Inter Milan Vs Hellas Verona Menguji Intuisi Simone Inzaghi

Simone Inzaghi dalam dilema pelik menjaga harapan di Liga Champions Eropa dan Liga Italia. Kepiawaian intuisi Inzaghi dalam memilih pemain diuji Hellas Verona.

03 Mei 2025 10:35 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MILAN, SABTU - Di Italia, Claudio Ranieri bisa dikatakan adalah pelatih dengan intuisi jitu dalam memilih pemain. Intuisi pelatih berusia 73 tahun itu terus terasah seiring pengalamannya menangani banyak klub dan pemain. Sebagai salah satu pelatih terbaik Italia saat ini, Simone Inzaghi sedang dalam perjalanan mengasah intuisinya dalam memilih pemain. Hellas Verona adalah ujian terdekat Inzaghi dalam menentukan susunan pemain mula di tengah kepungan jadwal padat.

Inzaghi, mau tidak mau, harus menentukan prioritas jelang laga menghadapi Verona di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (4/5/2025) pukul 01.45 WIB. Hal itu karena tiga hari setelah melawan Verona, Inter sudah harus menjamu Barcelona pada laga kedua semifinal Liga Champions. Demi menjaga kebugaran pemain serta menghindari risiko cedera, Inzaghi sudah mengisyaratkan bakal merotasi banyak pemain saat melawan Verona.

Merotasi pemain melawan Verona merupakan pilihan paling rasional yang bisa diambil Inzaghi. Kans Inter merebut trofi Liga Italia mengecil seiring ketertinggalan empat poin dari Napoli di puncak klasemen. Adapun di Liga Champions, “Nerazzurri” masih sangat berpeluang melaju ke final lantaran laga kedua akan dimainkan di hadapan pendukungnya sendiri. Pada laga pertama di markas Barca, Inter meraih modal positif dengan hasil imbang 3-3.

Quote

Pertama, kami harus memikirkan Hellas Verona akhir pekan ini. Kemudian, kami bisa memikirkan Barcelona lagi.

Bek kanan Inter, Denzel Dumfries, menjadi bintang dengan mencetak dua gol serta satu asis di laga tersebut. Setelah keberhasilan menahan imbang Barca, Dumfries mengatakan, timnya harus segera mengalihkan fokus ke Liga Italia.

Inter Milan's head coach Simone Inzaghi shouts out as gives instructions from the side line during the Champions League semifinal first leg soccer match between Barcelona and Inter Milan at the Lluis Companys Olympic Stadium in Barcelona, Spain, Wednesday, April 30, 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

“Pertama, kami harus memikirkan Hellas Verona akhir pekan ini. Kemudian, kami bisa memikirkan Barcelona lagi. Kami tahu betapa pentingnya semua pertandingan kami nanti,” kata bek kanan Inter, Denzel Dumfries.

Selain taktik, kemampuan seorang pelatih bisa dinilai dari keputusannya memilih pemain. Laga kontra Verona bisa jadi sarana menguji intuisi Inzaghi dalam menyusun skuad mengingat terbatasnya waktu persiapan menghadapi Barca. Dalam hal ini, Inzaghi perlu belajar dari Ranieri yang beberapa kali mengambil keputusan tepat dalam memilih serta mengganti pemain.

Kepiawaian itu diperlihatkan Ranieri yang membawa Leicester City menjuarai Liga Inggris pada 2016 dengan bekal pemain seadanya. Bersama AS Roma musim ini, Ranieri turut memperlihatkan “indra keenamnya” dalam menentukan pemain mana yang tepat untuk mengubah hasil akhir laga.

Ini terlihat kala Roma mengalahkan Athletic Bilbao, 2-1, pada laga pertama babak 16 besar Liga Europa. Keputusan Ranieri mengutus Eldor Shomurodov sebagai pemain pengganti berbuah manis. Shomurodov akhirnya mencetak gol kemenangan Roma. Keputusan krusial dalam memilih pemain akan hadir seiring dengan jam terbang seorang pelatih.

Bek Inter Milan, Denzel Dumfries mencetak gol kedua saat pertandingan pertama semifinal Liga Champions antara Barcelona dan Inter Milan di Stadion Lluis Companys Olympic, Barcelona, Kamis (1/5/2025). Inter Milan akan menghadapi Hellas Verona dalam lanjutan Liga Italia, Minggu (4/5/2025).

Intuisi Inzaghi akan diasah dalam situasi-situasi seperti menghadapi Verona. Inzaghi kemungkinan besar akan merotasi timnya demi menjaga harapan mengejar Napoli serta mengalahkan Barca. Rotasi diharapkan bisa membuat Inter “melampaui dua pulau dalam sekali dayung”.

Di lini belakang, Stevan De Vrij kemungkinan menggantikan Francesco Acerbi sebagai bek tengah dalam formasi tiga bek. Yan Bisseck akan tetap bermain sementara Carlos Augusto akan menggantikan Alessandro Bastoni.

Untuk pos dua bek sayap, Matteo Darmian diprediksi akan kembali bermain. Sementara, Nicola Zalewski menggantikan Federico Dimarco di kiri. Dumfries juga dipastikan mendapat waktu istirahat.

Lini tengah Inter kemungkinan diisi oleh Davide Frattesi yang menggantikan Nicolo Barella. Adapun Kristjan Asllani hampir pasti menggantikan Hakan Calhanoglu yang absen karena terkena skorsing.

Rotasi krusial menyasar lini serang. Marcus Thuram diperkirakan tidak tampil untuk menghindari risiko cedera tambahan, mengingat Lautaro Martinez masih dalam masa pemulihan cedera. Sebagai gantinya, Marko Arnautovic dan Joaquin Correa disiapkan sebagai duet penyerang.

Inter Milan's players pose prior the UEFA Champions League semi final first leg football match between FC Barcelona and Inter Milan at the Estadi Olimpic Lluis Companys in Barcelona on April 30, 2025. (Photo by Josep LAGO / AFP)

Meski merotasi pemain pun, kans Inter meraih hasil positif atas Verona terbilang cukup besar. Sejarah pertemuan kedua tim sejauh ini masih memihak Inter. Dari 20 pertemuan terakhir, Inter belum pernah kalah dari Verona dengan mengemas 16 kemenangan dan empat hasil imbang. Apalagi Verona saat ini tengah dalam tren buruk usai kalah dua kali beruntun pada laga sebelumnya. Tim asuhan pelatih Paolo Zanetti itu juga tengah kesulitan keluar dari zona papan tengah.

Bila toh rotasi pemain pada akhirnya gagal menghadirkan hasil positif bagi Inter, Inzaghi setidaknya tidak perlu risau. Prioritasnya saat ini semestinya memang harus dilekatkan di Liga Champions. Sepanjang karier kepelatihannya, Inzaghi telah banyak memenangi trofi di Italia. Memenangi Liga Champions akan jadi goresan sejarah baru bagi Inzaghi yang belum pernah menaklukkan Eropa baik sebagai sebagai pelatih maupun pemain. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari