KEJUARAAN DUNIA

Pebulu Tangkis Indonesia Kian Sulit Bersaing di Level Mayor

Pebulu tangkis Indonesia kalah bersaing dengan negara lain dalam Kejuaraan Dunia di India, 17-23 Agustus. Dalam lima penyelenggaraan terakhir, Indonesia tanpa gelar.

25 Agt 2026 17:30 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

Lagi dan lagi, Indonesia gagal meraih gelar dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Di kala atlet lain bisa memanfaatkan peluang yang merata, terutama pada nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran, Indonesia kembali gagal menempatkan wakil di final.

Hasil terbaik tim ”Merah Putih” pada kejuaraan yang berlangsung di New Delhi, India, 17-23 Agustus, adalah semifinal yang dicapai Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di ganda campuran. Itu artinya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tetap menjadi atlet terakhir yang meraih gelar juara dunia untuk Indonesia dari kejuaraan di Basel, Swiss, pada 2019.

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah meluapkan kegembiraan usai memenangi perempat final ganda campuran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Amri/Nita mengalahkan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan).

Status juara dunia ganda campuran didapat Thom Gucquel/Delphine Delrue (Perancis) yang mengalahkan dua pasangan terbaik dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (final) dan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (semifinal).

Perancis, yang tak pernah meloloskan pebulu tangkisnya ke final sebelum Kejuaraan Dunia edisi ke-30 tersebut, menembus kekuatan Asia dengan meraih dua gelar juara. Langkah Gicquel/Delrue diikuti tunggal putra berusia 21 tahun, Alex Lanier, yang mengalahkan Kodai Naraoka (Jepang) di final.

Atlet Korea Selatan menjadi yang terbaik pada nomor putri dengan gelar juara yang didapat tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, dan Lee So-hee/Baek Ha-na (ganda putri). China akhirnya mendapat satu gelar juara dari tiga wakilnya di final melalui ganda putra, Liang Wei Keng/Wang Chang.

France's Alex Lanier poses for a photograph with his gold medal after winning against Japan's Kodai Naraoka in the men's singles final match of the Badminton World Championships in New Delhi, India, Sunday, Aug. 23, 2026. (AP Photo/Manish Swarup)

Satu medali perunggu bagi Indonesia sama seperti yang dicapai dalam Kejuaraan Dunia Paris 2025 ketika Putri Kusuma Wardani mencapai semifinal. Akan tetapi, Putri termasuk atlet Indonesia yang gagal mencapai target di New Delhi. Dalam masa persiapan di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Putri menyebut target medali yang lebih baik, yang artinya harus mencapai final.

Namun, sebelum bisa bersaing dengan atlet-atlet top dunia, seperti An Se-young, Akane Yamaguchi (Jepang), atau Wang Zhi Yi (China), Putri kalah dari Line Christophersen (Denmark) pada babak ketiga. Padahal, Putri mengalahkan Chistophersen dalam dua gim pada kejuaraan beregu putri Piala Uber di Denmark, empat bulan sebelum Kejuaraan Dunia.

Harapan melihat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri naik podium pun kandas. Di saat unggulan empat besar ganda putra lainnya mencapai semifinal, Fajar/Fikri yang menjadi unggulan kedua disingkirkan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan) pada perempat final dalam dua gim.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat melawan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan) pada perempat final ganda putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Fajar/kalah dalam dua gim.

Liang/Wang (unggulan ketiga) menjadi juara setelah mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia/4) di final. Adapun juara bertahan yang juga unggulan teratas, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), kalah dari Chia/Soh di semifinal.

Fajar/Fikri sebenarnya memegang harapan paling besar Indonesia untuk juara karena memiliki bekal gelar juara dari dua turnamen terakhir sebelum Kejuaraan Dunia, yaitu Jepang dan China Terbuka. Kemenangan atas Kim/Seo, ganda putra nomor satu dunia, dalam final kedua turnamen itu memperkuat status Fajar/Fikri sebagai salah satu favorit juara. Apalagi, ganda putra menjadi salah satu dari tiga nomor dengan persaingan cukup terbuka selain tunggal putra dan ganda campuran.

India Badminton World Championships

Bagi Fajar, yang tampil dalam Kejuaraan Dunia untuk keenam kali, hasil di New Delhi membuatnya harus kembali menunda keinginan untuk berdiri di podium tertinggi dalam kejuaraan individu level tertinggi tersebut. Hasil terbaiknya adalah saat mencapai semifinal pada 2019 dan 2022 bersama Muhammad Rian Ardianto. Dalam dua semifinal itu, Fajar/Rian selalu kalah dari senior mereka, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Atmosfer persaingan ajang mayor tampaknya menjadi kendala berdasarkan statistik. Di Olimpiade Paris 2024, Fajar/Rian kalah dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) pada penyisihan grup dan dihentikan Liang/Wang di perempat final. Padahal, Fajar/Rian menjadi salah satu wakil Merah Putih dengan peluang besar mendapat medali selain Jonatan Christie.

Tekanan dalam kejuaraan dengan hawa kompetisi yang berbeda, apalagi pada pertandingan/babak krusial, masih harus dipelajari untuk bisa diatasi Alwi Farhan. Alwi, yang bersaing dalam turnamen BWF World Tour secara penuh sejak 2025, terhenti pada fase perempat final setelah kalah pada babak ketiga di Paris 2025.

Alwi Farhan tampil dalam perempat final tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Alwi kalah dari Chou Tien Chen (Taiwan).

Hasil yang diperoleh Alwi memang lebih baik dibandingkan setahun lalu, tetapi dia belum bisa mengatasi situasi yang justru mendekatkannya untuk meraih medali. Setelah mengalahkan andalan tuan rumah, Ayush Shetty, pada babak ketiga, Alwi sadar bahwa perempat final melawan Chou Tien Chen (Taiwan) akan sangat penting. Itu bisa menjadi jalan baginya untuk mendapat medali atau sebaliknya.

Alwi mengalahkan Chou pada babak kedua All England, Maret, tetapi penampilan serupa tidak dapat dikeluarkan di Kejuaraan Dunia. Dia kalah 15-21, 15-21. Alwi mengatakan bahwa dia harus terus belajar untuk mengatasi tekanan seperti yang dialami ketika melawan Chou.

Momen serupa dialami juara dunia yunior 2023 itu ketika memperkuat tim putra Indonesia dalam Kejuaraan Piala Thomas di Horsens, Denmark, 24 Apri-3 Mei. Dengan status tunggal kedua di bawah Jonatan, Alwi hanya sekali menang dari tiga pertandingan, itu pun dari Aljazair yang levelnya berada di bawah dia. Ketika berhadapan dengan atlet  berkemampuan setara, yaitu Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand) dan Lanier, Alwi kalah.

Indonesia's Jonatan Christie reacts during a match against Denmark's Rasmus Gemke at the Badminton World Championships in New Delhi, India, Thursday, Aug. 20, 2026. (AP Photo/Manish Swarup)
Quote

Lawan mengambil kesempatan tersebut dan ini harus dipikirkan lagi sebagai bahan evaluasi.

Jonatan bahkan kalah lebih cepat dari Alwi di New Delhi, yaitu pada babak ketiga. Meski Jonatan menempati ranking teratas dunia berdasarkan daftar peringkat terbaru, pada 25 Agustus, dia belum pernah mendapat medali Kejuaraan Dunia.

Jonatan naik ke posisi teratas menggeser Shi Yu Qi (China) yang turun ke ranking keenam setelah tersingkir pada babak pertama. Adapun tunggal putra ranking kedua sebelumnya, Kunlavut Vitidsarn (Thailand), turun ke posisi ketiga.

Lambat beradaptasi

Jonatan menyatakan kekecewaan karena dia mempunyai harapan besar dan sangat fokus untuk menjalani setiap tantangan. Kekalahan dari Rasmus Gemke (Denmark) dialami setelah dia mengubah taktik, yaitu menurunkan tempo permainan pada gim kedua.

”Lawan mengambil kesempatan tersebut dan ini harus dipikirkan lagi sebagai bahan evaluasi. Ketika saya mengembalikan ritme pada gim ketiga, dia juga menaikkan tempo dan saya keteteran,” tutur Jonatan.

India Badminton World Championships

Sementara itu, kekalahan Fajar/Fikri dialami karena mereka tak bisa mengantisipasi permainan lawan yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan. Fajar juga bercerita, dia sering kali ragu-ragu dalam membuat keputusan, terutama pada gim pertama, karena embusan angin yang terasa kencang ke pinggir lapangan. Adapun Fikri menuturkan bahwa kekalahan dari Lee/Yang membuatnya mendapat pelajaran harus cepat beradaptasi pada setiap perubahan.

Fajar/Fikri, Jonatan, Alwi, dan atlet lainnya memiliki waktu sekitar tiga pekan setelah kejuaraan besar China Terbuka, Juli, guna mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Dunia. Alwi mengatakan telah memanfaatkan waktu latihan semaksimal mungkin, sedangkan Fikri menuturkan, salah satu fokus latihannya adalah memperkuat kelebihan dan memperbaiki kekurangan berdasarkan kebutuhan individu.

Namun, persiapan matang itu menjadi tak berarti ketika atlet tak bisa mengatasi kendala saat tiba waktunya bertarung, baik kendala eksternal maupun internal. Maka, pemenang adalah atlet yang lebih siap saat di lapangan, begitulah istilah yang sering dikatakan mereka.

South Korea's An Se Young celebrates her win against Japan's Akane Yamaguchi in the women's singles final match of the Badminton World Championships in New Delhi, India, Sunday, Aug. 23, 2026. (AP Photo/Manish Swarup)

Arah dan kecepatan embusan angin, yang merupakan kendala eksternal, adalah faktor yang sebenarnya dirasakan juga oleh lawan. Permainan lawan pun bukan hal yang asing karena mereka terbiasa bertemu dalam turnamen lain.

Maka, pembeda hasil pertandingan Fajar/Fikri, Alwi, Jonatan, dan atlet Indonesia lainnya dengan lawan adalah kesiapan mereka di lapangan dalam mengantisipasi setiap situasi dan kondisi di luar ekspektasi. Terlambat mengantisipasi perubahan, peluang menang pun hilang.

Setelah Kejuaraan Dunia, ajang besar lain yang akan dihadapi adalah Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Perebutan tujuh medali bulu tangkis akan berlangsung 20-29 September.

Nita Violina Marwah bertahan dari serangan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) pada semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Sabtu (22/8/2026). Amri Syahnawi/Nita kalah dari ganda campuran nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.

Ajang multicabang antara negara-negara Asia tersebut tampaknya akan menjadi prioritas Indonesia di tengah padatnya jadwal kompetisi rutin BWF, dibandingkan China Masters Super 750 di Shenzhen, 1-6 September. Apalagi, bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang diandalkan meraih emas setelah gagal mendapat medali pada Asian Games Hangzhou 2022.

Becermin dari Kejuaraan Dunia, atlet memiliki pekerjaan rumah yang lebih dari sekadar faktor taktik bermain. Mereka harus mencari solusi menghadapi tekanan berbeda (lebih besar) dibandingkan turnamen rutin BWF.

HASIL INDONESIA DALAM KEJUARAAN DUNIA 2026

Babak II: Thalita Ramadhani Wiryawan, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran

Babak III: Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Perempat final: Alwi Farhan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum

Semifinal: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra