Inter Milan Vs Barcelona, Potret Roda Kehidupan di San Siro

Inter Milan memenangi salah satu duel semifinal terbaik dalam sejarah Liga Champions. Simone Inzaghi samai capaian Helenio Herrera, pelatih legendaris Inter.

07 Mei 2025 07:47 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MILAN, RABU — Stephen King, dikenal ”Raja Kisah Horor”, memiliki salah satu ungkapan terkenal dari novelnya. ”Hidup itu seperti roda yang selalu datang ke tempat permulaan”. Hal itu dibuktikan Inter Milan dalam dua gim semifinal Liga Champions 2024-2025.

Inter memulai duel seru kedua tim dengan keunggulan dua gol, baik di Barcelona maupun pada gim kedua di Stadion San Siro, Milan, Rabu (7/5/2025) dini hari WIB. Meskipun sempat gagal mempertahankan keunggulan, ”Si Ular Besar” akhirnya menyegat Barca dengan keunggulan 4-3 pada laga kedua sehingga menang agregat 7-6.

Serupa dengan laga di kandang Barca, Stadion Olimpiade Lluis Companys, pekan lalu, Inter memulai gim dengan positif. Mereka menjalani turun minum dengan keunggulan dua gol. Lautaro Martinez (menit ke-21) dan Hakan Calhanolu melalui eksekusi penalti (menit ke-45) menggairahkan senyuman bagi pendukung Inter.

Namun, margin dua gol itu tak mampu dipertahankan Inter pada babak kedua. Eric Garcia dan Dani Olmo membantu ”Blaugrana” menyamakan skor dalam kurun enam menit, tepatnya menit ke-54 dan ke-60.

Barca bahkan membalikkan ketertinggalan melalui sepakan Raphinha ketika waktu normal tersisa tiga menit. Gol ke-13 penyerang asal Brasil itu di Liga Champions musim ini sempat membuat publik Inter tegang. Sebaliknya, senyuman tersaji dari air muka pemain dan staf pelatih Barca di bangku cadangan.

Pemain Inter Milan Lautaro Martinez merayakan golnya ke gawang Barcelona pada laga kedua semifinal Liga Champions di Stadion San Siro, Milan, Italia, Rabu (7/5/2025) dini hari WIB. Inter menang 4-3 pada laga itu dan maju ke final.

Seperti roda kehidupan, nasib baik masih menaungi setelah sempat tertinggal selama enam menit. Sontekan Francesco Acerbi di menit 90+3 memperpanjang napas Inter untuk tampil di final. Sebelum gol penyama kedudukan itu, Lamine Yamal mengkreasi peluang bagi dirinya sendiri yang membentur tiang kiri gawang Inter.

Akhirnya, hujan yang mengguyur San Siro ketika wasit Szymon Marciniak memulai babak pertama perpanjangan waktu menguntungkan Si Ular Besar. Melalui sepakan kaki kiri terarah gelandang pengganti, Davide Frattesi, pada menit ke-99, Inter mengunci tempat ke Muenchen, lokasi laga final. Itu ada final Liga Champions kedua Inter dalam tiga musim terakhir.

Serupa dengan musim 2009-2010, Inter berambisi kembali menjadi raja Eropa setelah menyingkirkan Barca di fase empat besar. Kans itu tentu terbuka lebar karena anak asuhan Simone Inzaghi memiliki pengalaman yang lebih baik dibandingkan calon lawan mereka pada partai puncak, yaitu Paris Saint-Germain atau Arsenal.

”Pertama, saya ingin mengucapkan apresiasi kepada Barcelona. Mereka benar-benar tim tangguh yang membantu kami mengeluarkan kemampuan terbaik,” ujar Inzaghi seusai laga dilansir La Gazzetta dello Sport.

”Tepuk tangan meriah juga harus diberikan kepada pemain-pemain saya yang menampilkan dua performa gemilang. Saya senang menjadi pelatih mereka. Mereka berhak merayakan kemenangan penting di stadion ini,” tambahnya.

Pemain Inter Milan Davide Frattesi (tengah) merayakan golnya ke gawang Barcelona pada laga kedua semifinal Liga Champions di Stadion San Siro, Milan, Italia, Rabu (7/5/2025) dini hari WIB. Inter menang 4-3 pada laga itu dan maju ke final.

Pelatih kedua

Inzaghi pun menyamai rekor milik Helenio Herrera sebagai pelatih yang mampu tim berjuluk ”I Nerazzurri” bermain di final Liga Champions. Herrera, yang berasal dari Argentina, mempersembahkan dua trofi ”Si Kuping Besar” pada edisi 1963-1964 dan 1964-1965.

Walaupun belum bisa memberikan gelar, Inzaghi berpeluang menjadi juru taktik ketiga yang membawa Inter mengangkat trofi ke podium juara Liga Champions. Ia bakal mengikuti jejak Herrera dan Jose Mourinho.

Denzel Dumfries, bek kanan Inter, yang menyumbang dua gol dan dua asis pada babak semifinal, optimistis peluang timnya di babak final. Setelah mengalahkan Barca, kata Dimfries, Inter menuju Muenchen dengan kepercayaan diri.

”Kami telah menghadapi dua tim terkuat di Eropa saat ini (Bayern Muenchen di perempat final dan Barca). Kami siap menyambut final, kami ingin memenangi trofi ini,” ucap Dumfries dilansir laman UEFA.

Gagal sapu bersih

Kekecewaan menyelimuti Barca. Hans-Dieter Flick gagal membantu Blaugrana menyapu bersih empat trofi di musim ini. Setelah memenangi Piala Super Spanyol, peluang Barca mengangkat piala tersisa di Piala Raja Spanyol dan Liga Spanyol.

Pemain Barcelona Dani Olmo mencetak gol ke gawang Inter Milan pada laga kedua semifinal Liga Champions di Stadion San Siro, Milan, Italia, Rabu (7/5/2025) dini hari WIB. Inter menang 4-3 pada laga itu dan maju ke final.

Mayoritas pemain Barca tertunduk lesu dan bersujud di atas lapangan San Siro setelah peluit akhir babak kedua perpanjangan waktu. Guyuran air hujan menyapu air mata yang mengalir di wajah beberapa pemain Blaugrana.

Flick bangga dengan kerja keras anak asuhannya, terutama kemampuan mereka bangkit dari ketinggalan dua gol. Ia yakin kekalahan menyakitkan dari Inter menjadi pelajaran penting bagi anak asuhannya meraih capaian bergengsi di sisa musim ini.

”Ini adalah kekalahan yang sulit, tetapi kami harus terus berdiri tegak. Sebab, kami layak ke final. Ketika mereka melihat cermin malam ini, mereka pantas dengan segala hal yang mereka tampilkan di atas lapangan,” kata Flick seperti dikutip Mundo Deportivo.

Juru taktik asal Jerman itu menambahkan, "Saya ucapkan selamat kepada Inter. Mereka menjalani dua penampilan luar biasa dalam dua gim. Semoga beruntun di laga final".

Di musim pertamanya menangani Barca, Flick gagal mengikuti jejak Pep Guardiola yang meraih treble winner atau tiga trofi major bersama dua tim berbeda. Sebelumnya, Flick membantu Bayern Muenchen meraih catatan itu pada musim 2019-2020.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari