Iran menutup sebagian Selat Hormuz selama beberapa jam untuk latihan perang.
19 Feb 2026 12:00 WIB · Internasional
AFP/SEPAHNEWS
Setelah menutup sebagian Selat Hormuz selama beberapa jam untuk latihan militer, situs resmi Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC), Sepanews, merilis foto-foto latihan perangnya. Foto-foto tersebut dirilis di hari yang berbeda, Senin dan Selasa (17/2/2026).
Rilisan pertama pada hari Senin memperlihatkan kesiapan pasukan di wilayah daratan, uji tembak rudal dari kendaraan darat dan atraksi turun dari helikopter dengan tali. Namun, ada juga foto di laut, yakni iring-iringan kapal militer, uji tembak rudal dari kapal, dan satu foto yang memperihatkan sasaran kapal yang meledak terkena tembakan rudal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/19/e85e66ca-dbea-405f-bfeb-3bd1f4278cab.jpg)
Sementara foto-foto di hari Selasa lebih banyak memperlihatkan kemampuan kapal angkatan laut Iran menembakkan rudalnya dan atraksi kapal cepat bermanuver di antara kapal tanker di Selat Hormuz. Sebuah foto yang memperlihatkan sasaran di laut yang meledak karena terkena roket juga di unggah di situs web itu.
Selat Hormuz yang berkelok-kelok, dengan lebar sekitar 33 kilometer pada titik tersempitnya ini, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Dari sana, kapal dapat berlayar ke seluruh dunia.
Selat Hormuz sepanjang sejarah telah menjadi jalur perdagangan yang penting, dengan keramik, gading, sutra, dan tekstil yang diangkut dari China melalui wilayah tersebut. Di era modern, selat ini menjadi jalur bagi kapal tanker super yang membawa minyak dan gas dari Arab Saudi, Kuwait, Irak, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Iran.
Penutupan sebagian Selat Hormuz beberapa jam untuk latihan perang ini dianggap banyak pihak sebagai respons ketegangan hubungan Iran dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump merealisasikan ancaman untuk menyerang Iran dengan mengirimkan kapal perangnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/19/01f4689b-2882-4e78-9fbd-0e3c6c7a4a67.jpg)
Kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perusak rudal berpemandu pendukungnya telah berada di Laut Arab selama beberapa minggu. Sementara kapal induk USS Gerald R Ford, kapal induk terbesar di dunia, dalam perjalanan ke Timur Tengah dari Karibia. Nantinya kedua kapal induk tersebut akan bergabung dengan set militer lain milik AS.
Trump memerintahkan pengiriman Lincoln ke Timur Tengah ketika Iran menindak keras aksi protes yang awalnya dipicu oleh keluhan ekonomi. Demonstrasi itu kemudian berubah menjadi gerakan massa melawan pemerintahan Republik Islam Iran.
Sementara Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Selasa memperingatkan AS bahwa ”tentara terkuat di dunia pun terkadang bisa menerima tamparan yang membuatnya tidak bisa bangkit kembali.” (AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu Kusworo, foto ceritaEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto