di Wuhan dialami dengan skor 1-6, 2-6 dari Jasmine Paolini yang juga bermain di Final WTA.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/01/7c52b36da639bf6cae4754ec16d2a2cc-TENNIS_WTA_CHN_133234630.jpg)
Performa pemilik enam gelar juara Grand Slam itu pada tahun ini tidak sekonsisten setahun sebelumnya. Dia baru mencapai final pada turnamen kesepuluh, yaitu WTA 500 Bad Homburg, Jerman, pada pertengahan Juni, tetapi kalah dari Jessica Pegula. Swiatek akhirnya meraih gelar pertama di Wimbledon yang kemudian ditambah dengan gelar dari WTA 1000 Cincinnati dan WTA 500 Seoul.
Setelah tampil di China, Swiatek memanfaatkan waktu untuk berlatih di kota kelahirannya, Warsawa, Polandia. Apalagi, persaingan dalam turnamen Final WTA cukup rumit.
Turnamen yang untuk kedua kali beruntun berlangsung di Arab Saudi ini diikuti delapan petenis terbaik pada nomor tunggal dan ganda. Mereka mengawali persaingan pada fase penyisihan, masing-masing, dalam dua grup. Dengan format round robin, petenis memperebutkan posisi dua teratas setiap grup untuk lolos ke semifinal.
Dalam format tersebut, setiap petenis harus menang dengan skor sebaik mungkin karena setiap angka akan berpengaruh untuk menentukan posisi dalam klasemen. Petenis yang memenangi pertandingan pertama di grup belum tentu lolos ke semifinal, demikian pula sebaliknya.
Swiatek dan Rybakina mendapat modal kemenangan dengan skor telak pada laga pertama mereka. Bagi Swiatek, kemenangan tersebut meningkatkan kepercayaan diri setelah tampil mengecewakan di China. Apalagi, Keys bukan petenis yang mudah dikalahkan.
Sebelum bertemu di Riyadh, Swiatek unggul 5-2 atas Keys. Akan tetapi, Keys membuatnya kesulitan dalam dua pertandingan pada tahun ini saat bertemu di semifinal Australia Terbuka dan perempat final WTA 1000 Madrid. Keys mengalahkan Swiatek di Australia Terbuka, lalu dibalas Swiatek di WTA Madrid, masing-masing, dalam tiga set.
Di Riyadh, dalam pertemuan sesama juara Grand Slam pada tahun ini—Swiatek juara Wimbledon, Keys juara Australia Terbuka—Swiatek bermain lebih solid. Dia lima kali mematahkan servis Keys dan delapan kesempatan, sedangkan servis Swiatek hanya sekali dicuri Keys. Dari total 87 poin yang diperebutkan, Swiatek mendapat 58 poin, sedangkan Keys hanya 29 poin.
”Setelah pertandingan hari ini, saya siap tampil dengan penampilan yang sama pada pertandingan berikutnya,” kata Swiatek yang akan melawan Rybakina, Senin.
Performa Rybakina sepanjang 2025 sebenarnya lebih buruk dari Swiatek dengan hasil terbaik babak keempat Grand Slam dan lolos ke Final WTA pada ”menit-menit akhir”, yaitu ketika mencapai semifinal WTA Tokyo, pekan lalu. Setelah lolos ke semifinal dan memastikan mendapat tempat di Final WTA, Rybakina mengundurkan diri dari turnamen dengan alasan cedera.
Namun, saat melawan Anisimova, Rybakina tak memperlihatkan tanda cedera. Dia bermain sangat baik dan mendapat banyak poin dari servis, termasuk tujuh as.
”Saya puas dengan cara saya servis hari ini. Amanda adalah petenis yang bagus sehingga saya harus melakukan servis dengan baik,” kata Rybakina yang hanya kehilangan empat poin dari servis pertama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/d99ab84dac883d6d516b62c9692d3b7e-MTS_SPO_TEN_WTA_BNP_PARIBAS_OPEN_DAY_5_128114921.jpg)
Setelah empat petenis di Grup Serena Williams, empat lainnya akan memulai penampilan, pada Minggu, di Grup Steffi Graf. Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, akan melawan Paolini, sementara upaya Cori Gauff untuk mempertahankan gelar juara dimulai dengan pertandingan melawan Pegula.
Dalam turnamen putra ATP Masters 1000 Paris, Jannik Sinner mendekati dua pencapaian dengan lolos ke final. Kemenangan 6-0, 6-1 atas Alexander Zverev di semifinal mendekatkan Sinner pada gelar pertama di Paris Masters. Jika juara, Sinner akan kembali ke puncak peringkat dunia, menggeser Carlos Alcaraz yang tersingkir pada babak kedua.
Sinner harus mengalahkan Felix Auger-Aliassime untuk mencapai dua prestasi tersebut. Adapun bagi Auger-Aliassime, kemenangan atas Sinner akan mengantarkannya pada turnamen Final ATP di Turin, Italia, 9-16 November. Turnamen yang diikuti delapan petenis putra terbaik ini tinggal menyisakan satu tiket setelah tujuh wakil lolos.
Dalam turnamen level WTA 250 di Chennai, India, petenis Indonesia, Janice Tjen, akan menjalani dua final di SDAT Tennis Stadium, Minggu. Tjen akan melawan petenis Australia, Kimberly Birrel, pada pertandingan yang menurut rencana dimulai pukul 19.30 WIB.
Lalu, 30 menit setelah acara penghargaan pemenang untuk final tersebut, Tjen akan kembali tampil bersama seniornya, Aldila Sutjiadi. Mereka akan berebut gelar juara dengan Storm Hunter/Monica Niculescu (Australia/Romania).
Tjen dan Birrel mendapat tiket final melalui semifinal yang sama-sama berlangsung ketat. Tjen membutuhkan waktu 2 jam 24 menit untuk mengalahkan petenis Thailand, Lanlana Tararudee, 7-6 (6), 7-6 (5). Tjen menang setelah tertinggal 2-5 pada set kedua.
Birrel bertanding dalam laga yang lebih melelahkan selama 3 jam 24 menit saat melawan Joana Garland (Taiwan). Kemenangan dengan skor 6-7 (2), 6-3, 7-5 didapat setelah Birrel tertinggal 0-5 dan menggagalkan lima match point lawan.
Final melawan Birrel menjadi yang kedua bagi Tjen dalam turnamen WTA Tour. Pada nomor tunggal, Tjen tampil di WTA 250 Sao Paulo, September, tetapi kalah. Adapun dalam persaingan ganda, dia menjuarai WTA 250 Guangzhou saat berpasangan dengan Kataryzna Piter (Polandia). (AFP/REUTERS)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji