Stimulus ekonomi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi domestik menjadi salah satu penopang optimisme pasar.
09 Okt 2025 20:18 WIB · Ekonomi & Bisnis
JAKARTA, KOMPAS — Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada penutupan bursa Kamis (9/10/2025) mencetak rekor baru di level 8.250. Kenaikan harga saham perbankan berkapitalisasi besar kembali menopang pergerakan bursa, selain saham-saham konglomerat. Dengan berbagai katalis positif dalam dan luar negeri dalam jangka pendek, bursa saham diramal bakal kembali melanjutkan kenaikan.
Rekor baru pada penutupan bursa ini dicapai setelah IHSG sempat menyentuh level tertinggi baru di tengah perdagangan bursa (intraday) di level 8.272. Kapitalisasi pasar hari ini sebesar Rp 15.481 triliun. Jumlah itu terus meningkat setelah level kapitalisasi di atas Rp 15.000 triliun berhasil ditembus pada awal Oktober ini.
Secara umum, kenaikan itu dipimpin pembelian beberapa saham perbankan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BBRI) yang harga sahamnya naik sebesar 3,8 persen ke level Rp 3.860.
Ada pula saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 2,4 persen menjadi Rp 7.550 setelah sebelumnya mencapai level terendah dalam tiga tahun terakhir. Kemudian, PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI) naik 3,3 persen ke Rp 4.390.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/09/ed3226244382ebd469881a1a12cb2bce-1000229393.jpg)
Sepanjang perdagangan hari ini, investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp 1 triliun. Investor asing mayoritas membeli saham konglomerat, seperti perusahaan induk tambang mineral dan energi milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Sepanjang hari ini, mereka juga aktif membeli saham tambang BUMN, PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bumi Resources Mineral Tbk milik konglomerat Bakrie.
Phintraco Sekuritas, dalam laporannya pada Kamis sore, menilai, kenaikan IHSG hari ini sebanyak 1,04 persen salah satunya didorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Rupiah hari ini menguat di level terbaik selama tiga pekan terakhir di harga Rp 16.560 per dollar AS.
Faktor dalam negeri, seperti pertumbuhan penjualan ritel domestik yang tetap tumbuh selama empat bulan berturut-turut, juga menopang optimisme pasar. Penjualan sepeda motor juga diumumkan meningkat 7,3 persen pada September 2025 secara tahunan dari kenaikan 0,7 persen di Agustus 2025. Ini merupakan kenaikan selama dua bulan berturut-turut, menyusul penurunan suku bunga Bank Indonesia.
Stimulus suku bunga juga membuat perlambatan penjualan ritel kendaraan roda empat mereda. Pada September 2025, penjualan mobil hanya turun 15 persen secara tahunan setelah sebelumnya mencatatkan penurunan 19 persen di Agustus 2025.
Phintraco Sekuritas menilai, perkembangan ini juga didorong oleh langkah stimulus pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat.
Pandangan serupa juga diutarakan Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, yang membaca sentimen positif pasar akan rencana peluncuran stimulus ekonomi baru.
Faktor domestik ini memberi harapan, selain stimulus faktor global yang datang dari rencana damai yang diutarakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk perang di Timur Tengah antara Israel dan Palestina.
”Adanya rencana pemerintah untuk meluncurkan stimulus ekonomi baru, diikuti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang optimistis bahwa indeks akan terus menguat, mewujudkan hal ini,” kata mereka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/09/a3359efadf03bf9fff2066689dae5111-1000228461.jpg)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ditemui di Jakarta, hari ini menyampaikan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bisa melampaui 5 persen sepanjang tahun ini di tengah tantangan domestik dan global.
”Ke depan, paket (stimulus ekonomi) 8+4+5 ini, termasuk program magang untuk lulusan fresh graduate, akan segera diluncurkan. Dari 20.000 orang langsung kita tingkatkan ke 100.000 penerima program atau 10 persen lulusan perguruan tinggi,” tutur Airlangga.
Kemudian, untuk sektor ketenagakerjaan, ia mengatakan, pemerintah juga mendorong perkembangan ekonomi gig di 15 kota. Proyek percontohannya akan dilakukan di Jakarta, seperti di kawasan Blok M dan Tanah Abang.
”Kita juga terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, mendorong pertumbuhan investasi kemudian hilirisasi berkelanjutan. Bapak Presiden ingin menambah luasan kawasan ekonomi khusus yang berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan perekonomian,” kata Airlangga.
Terkait prediksi IHSG di akhir pekan, Phintraco menganalisa, jika IHSG mampu bertahan di atas level 8.200 disertai volume beli yang besar, ada peluang kenaikan dengan batas atas 8.300 pada Jumat (10/10/2025). Namun, potensi penjualan saham perlu diwaspadai.
Penulis:
Erika KurniaEditor:
Agnes TheodoraPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra