SPMB Jakarta akan didukung program sekolah swasta gratis agar daya tampung murid terpenuhi.
22 Apr 2025 19:04 WIB · Metro
Terdapat sejumlah penyesuaian seiring perubahan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB. Di Jakarta, seluruh tahapan SPMB untuk jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan kejuruan akan berlangsung 19 Mei hingga 4 Juli.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengubah sistem PPDB menjadi SPMB. Ada sejumlah penyesuaian yang dijelaskan dalam diskusi terpumpun tentang SPMB tahun pelajaran 2025/2026 di Dinas Pendidikan Jakarta, Selasa (22/4/2025) sore.
Dalam sistem yang baru, sejumlah istilah berubah. Peserta didik menjadi murid, dan calon peserta didik baru menjadi calon murid baru (CMB). Kemudian, jalur zonasi berganti jalur domisili dan jalur perpindahan orangtua, wali, dan anak guru menjadi jalur mutasi.
Penyesuaian ini akan diatur dalam keputusan gubernur tentang petunjuk teknis penerimaan murid baru. Keputusan masih menunggu tanda tangan Gubernur Jakarta Pramono Anung.
Selain itu, ada sejumlah penyesuaian lain pada tahun ini. Jalur prestasi sudah mengakomodasi lomba yang sifatnya pemassalan, ekshibisi, undangan, dan festival, tetapi wajib telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional dengan kategori paling rendah bintang tiga (baik).
Jalur domisili untuk SMP dan SMA tak lagi sama seperti dulu. SMP dimulai dari wilayah prioritas, usia tertua ke termuda, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.
Untuk SMA diawali dengan kemampuan akademik. Lalu berturut-turut wilayah prioritas, usia tertua ke termuda, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.
Jalur mutasi juga wajib menyertakan kartu keluarga (KK) baru. Surat tugas perpindahan orangtua atau dan KK baru ini paling lama satu tahun sebelum SPMB.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/25/bcc9ca11-ba6e-4bc9-b505-189c18d97b83_jpg.jpg)
Dinas Pendidikan Jakarta memperkirakan akan ada 159.790 murid SD, 151.463 murid SMP, dan 132.261 murid SMA ataupun SMK yang ikut SPMB. Jumlah ini melampaui daya tampung SD (98.464 murid), SMP (73.080), dan SMA/SMK (50.400).
Perkiraan tersebut berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 1 April 2025 serta data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta khusus CMB SD.
Wakil Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Purwosusilo menyebutkan tetap dibuka PPDB Bersama atau kini SPMB Bersama. Jalur ini memungkinkan CMB SMP, SMA, dan SMK masuk ke sekolah swasta lewat jalur afirmasi atau biayanya ditanggung Pemprov Jakarta.
Juli nanti sekolah gratis di Jakarta mulai jalan.
Tahun 2025 ini kuotanya meliputi 1.626 murid SMP di 138 sekolah, 1.761 murid SMA di 121 sekolah, dan 2.785 murid di 145 SMK. Jumlah tersebut dipertanyakan oleh perwakilan orangtua murid, pegiat pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga terkait karena turun dari 8.426 kursi saat PPDB Bersama 2024.
Purwosusilo memastikan bahwa SPMB akan didukung program sekolah swasta gratis. Program ini akan diujicobakan Juli mendatang pada 40 sekolah dengan kuota 10.000-an murid.
”Juli nanti sekolah gratis di Jakarta mulai jalan. Ada 40 sekolah dengan 10.000-an. Cita-citanya lebih banyak sekolah swasta gratis pada 2026,” kata Purwosusilo.
Saat ini program sekolah swasta gratis tengah dibahas oleh Panitia Khusus Penyelenggaraan Pendidikan DPRD Jakarta. Panitia khusus (pansus) yang disahkan dalam rapat paripurna di DPRD Jakarta, Rabu (12/3/2025) siang, itu akan merampungkan revisi Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan sebagai landasan sekolah gratis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/25/d18fb53c-5c9a-404d-9857-8aea7f1b4f6d_jpg.jpg)
Sejumlah pihak mengharapkan pembenahan alur penerimaan hingga verifikasi. Tujuannya agar tak ada cerita kecurangan atau mengakali sistem.
Ketua Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Jakarta Supadi meminta agar ada pemerataan kompetensi guru SD hingga SMK untuk mengikis ketimpangan antarsekolah. Kemudian, evaluasi independen guna menutup celah mengakali sistem, seperti jalur mutasi.
”Harus punya basis data potensi guru. Jadi, tidak ada pilih-pilih sekolah karena favorit. Lalu tampaknya Jakarta belum berkutik dengan mengakali sistem,” ucap Guru Besar Universitas Negeri Jakarta ini.
Salah satu anggota perkumpulan wali murid Koloni 8113, Jumono, meminta penambahan daya tampung sekolah. Sebab, ini jadi masalah dasar dari tahun ke tahun.
”Ada anak tak lulus PPDB. Tidak mampu, tidak punya biaya untuk bisa sekolah ke jenjang SMP,” kata Jumono.
SPMB 2025 di Jakarta akan dimulai 19 Mei hingga 4 Juli. SPMB dimulai dengan prapendaftaran untuk SMP, SMA, dan SMK mulai 19 Mei sampai 10 Juni. Lalu verifikasi kartu keluarga dan pengajuan akun untuk SD, SMP, SMA, dan SMK.
Selanjutnya jalur prestasi SMP, SMA, dan SMK; khusus disabilitas SD sampai SMK; dan SPMB Bersama Tahap 1 SMP-SMK. Ketiganya pada 16-20 Juni.
Pada saat yang sama, anak panti, anak tenaga kesehatan, dan jalur mutasi jenjang SD-SMK dibuka. Jalur ini ditutup 4 Juli.
Pada 23-28 Juni, dibuka jalur afirmasi dan SPMB Tahap 2. Jalur afirmasi untuk SD-SMK, sedangkan SPMB Tahap 2 bagi SMP-SMK.
Sementara itu, jalur domisili dimulai 16-20 Juni untuk SD. Kemudian, SMP dan SMA pada 30 Juni-4 Juli.
Tahap kedua dan ketiga dimulai setelah jalur domisili. Tahap kedua SD pada 30 Juni-4 Juli, tahap ketiga SD 7-10 Juli, dan tahap kedua SMP-SMK 7-10 Juli.
Penulis:
Fransiskus Wisnu Wardhana DhanyEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar