Impian yang Tertunda Antrean

Kisah bocah di Havana, Kuba, yang terkendala penanganan kesehatannya karena krisis ekonomi di negaranya.

18 Mei 2026 12:29 WIB · Internasional

AFP/YAMIL LAGE

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Seorang bocah berusia 10 tahun berlarian di seputaran taman di Havana, ibu kota Kuba. Wajahnya ceria, sebagaimana seorang anak yang bermain bersama teman sebayanya. Nama anak itu Juan Jose Guilarte.

Ia mempunyai impian besar akan kecintaannya pada olahraga, meraih kejayaan di perhelatan olahraga tertinggi, Olimpiade. Pun dengan kondisi fisik yang ia miliki sekarang. 

Juan Jose lahir dengan kelainan bawaan yang mengakibatkan kaki kirinya hanya berkembang hingga tulang paha dan tempurung lutut. Namun, kondisi itu tidak pernah menghambat bocah yang penuh semangat ini. Ia dengan percaya diri mencantumkan segudang ambisi karier, mulai dari youtuber, ilmuwan, guru, hingga atlet elite, di laman media sosialnya.

Juan Jose Guilarte digendong oleh pelatih pentathlonnya Albert Luis Campbell (kanan) saat neneknya Suleimi Licea Rodriguez (kir) dan ibunya Sheila M G menyesuaikan prostesisnya di Havana pada Kamis (16/4/2026).

Dua kali seminggu dia berlatih pentatlon, sebuah olahraga yang mengombinasikan lari, balap halang rintang, renang, menembak, dan anggar. Ia juga aktif mengikuti seni bela diri kungfu.

Di kamar tidurnya, terpajang sebuah action figure Spiderman, tokoh yang ia kagumi karena kecepatan bergerak dan kelincahannya saat melompat. ”Dia suka bermimpi, berkreasi, dan bercerita,” kata ibunya, Sheila Guilarte, seraya menambahkan bahwa kondisinya tidak pernah membuat Juan Jose putus asa karena ia penuh dengan kepercayaan diri.

Juan Jose Guilarte menggambar bendera Kuba di kamarnya di Havana pada Selasa (20/4/2026)(.
Juan Jose Guilarte mengenakan perbannya di rumah sebelum menuju ke pelatihan pentathlonnya di Havana pada Kamis (16/4/2026)

Kondisi ekonomi yang memburuk di Kuba telah membuat Juan Jose harus bersabar dengan impiannya. Hal ini diperparah dengan sanksi ekonomi dan blokade minyak yang diberlakukan Amerika Serikat. Embargo perdagangan yang dilakukan AS telah memasuki dekade keenam. 

Jadwal operasi tanpa tanggal

Sejak Januari, warga asli Havana ini telah menunggu operasi untuk mencegah tulang pahanya, yang masih tumbuh, menembus kulit tungkai sisa kakinya. Jika itu terjadi, akan menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan.

Sejak usia dua tahun, Juan Jose telah menjalani tiga prosedur serupa. Terakhir, ia dipasangi prostesis baru yang disesuaikan dengan tinggi dan berat badannya.

Namun, kekurangan obat bius yang digunakan untuk menenangkan pasien selama operasi, ditambah dengan pemadaman listrik yang berulang, menyebabkan operasi terbarunya ditunda tanpa batas waktu.

Suleimi Licea Rodriguez menunjukkan foto cucunya, Juan Jose Guilarte, di Havana pada Selasa (20/4/2026).
Juan Jose Guilarte menghadiri sesi pelatihan Kung Fu di Havana pada Selasa (21/4/2026).

Menghadapi kekurangan bahan bakar dan obat-obatan yang parah, rumah sakit di Kuba terpaksa mengurangi operasi elektif secara drastis. Menurut kementerian kesehatan, 96.000 orang, termasuk 11.000 anak-anak, berada dalam daftar tunggu untuk operasi.

Setiap akan menjalani olahraga, Juan Jose memasang kaki palsu berbahan serat karbon ringan yang dirancang untuk berlari. Namun, memasukkan pahanya ke dalam prostesis semakin sulit. ”Rasanya sangat sakit,” ujarnya seraya menambahkan keinginannya untuk sesegera mungkin dioperasi. ”Saya ingin dioperasi sekarang.”

Juan Jose Guilarte bermain dengan ponselnya di rumah di Havana pada Kamis (16/4/2026).

Kaki palsu berbahan serat karbon miliknya adalah hadiah dari seorang anak laki-laki Amerika yang memiliki disabilitas yang sama. Ia melakukan perjalanan ke Kuba pada tahun 2023 untuk memberikan salah satu kaki palsunya kepada Juan Jose.

Waktu itu seorang tetangga Juan Jose melihat penawaran tersebut di media sosial dan segera memberi tahu keluarganya. Beberapa hari kemudian, kedua anak itu bertemu di Havana dan Juan Jose pulang dengan langkah yang lebih ringan.

Juan Jose Guilarte menghadiri sesi pelatihan Kung Fu di Havana pada 21 April 2026. Juan Jose, yang bermimpi menjadi seorang olahragawan, lahir di Kuba dengan malformasi bawaan: kaki kirinya hanya berkembang sejauh tulang paha dan tempurung lutut.

Sejak itu impian untuk tampil dan mengibarkan bendera Kuba di ajang olahraga dunia makin menyala dalam tekad Juan Jose. ”Aku ingin memenangi medali emas!” (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar