IKN, Ibu Kota Politik, dan Etalase Program Prabowo-Gibran

Pembangunan IKN bukan hanya dari segi fisiknya, melainkan juga menjadikannya sebagai etalase politik program-program unggulan Prabowo-Gibran.

22 Sep 2025 11:55 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo

Pembangunan Ibu Kota Nusantara masih menjadi bagian dari program-program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Menuju ibu kota politik, apa saja persiapan yang perlu dilakukan?

Dekan Cities and Local Governments Institute Asia Pacific Bambang Susantono mengingatkan beberapa hal yang perlu dikawal dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota politik masa depan. Salah satunya, menjadikan pembangunan IKN bukan hanya dari segi fisiknya, melainkan juga menjadikannya sebagai etalase politik program-program unggulan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.

”Di KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan) yang ada Kecamatan Sepaku-nya itu, program-program seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), sekolah unggulan, layanan kesehatan, jaminan sosial harus bagus. Dengan demikian, ibu kota politik sekaligus menjadi etalase politik program-program pemerintahan sekarang,” tutur Bambang yang juga pernah menjabat Kepala Otorita IKN saat dihubungi, Senin (22/9/2025).

Berkali-kali Bambang memaparkan bahwa pembangunan sebuah kota berarti juga pembangunan masyarakatnya. Karena itu, IKN diharap bukan hanya menampilkan kemegahan fisik, melainkan juga kemajuan interaksi sosial dan masyarakat setempat.

Suasana pagi hari di Embung MBH, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Sabtu (12/10/2024). Embung MBH adalah satu dari 22 embung di KIPP IKN yang sudah diselesaikan. Pada tahun 2024 ini ditargetkan akan selesai hingga 30 embung, dan akan terus ditambah hingga 60 embung. Embung MBH memiliki fungsi utama untuk konservasi air dan juga untuk estetika lingkungan. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 12-10-2024

Selain itu, cara membangun IKN juga perlu dipastikan betul-betul ramah lingkungan. Saat memimpin Otorita IKN, Bambang mengakui belum sempat memastikan bahan-bahan konstruksi diambil dari sumber-sumber yang memenuhi kaidah lingkungan hidup. Ke depan, pelaksanaan pembangunan IKN perlu memenuhi kaidah lingkungan, sosial, dan tata kelola pemerintahan (ESG) yang sangat baik. Sebab, prinsip ESG saat ini sudah universal dan sangat diperhatikan dunia.

”Kalau mau membangun ibu kota politik, bangun dengan ESG yang baik, jangan nanggung,” tambahnya.

Karena itu, prinsip inklusivitas dalam pembangunan juga perlu dijaga. Masyarakat setempat perlu disiapkan supaya memiliki keterampilan, kapabilitas, dan standar kerja yang sama dengan para pendatang.

Tanpa menaikkan kapabilitas, keterampilan, dan standar kerja warga lokal, akan terjadi dualisme wajah kota yakni pendatang dengan keterampilan tinggi dan pendapatan tinggi serta warga lokal yang tertinggal. Ketimpangan ini akan menjadi masalah besar di kemudian hari.

Pembangunan hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (12/10/2024). Pemerintah menargetkan pembangunan 47 tower hunian untuk aparatur sipil negara di Ibu Kota Nusantara selesai akhir tahun 2024. Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, pemindahan para ASN ke IKN akan dilakukan setelah seluruh tower hunian tersebut selesai dibangun. KOMPAS/HERU SRI KUMORO 12-10-2024

Menjaga supaya tak ada ketimpangan ini pun bukan berarti meminggirkan atau menghilangkan kampung warga setempat. Kearifan lokal maupun budayanya perlu dilestarikan sembari membuat kampung menjadi bersih dan bisa menjadi tujuan wisata budaya.

”Saya berharap ada green and smart village. Itu akan jauh lebih bermakna bagi warga setempat dan dunia internasional akan sangat menghargai itu, bahwa IKN dibangun dengan aspek inklusivitas yang kuat, bukan menggusur atau meminggirkan masyarakat lokal,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Bambang, semua yang sudah dibangun di IKN sebaiknya segera dioptimalisasi dan dipakai. Gedung maupun infrastruktur yang sudah dibangun tentu berisiko rusak bila tak digunakan. ”Apa pun yang sudah dibangun, pakailah dulu, enggak usah menunggu 2028. Ini akan menjadi optimalisasi apa yang sudah dibangun dari (uang) pembayar pajak,” ujarnya.

Perpres No 79/2025

Sejauh ini, Presiden Prabowo tampak ingin melanjutkan pembangunan IKN dan berharap pembangunan ini bisa berkontribusi pada kemajuan Indonesia. Hal ini terlihat dari Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah tahun 2025.

Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo membantu Wakil Presiden Ma'ruf Amin merapikan kemejanya di Embung di Kawasan Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/8/2024). Prabowo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan IKN dan siap berkantor di IKN.

Pada bagian lampiran, disebutkan target sektor konstruksi tumbuh positif dengan didorong pengembangan sektor industri, pembangunan IKN, dan pembangunan infrastruktur konektivitas. Keberlanjutan pembangunan proyek IKN juga disebut sebagai salah satu faktor pendorong kenaikan permintaan besi baja dalam negeri.

Tak hanya itu, percepatan pembangunan sarana prasarana IKN, termasuk infrastruktur pendukungnya, diharap mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan. Targetnya di wilayah ini, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,8 persen tahun 2025.

Dalam bagian intervensi kebijakan di lampiran perpres yang sama, disebutkan pula perencanaan dan pembangunan kawasan serta pemindahan ke IKN dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan IKN sebagai ibu kota politik di tahun 2028.

Namun, aturan ini mencantumkan beberapa kondisi, seperti luas KIPP yang sudah terbangun mencapai 800-850 hektar, pembangunan gedung perkantoran di IKN sudah 20 persen, pembangunan hunian layak terjangkau berkelanjutan mencapai 50 persen, cakupan ketersediaan sarana-prasarana dasar mencapai 50 persen, indeks aksesibilitas dan konektivitas di IKN mencapai 0,74.

Instalasi panel surya di Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ibu Kota Nusantara (PLTS IKN) yang telah beroperasi di kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (31/7/2024). Lahan berbukit bekas hutan tanaman industri eukaliptus seluas 86 hektare dipilih menjadi lokasi PLTS IKN berkapasitas 50 megawatt (MW). Untuk tahap I, terpasang 21.600 panel surya di atas lahan seluas 10 hektar, yang menghasilkan listrik berkapasitas 13,5 megawatt-peak (MWp)/10 MWac. Sementara tahap II ditargetkan rampung pada 22 November 2024 sehingga nantinya total kapasitas PLTS IKN menjadi 50 MW. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) untuk tulisan koko PLN

Selain pembangunan, ditargetkan pula pemindahan 1.700-4.100 aparatur sipil negara. Untuk itu, cakupan layanan kota cerdas di kawasan IKN mencapai 25 persen sehingga bisa dilakukan pemindahan ASN dan penyelenggaraan sistem pemerintahan cerdas di IKN.

Otorita IKN pun menilai pemutakhiran rencana kerja pemerintah itu menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan pembangunan IKN. Para investor pun tak perlu ragu terhadap kelanjutan pemindahan ibu kota.

”Perpres ini diharapkan bisa memberi kepastian bagi masyarakat, termasuk para pengusaha dan investor, untuk tidak meragukan kelanjutan dan penyelesaian pembangunan IKN yang saat ini terus berjalan sesuai dengan tahapan yang ditetapkan,” tutur Juru Bicara OIKN Troy Pantouw, Sabtu (20/9/2025).

Pemindahan ASN

Adapun untuk pemindahan ASN yang direncanakan mencapai 1.700-4.100 orang, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini mengatakan hal ini tetap disiapkan.

Menteri PAN RB Rini Widyantini (bawah) dalam rapat kerja dan RDP antara Komisi II DPR dengan Kementerian PAN RB, BKN, ⁠LAN, ANRI, dan ⁠ORI di ruang sidang Komisi II DPR, Jakarta, Rabu (9/7/2025). Dalam RDP ini membahas laporan keuangan Pemerintah Pusat APBN TA 2024 yang diserap oleh lembaga-lembaga tersebut. Selain itu rapat ini juga membahas Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
9-7-2025

Namun, sejalan dengan perubahan struktur Kabinet Merah Putih yang kini terdiri atas 49 kementerian dari sebelumnya 34 kementerian, penyesuaian atas ASN mana yang akan pindah terlebih dahulu masih dilakukan.

”Pemerintah perlu melakukan penyesuaian kembali terhadap kementerian/lembaga yang diprioritaskan pindah tahap pertama tersebut sehingga sampai saat ini pembahasan masih dilakukan. Saat ini ASN dari kantor OIKN tentunya sudah berpindah dan melaksanakan tugas dan peran pelaksanaan pembangunan bertahap IKN,” tutur Rini kepada Kompas, Minggu (21/9/2025).

Selain itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terus berkomunikasi dengan Otorita IKN untuk memastikan kesiapan ekosistem yang mendukung kebutuhan dasar ASN dan keluarganya, seperti rumah sakit/fasilitas kesehatan, infrastruktur pendidikan mulai sekolah untuk anak usia dini sampai sekolah menengah atas, infrastruktur permukiman, serta fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya di IKN.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan