Indonesia Hanya Sampai di Semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu

Tim putra dan putri Indonesia kalah di semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia. Tugas berikutnya adalah bersiap untuk Piala Thomas dan Uber.

07 Feb 2026 20:37 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

QINGDAO, SABTU – Semifinal menjadi hasil maksimal tim putra dan putri Indonesia dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk tantangan berikutnya dalam ajang beregu, yaitu Piala Thomas dan Uber.

Kejuaraan yang diselenggarakan di Qingdao, China, 3-8 Februari, ini menjadi babak kualifikasi zona Asia untuk Piala Thomas dan Uber di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei. Sebagai salah satu semifinalis di beregu putra dan putri, Indonesia memenuhi syarat untuk bersaing di Piala Thomas dan Uber.

Pada pertandingan yang berlangsung di Conson Gymnasium, Qingdao, tim putri Indonesia dikalahkan Korea Selatan 1-3. Dengan skor yang sama, tim putra kalah dari Jepang.

Febi Setianingrum bertahan dari serangan lawan pada partai kedua Indonesia melawan Korea Selatan dalam semifinal beregu putri Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu. Bermain di Qingdao, China, Sabtu (7/2/2026), Rachel Alessya Rose/Febi kalah dari Baek Ha-na/Kim Hye-jeong.

Dalam persaingan beregu putri, hasil semifinal menjadi cermin bahwa kekuatan atlet-atlet ”Merah Putih” berada di bawah Korea Selatan dan China yang melaju ke final. Indonesia kalah 1-3 meskipun Korea Selatan tak menurunkan tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young. Mereka juga mengacak formasi pemain ganda.

Korea Selatan sebenarnya membawa kekuatan penuh ke Qingdao, tetapi, seperti Jepang yang menjadi lawan Indonesia pada semifinal beregu putra, mereka tak menurunkan formasi terbaik. Semifinal bagai dijadikan kesempatan untuk menurunkan pemain-pemain lapis kedua dan mencoba variasi pasangan pemain ganda karena tim-tim tersebut telah dipastikan mendapat tiket ke Horsens.

Tanpa An, Kim Ga-eun berperan sebagai tunggal putri pertama. Ganda putri pun menurunkan pemain yang bukan pasangan sebenarnya. Namun, mereka tetap unggul atas Indonesia yang hanya minus dua tunggal putri senior, Putri Kusuma Wardani dan Gregoria Mariska Tunjung.

Amallia Cahaya Pratiwi berusaha menjangkau kok di dekat net dalam semifinal beregu putri Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu di Qingdao, China, Sabtu (7/2/2026). Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia kalah dari Lee Seo-jin/Lee Yeon-woo dalam kekalahan Indonesia 1-3.

Thalita Ramadhani Wiryawan hanya bisa mendapat sembilan poin ketika berhadapan dengan Kim, pemain seangkatan Chen Yu Fei dari China. Tunggal putri Indonesia berusia 18 tahun itu kalah dengan skor 5-21, 4-21 pada partai awal. Thalita berperan sebagai tunggal pertama tanpa Putri dan Gregoria.

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga tertinggal jauh dari formasi baru, Baek Ha-na/Kim Hye-jeong, yang berperingkat ketiga dan kelima dunia bersama partner tetap mereka. Rachel/Febi kalah 14-21, 10-21. Ganda kedua, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, bisa memberi perlawanan baik pada Lee Seo-jin/Lee Yeon-woo, tetapi kalah 19-21, 19-21.

Hanya Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi yang menyumbangkan kemenangan bagi Indonesia saat melawan Park Ga-eun di partai ketiga. Dhinda menang 21-14, 21-13.

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menang atas Park Ga-eun dalam semifinal beregu putri Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu di Qingdao, China, Sabtu (7/2/2026). Dhinda menang, tetapi Indonesia kalah 1-3.

”Saya main saat tim tertinggal 0-2, tapi pelatih mengingatkan untuk main saja, tidak usah dipikirkan skornya. Di beberapa pertandingan sebelumnya, saya sudah beberapa kali unggul tetapi jadi mepet, tetapi tadi berusaha lebih fokus dan konsisten,” kata Dhinda.

Selain Thalita dan Dhinda, tunggal putri Indonesia diperkuat Mutiara Ayu Puspitasari dan Ester Nurumi Tri Wardoyo. Di antara pemain berusia 18-21 tahun itu akan ada yang berpeluang membawa pengalaman dari Kejuaraan Asia untuk Piala Uber.

Fadia, yang dipilih sebagai kapten tim putri, pun bersyukur meski Indonesia tak juara. Ini karena sektor tunggal putri diperkuat atlet-atlet muda.

Hanya Zaki yang menang

Di beregu putra, atlet berusia 18 tahun, Mohammad Zaki Ubaidillah, membuka penampilan tim Indonesia dengan baik ketika mengalahkan atlet senior Kenta Nishimoto, 22-20, 21-16. Zaki bahkan tak menduga bisa menang dalam dua gim karena lawannya itu adalah atlet yang berpengalaman tampil di turnamen BWF World Tour sejak 2018.

Mohammad Zaki Ubaidillah membuka penampilan tim putra Indonesia melawan Jepang dalam semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu di Qingdao, China, Sabtu (7/2/2026). Zaki menyumbangkan poin dengan mengalahkan Kenta Nishimoto.

Namun, dalam kejuaraan beregu, kemenangan tersebut menjadi tak berarti bagi tim ketika pemain lainnya kalah. Leo Rolly Carnado/Muhammad Rian Ardianto, Prahdiska Bagas Shujiwo, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kalah dalam tiga pertandingan beruntun, masing-masing, dalam dua gim.

Berharap bisa mendapat kemenangan dari ganda pertama, Indonesia menduetkan Leo dengan Rian setelah formasi Leo/Bagas Maulana kalah dalam dua pertandingan terakhir. Alih-alih melawan ganda putra nomor satu Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, Leo/Rian berhadapan dengan pasangan nomor tiga, Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi, tetapi mereka kalah 17-21, 15-21.

Leo mengatakan, saat diminta bermain bersama Rian dan semua anggota tim mendukung, dirinya dan Rian menyanggupinya. ”Kami berharap bisa menyumbangkan poin, tetapi kondisi di lapangan berbeda. Lawan bermain lebih cepat pada gim pertama dan permainan mereka semakin meningkat pada gim kedua. Hari ini, pukulan saya banyak yang tidak pas, banyak mati sendiri,” tutur Leo yang berperan sebagai pengatur serangan di depan lapangan.

Prahdiska Bagas Shujiwo kalah dari Yushi Tanaka pada partai ketiga Indonesia melawan Jepang dalam semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu di Qingdao, China, Sabtu (7/2/2026). Indonesia kalah 1-3 dari Jepang.

Dengan kekalahan dari Jepang, tim putra Indonesia selalu gagal melaju ke final dalam dua kejuaraan terakhir. Namun, setiap atlet, terutama atlet-atlet muda, mendapat pengalaman dari kejuaraan beregu level senior. Ini bisa menjadi bahan pelajaran jika mereka terpilih untuk bermain di Piala Thomas dan Uber.

Prahdiska mengatakan mendapat pelajaran dari laga melawan Tanaka yang berpengalaman bersaing di turnamen BWF World Tour. ”Kecepatan dan penguasaan lapangan dari lawan sangat baik dan rapi. Saya sulit keluar dari tekanan. Saya mendapat banyak pelajaran hari ini dan harus terus meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Hasil Semifinal Beregu Putri

Indonesia – Korea Selatan 1-3

Thalita Ramadhani Wiryawan vs Kim Ga Eun 5-21, 4-21

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Baek Ha Na/Kim Hye Jeong 14-21, 10-21

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Park Ga Eun 21-14, 21-13

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi vs Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo 19-21, 19-21

Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Kim Min Ji (tidak dimainkan)

Hasil Semifinal Beregu Putra

Indonesia – Jepang 1-3

Mohammad Zaki Ubaidillah – Kenta Nishimoto 22-20, 21-16

Leo Rolly Carnando/Muhammad Rian Ardianto – Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi 16-21, 17-21

Prahdiska Bagas Shujiwo – Yushi Tanaka 11-21, 15-21

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin – Takumi Nomura/Yuichi Shimogami 17-21, 15-21

Richie Duta Ricardo – Yudai Okimoto (tidak dimainkan)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul