Menanti Kiprah Atlet Muda di Indonesia Terbuka 2025

Para pebulu tangkis muda Indonesia berkesempatan unjuk gigi di turnamen level tinggi, Indonesia Terbuka 2025. Kiprah mereka dinanti di tengah stagnasi prestasi.

02 Jun 2025 18:22 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Turnamen bulu tangkis Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 menjadi ajang unjuk gigi para atlet muda Tanah Air. Di tengah prestasi para senior mereka yang stagnan, konsistensi dan perkembangan para pebulu tangkis muda ini menumbuhkan harapan kebangkitan saat tampil di hadapan publik sendiri.

Indonesia Terbuka diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 3-8 Juni 2025. Dalam struktur turnamen BWF World Tour, Indonesia Terbuka berada pada level tertinggi, yakni Super 1000. Hanya ada empat turnamen dengan level tersebut.

Infografik Tim Merah Putih di Indonesia Terbuka Super 1000

Bagi beberapa pemain muda Indonesia, ini adalah kesempatan pertama mereka tampil pada turnamen level Super 1000. Pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, misalnya. Mereka akan debut pada turnamen level tertinggi sekaligus bakal mencicipi momen pertama tampil di Indonesia Terbuka.

”Dari kecil, yang saya nantikan adalah tampil di Istora. Jadi, saya tidak mau mengecewakan, inginnya memberikan yang terbaik,” ujar Felisha yang baru berusia 19 tahun ini dalam konferensi pers di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (2/6/2025).

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, hadir dalam konferensi pers Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Hotel Fairmont Jakarta, Jakarta, Senin (2/6/2025).

Bersama Jafar (22), Felisha adalah pasangan muda Indonesia yang performanya sedang meningkat tahun ini. Sejak dipasangkan pada Agustus 2024, Jafar/Felisha menunjukkan potensinya dengan menjuarai tiga turnamen pada level international challenge dan Super 100.

Penampilan itu membuat ganda campuran peringkat ke-15 dunia tersebut bisa ikut turnamen BWF World Tour sepanjang 2025. Mereka pun mampu mencapai semifinal Thailand Masters 300 dan menjuarai Taiwan Terbuka 300.

Pada level yang lebih tinggi, yakni Super 500, Jafar/Felisha memang belum bisa berbicara banyak. Di Indonesia Masters 2025 dan Thailand Terbuka, langkah mereka terhenti pada babak kedua.

Namun, Jafar/Felisha mampu menembus perempat final pada level Super 750, yakni Singapura Terbuka. Mereka juga mampu menembus semifinal Kejuaraan Asia Bulu Tangkis, yang memperebutkan poin ranking setara dengan turnamen Super 1000 seperti Indonesia Terbuka.

Para pebulutangkis Indonesia berlatih di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/6/2025), jelang turnamen bulu tangkis Kapal Api Indonesia Terbuka 2025. Turnamen berlevel BWF World Tour Super 1000 ini akan berlangsung mulai Rabu (3/6/2025) hingga Minggu (8/6/2025).

Dengan pengalaman di Kejuaraan Asia serta turnamen-turnamen BWF level menengah, bukan tidak mungkin Jafar/Felisha memberi kejutan lainnya saat tampil di Indonesia. Apalagi, Felisha membawa motivasi tinggi ketika bermain di Istora.

”Mau level berapa pun, (target) tidak pernah berubah. Pasti maunya juara, pasti mau menampilkan yang terbaik. Kalau juara, pastinya maunya menang terus, tidak kalah. Semoga aman semua, tidak ada cedera,” tutur Felisha.

”Jujur, saya tidak pernah menonton langsung (pertandingan) di Istora dari kecil. Selalu dari televisi. Kenapa? Sebab, saya tidak mau menonton di Istora, saya maunya main di Istora,” ucapnya penuh percaya diri.

Jika bicara soal mental bertanding, Jafar/Felisha merupakan pasangan yang punya keberanian dan kepercayaan diri. Bahkan jika harus melawan pasangan lebih senior dan lebih diunggulkan, mereka tidak gentar. Pola pikir itu pula yang mereka tanamkan di  Indonesia Terbuka yang diikuti para pemain top dunia. Mereka yang haus akan pengalaman menanti dengan antusias, alih-alih rendah diri atau takut.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, berlatih di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/6/2025), jelang turnamen bulu tangkis Kapal Api Indonesia Terbuka 2025. Turnamen berlevel BWF World Tour Super 1000 ini akan berlangsung mulai Rabu (3/6/2025) hingga Minggu (8/6/2025).

Selain Jafar/Felisha, pemain muda Indonesia yang juga dalam performa konsisten adalah Putri Kusuma Wardani (22). Sejak tahun lalu, penampilan Putri berada dalam fase membaik hingga menemukan konsistensi mulai tahun ini. Bahkan, Putri membuktikan diri mampu jadi pemain andalan Indonesia ketika tampil di Piala Sudirman.

Putri menjalani tugas pertamanya sebagai tunggal putri pertama Indonesia dalam Piala Sudirman karena absennya Gregoria Mariska Tunjung. Kejutan pertamanya datang saat mengalahkan lawan dengan segudang pengalaman, yaitu Pusarla V Sindhu, pada laga kedua.

Sindhu adalah peraih medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan perunggu Tokyo 2020, serta juara dunia 2019. Dalam ajang Piala Sudirman, Sindhu tampil untuk kelima kali sejak debut pada 2015.

Pada Piala Sudirman, Putri total meraih tiga kemenangan beruntun, yaitu atas Sindhu, Line Hoejmark Kjaersfeldt (Denmark), dan Pornpawee Chochuwong (Thailand), sebelum kalah dari tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, berlatih di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/6/2025), jelang turnamen bulu tangkis Kapal Api Indonesia Terbuka 2025. Turnamen berlevel BWF World Tour Super 1000 ini akan berlangsung mulai Rabu (3/6/2025) hingga Minggu (8/6/2025).

Performa positif itu menumbuhkan kepercayaan diri Putri. Saat ditanya siapa lawan yang sulit ditaklukkan, Putri berkata, semuanya sulit. ”Tapi, semua bisa dikalahkan. Semua bisa dikalahkan satu per satu, secara pelan-pelan, tidak bisa instan,” tutur Putri.

Persaingan di sektor tunggal putri dipastikan akan sengit dengan kehadiran pemain papan atas dunia. Selain An Se-young, hadir pula peringkat kedua dunia, yakni Wang Zhi Yi (China), dan Akane Yamaguchi (Jepang) yang menempati posisi keempat dunia.

Menurut Putri, kunci mengalahkan para pemain elite dan masuk ke persaingan top dunia adalah menjaga fokus dan konsistensi. Kedua hal itu adalah aspek yang paling sulit dilakukan, tetapi coba terus dia upayakan.

Adapun performanya yang meningkat tak lepas dari kemampuannya mengontrol suasana hati dan pikiran sebelum pertandingan. Putri, misalnya, menghindari melihat undian sebelum mendekati hari pertandingan dan tiba waktunya untuk menganalisis lawan. Menurut dia, cara itu membuatnya tidak terlalu terbebani sejak jauh-jauh hari.

”Karena ini level super 1000 dan lawan bukan sembarangan pemain, aku ingin tampilkan terbaik setiap pertandingan. Kalau penampilanku seperti itu, aku yakin hasilnya juga akan  terbaik,” ucap Putri yang akan menghadapi Malvika Bansod (India) pada babak pertama.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, berlatih di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/6/2025), jelang turnamen bulu tangkis Kapal Api Indonesia Terbuka 2025. Turnamen berlevel BWF World Tour Super 1000 ini akan berlangsung mulai Rabu (3/6/2025) hingga Minggu (8/6/2025).

Pada sektor tunggal putra, Indonesia memiliki Alwi Farhan (19 tahun) yang juga akan menjalani debutnya di Indonesia Terbuka sekaligus turnamen level Super 1000. Seperti Putri dan Jafar/Felisha, Alwi juga tengah menunjukkan performa positif tahun ini.

Alwi mengalahkan Anders Antonsen saat Indonesia melawan Denmark dalam perebutan juara grup Piala Sudirman. Di semifinal, Alwi juga membuat posisi Indonesia dan Korea Selatan berimbang 1-1 setelah Indonesia kehilangan partai pertama dari ganda campuran.

Kehadiran para pemain muda dengan perkembangan positif ini bisa menumbuhkan harapan di tengah stagnasi prestasi para senior mereka. Sepanjang tahun ini, para pemain dengan segudang pengalaman di berbagai level kompetisi, seperti Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, tak mampu membawa Indonesia membawa pulang gelar dari turnamen BWF World Tour.

Sepanjang 12 turnamen BWF World Tour, Indonesia baru mendapat gelar juara pada level Super 300. Gelar itu berasal dari Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari yang menjuarai ganda putri Thailand Masters dan Jafar/Felisha di Taiwan Terbuka.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Komang Ayu Cahya
Dewi, berlatih di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/6/2025), jelang turnamen bulu tangkis Kapal Api Indonesia Terbuka 2025. Turnamen berlevel BWF World Tour Super 1000 ini akan berlangsung mulai Rabu (3/6/2025) hingga Minggu (8/6/2025).

Dalam tiga edisi Indonesia Terbuka sebelumnya, tuan rumah selalu pulang dengan tangan hampa. Trofi satu-satunya dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada edisi 2021 yang digelar saat pandemi Covid-19 menjadi gelar terakhir Indonesia dari ajang tersebut.

Tahun ini, Indonesia Terbuka memperebutkan hadiah Rp 23 miliar. Penyelenggara menawarkan tiket lebih murah untuk menarik penonton, termasuk tiket one time entry dengan harga lebih murah 50 persen dari harga tiket normal, mulai Rp 50.000 pada hari pertama dan kedua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto