Sebelum pembatasan Iran kembali diberlakukan, konvoi tanker minyak dan gas sempat melintasi Selat Hormuz.
18 Apr 2026 18:45 WIB · Internasional
AP PHOTO/TASNIM NEWS AGENCY/MORTEZA AKHO
TEHERAN, SABTU — Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah sempat membuka jalur itu dan rombongan tanker sempat melintas, Sabtu (18/4/2026). Potensi kesepakatan damai pun meredup. Padahal, sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengisyaratkan kesepakatan damai dapat diteken akhir pekan ini.
Penutupan lagi Selat Hormuz terjadi karena AS tetap memberlakukan blokade pada pelabuhan-pelabuhan Iran. Komando gabungan militer Iran, Sabtu, menyatakan kendali atas Selat Hormuz kembali ke keadaan sebelumnya, yakni di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat angkatan bersenjata.
Mereka juga memperingatkan, Iran akan terus menghalangi lalu lintas di selat itu selama blokade AS masih berlaku.
Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump menegaskan bahwa blokade AS akan tetap berlaku penuh sampai Teheran mencapai kesepakatan dengan Washington, termasuk soal program nuklirnya. Di X, Komando Tengah Militer AS (Centcom) menyatakan, pasukan AS telah memaksa 21 kapal putar balik ke Iran sejak blokade dimulai pada Senin.
Sebelum pembatasan Iran kembali diberlakukan, konvoi tanker minyak sempat melintasi Selat Hormuz pada Sabtu. Menurut data MarineTraffic, rombongan itu terdiri dari empat kapal pengangkut gas minyak cair serta sejumlah tanker produk minyak dan bahan kimia yang melintas di perairan Iran di selatan Pulau Larak.
Sejumlah tanker lain juga disebut menyusul dari arah Teluk. Pergerakan ini merupakan pergerakan besar pertama tanker di Selat Hormuz sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran tujuh pekan lalu.
Operasi Perdagangan Maritim Kerajaan Inggris (UKMTO), Sabtu, mengatakan, dua kapal perang dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz setelah penutupan kembali jalur air itu. Kapal tanker dan awaknya selamat, tetapi tidak disebutkan nama kapal ataupun tujuannya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/18/d2c302e677b4f5b0baacd3abe9e289d1-Iran_Stress_on_Families_1_.jpeg)
Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz setelah gencatan senjata 10 hari yang dimediasi AS antara Israel dan Hizbullah di Lebanon pada Kamis. Bagi Iran, berakhirnya perang Israel dengan Hizbullah merupakan salah satu tuntutan utama dalam perundingan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sempat menyatakan selat itu dibuka bagi semua kapal komersial selama sisa masa gencatan 10 hari di Lebanon. Namun, setelah Trump mengatakan blokade tetap berlanjut, pejabat-pejabat tinggi Iran menyatakan langkah Washington melanggar kesepakatan.
”Amerika tidak dapat memaksakan kehendak untuk mengepung Iran, sementara Iran, dengan niat baik, berupaya memfasilitasi jalur aman melalui Selat Hormuz,” kata Wakil Menlu Iran Saeed Khatibzadeh kepada wartawan di sela-sela forum diplomatik tahunan di Antalya, Turki.
Meski tanker sempat lewat, lalu lintas di Selat Hormuz tidak benar-benar kembali normal. Perusahaan data Kpler menyatakan, pergerakan kapal masih dibatasi pada koridor yang memerlukan persetujuan Iran.
Iran juga menegaskan, semua kapal yang melintasi selat kini harus berkoordinasi dengan IRGC. Peraturan ini tidak ada sebelum perang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/18/8f8b6807519939f98e828262cfc2aa89-Iran_Stress_on_Families.jpeg)
Kementerian Pertahanan Iran menyatakan, kapal militer dan kapal yang terkait dengan kekuatan bermusuhan, yakni AS dan Israel, tetap tidak diizinkan melintas.
Pada Jumat, harga minyak sempat turun sekitar 10 persen dan saham-saham dunia melonjak karena harapan lalu lintas kapal di Selat Hormuz mulai pulih. Pasar juga mulai optimistis Washington dan Teheran kian dekat mencapai kesepakatan. Jika pembatasan kembali berlanjut, pasokan energi dunia yang sudah ketat akan kembali tertekan.
Sebelum penutupan lagi Selat Hormuz, Trump sempat mengatakan ada kabar yang cukup baik soal Iran, tetapi ia menolak menjelaskan lebih jauh. Kemudian, dalam pernyataan di pesawat Air Force One saat kembali ke Washington dari Phoenix, Arizona, Trump optimistis terkait kesepakatan akan tercapai dalam waktu dekat dengan Iran. ”Tampaknya semuanya berjalan sangat baik di Timur Tengah dengan Iran,” kata Trump.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/17/c4ca16f46dfac6f92578b99c77c67e67-Trump_1_.jpeg)
”Kami bernegosiasi sepanjang akhir pekan. Saya memperkirakan semuanya akan berjalan baik. Banyak dari hal-hal ini sudah dinegosiasikan dan disepakati,” ujarnya.
Trump mengatakan, gencatan senjata dengan Iran bisa saja tidak diperpanjang saat berakhir pada Rabu pekan depan, selama belum ada kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri perang.
Nuklir Iran menjadi ganjalan terbesar. Trump tetap bersikeras soal uranium Iran. Trump menyatakan, tuntutan utama AS adalah Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. ”Anda tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, dan itu lebih penting dari segalanya,” ucapnya.
Ia mengatakan, AS akan mengambil stok uranium yang telah diperkaya milik Iran. ”Kami akan masuk ke Iran, dengan santai dan baik-baik, lalu mulai menggali dengan mesin-mesin besar. Kami akan membawanya kembali ke AS,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan Reuters.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/18/5d55c9a0a833b839d39fe03e9f8eccdf-wires_photo.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/18/7c4d4b12e2f2d1b13eba56e1dcd2c816-wires_photo_1_.jpg)
Teheran menolak gagasan itu. Dikutip dari televisi Pemerintah Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan, bahan nuklir tersebut tidak akan dipindahkan ke mana pun.
Soal program nuklir Iran ini terus menjadi titik buntu utama dalam perundingan damai AS-Iran. Iran tetap mempertahankan haknya atas apa yang disebutnya sebagai program energi nuklir sipil.
Pada pembicaraan akhir pekan lalu, AS menuntut penghentian seluruh kegiatan nuklir Iran selama 20 tahun. Iran hanya mau penghentian selama tiga sampai lima tahun. Dua sumber Iran juga mengungkapkan, mulai terlihat indikasi kompromi yang memungkinkan sebagian stok uranium dipindahkan.
Rakyat kami tidak berunding dalam keadaan dihina.
Di Teheran, penolakan atas kesepakatan damai disuarakan cukup keras. ”Rakyat kami tidak berunding dalam keadaan dihina,” kata ulama Ahmad Khatami di mimbar Jumat.
Dari Inggris dilaporkan, belasan negara bersedia bergabung dalam misi internasional untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz ketika kondisi memungkinkan. Inggris dan Perancis menggelar pertemuan khusus dengan sekitar 40 negara untuk membahas Selat Hormuz pada Sabtu.
Di jalur diplomatik, kemungkinan kesepakatan damai AS-Iran semakin kabur. Sejumlah diplomat meragukan kesepakatan diteken pada akhir pekan ini karena kendala logistik untuk kembali berkumpul di Islamabad, Pakistan. Sebelumnya, Trump menyatakan pertemuan bisa dilakukan akhir pekan ini.
Hingga Sabtu pagi, tidak ada tanda-tanda persiapan perundingan di ibu kota Pakistan itu. Militer Pakistan menyatakan, Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Asim Munir telah menuntaskan tiga hari pembicaraan di Teheran. Ia menjadi mediator utama dalam upaya perdamaian AS-Iran.
Seorang sumber Pakistan juga mengungkap, pertemuan Iran dan AS bisa menghasilkan nota kesepahaman awal, lalu diikuti perjanjian damai menyeluruh dalam 60 hari. Dari pihak Iran, seorang pejabat senior menyebutkan, Teheran berharap sebuah kesepakatan awal dapat dicapai dalam beberapa hari ke depan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/17/a3c73af484bc8252a12c62d67028b938-Iran_War.jpeg)
Namun, sumber-sumber Iran lain menuturkan, ada beda pendapat besar yang masih harus diselesaikan sebelum kesepakatan pendahuluan benar-benar tercapai.
Selain soal nuklir, masalah lain adalah insentif ekonomi. Seorang pejabat senior Iran menyebut telah ada kesepakatan untuk mencairkan miliaran dolar AS aset Iran sebagai bagian dari kesepakatan. Namun, Trump menegaskan, tidak ada uang yang akan berpindah tangan dalam bentuk apa pun.
Perkembangan di Lebanon juga belum stabil. Belum jelas sejauh mana Hizbullah akan mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Sebab, Hizbullah tidak ikut berunding dalam gencatan senjata Israel-Lebanon. Terlebih, pasukan Israel masih menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/18/c032ada0e77286c5d9f5fee85d24c40c-Lebanon_Israel_Iran_War.jpeg)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel menyetujui gencatan senjata di Lebanon atas permintaan Trump. Akan tetapi, lanjutnya, kampanye melawan Hizbullah belum selesai. Ia mengklaim, Israel telah menghancurkan sekitar 90 persen persediaan rudal dan roket Hizbullah. Namun, Israel belum selesai membongkar kelompok itu.
Perang yang dipicu serangan AS-Israel ke Iran telah menewaskan sedikitnya 3.000 orang di Iran, lebih dari 2.290 orang di Lebanon, 23 orang di Israel, dan belasan orang di negara-negara Arab Teluk. Tiga belas personel militer AS juga tewas. (AP/REUTERS)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul