Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan orang kepercayaan mendiang Khamenei, Ali Larijani, tewas dalam serangan Israel. Itu klaim Israel.
17 Mar 2026 21:08 WIB · Internasional
AP
Catatan redaksi: artikel ini telah mendapat perubahan dan penambahan. Perubahan pada judul menjadi … ”Iran mengonfirmasi”. Serta penambahan pada paragraf kedua dan ketiga terkait kabar gugurnya Ali Larijani.
TEHERAN, SELASA — Menteri Pertahahan Israel, Israel Katz, mengklaim berhasil menewaskan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani dan Komandan Pasukan Paramiliter Basij Iran Gholamreza Soleimani, Selasa (17/3/2026).
Beberapa jam setelah pernyataan itu Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengkonfirmasi gugurnya Ali Larijani. "Jiwa-jiwa suci para martir merangkul jiwa suci hamba Allah yang saleh, Syahid Dr. Ali Larijani," kata dewan tersebut.
Lembaga itu menambahkan bahwa putranya dan pengawal-pengawal Larijani meninggal bersamanya. Kantor berita semi-resmi Iran, Fars mengabarkan, Larijani telah meninggal. Ia gugur dalam serangan udara AS-Israel saat mengunjungi putrinya di pinggiran timur Teheran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/17/30797898dc25f5b8a78358312748e244-Iran_136992119.jpg)
Sebelum ada konfirmasi itu, sesaat setelah pernyataan dari Israel keluar, media Pemerintah Iran menerbitkan catatan tulisan tangan Larijani di akun media sosial X dan Telegram milik Larijani.
Harian Al Jazeera menyebut catatan Larijani itu berisi kenangan dan penghormatan kepada 84 pelaut Iran yang tewas ketika kapal fregat IRIS Dena ditorpedo kapal selam Amerika Serikat dan tenggelam di Samudra Hindia, 4 Maret lalu.
Tidak jelas apakah itu dimaksudkan sebagai bukti bahwa ia masih hidup. Tidak jelas juga kapan catatan itu ditulis, siapa penulisnya, atau mengapa catatan itu diterbitkan setelah klaim Israel keluar.
”Kemartiran para prajurit pemberani Angkatan Laut Angkatan Darat Republik Islam di atas kapal Dena adalah bagian dari pengorbanan bangsa yang gagah berani yang telah muncul pada titik perjuangan ini melawan penindas internasional. Kenangan mereka akan selalu tetap di hati bangsa Iran, dan kemartiran ini akan memperkuat fondasi Tentara Republik Islam selama bertahun-tahun dalam struktur angkatan bersenjata,” tertulis dalam catatan Larijani yang ditulis dengan tinta hitam.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/05/077d7823-ce76-4a3f-92be-54cdac356b89_jpg.jpg)
Sebaliknya, Katz di media sosial mengatakan, para pemimpin rezim (Iran) akan dibunuh dan kemampuan mereka dilumpuhkan. ”Tentara kami terus menyerang dan melumpuhkan kemampuan rudal serta infrastruktur strategis mereka,” tulisnya.
Departemen Keuangan AS mencatat, Soleimani pernah dikenai sanksi oleh AS, Uni Eropa, dan negara-negara lain karena menekan perbedaan pendapat melalui Basij. Basij adalah pasukan paramiliter sukarelawan di bawah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang didirikan setelah revolusi 1979 dan bertugas mengamankan Iran.
Basij mengoperasikan cabang-cabang lokal di sejumlah kota dan sering dikerahkan di garis depan demonstrasi untuk menindak tegas, termasuk demonstrasi anti-pemerintah pada Januari lalu.
Jika klaim Israel dikonfirmasi oleh Iran, berarti pembunuhan Larijani ini akan menjadi pembunuhan tingkat tertinggi sejak mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur. Khamenei dan beberapa anggota keluarganya menjadi korban dalam serangan pertama AS-Israel pada 28 Februari 2026.
Larijani terakhir terlihat di depan umum pada Jumat lalu, saat menghadiri unjuk rasa Hari Quds untuk mendukung Palestina di Teheran. Ia hadir bersama dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/14/35ecfa51-72aa-45f6-88cb-0867f58bd390_jpg.jpg)
Larijani telah menjadi tokoh politik kunci dalam hierarki Iran selama bertahun-tahun. Ia pernah memimpin tim negosiator nuklir Iran dan perundingan dengan Barat. Dia pernah menjabat Ketua Parlemen Iran. Para pengamat tidak yakin rezim Iran akan jatuh setelah Larijani tewas karena selalu akan ada penggantinya.
Guru Besar Institut Pascasarjana Doha, Mohamad Elmasry, mengatakan, AS dan Israel sedang bermain ”pukul tikus” di Iran. ”Selalu akan ada pemimpin lain. Saya rasa rezim Iran tidak akan runtuh. Tetapi, memang ini signifikan secara simbolis dan psikologis,” ujarnya.
Larijani (67) adalah salah satu orang kepercayaan mendiang Ayatollah Ali Khamenei dan muncul sebagai wajah Pemerintah Iran setelah Khamenei terbunuh. Ia seorang revolusioner yang berapi-api dan ideolog sayap kanan garis keras. Larijani yang lahir pada tahun 1958 di Najaf, Irak, itu berasal dari salah satu keluarga paling berpengaruh di Iran. Keluarganya sering digambarkan sebagai ”Kennedy-nya Iran”.
Ayahnya adalah seorang ulama Syiah berpangkat tinggi. Saudara-saudaranya memimpin lembaga peradilan, akademis, dan terlibat dalam menyusun kebijakan pemerintah. Salah satu saudaranya, Muhammad Javad Larijani, menjadi penasihat presiden dan kebijakan luar negeri.
Saudara yang lain, Sadiq, memimpin lembaga peradilan dan menjadi ketua dewan penasihat. Sementara yang lainnya jadi tokoh berpengaruh di bidang kesehatan dan pendidikan tinggi.
Ia menikah pada usia 20 tahun dengan Farideh Motahari, putri dari orang kepercayaan Ayatollah Ruhollah Khomeini. Pernikahan ini memperkuat posisinya di dalam elite revolusioner. Ia dibesarkan di keluarga yang sangat berpengaruh. Namun, jalan menuju kekuasaannya bukan semata-mata melalui jalur dinasti.
Berbeda dengan rekan-rekannya yang kredibilitasnya hanya ditempa di kancah keagamaan, Larijani menggabungkan latar belakang keagamaan aristokrat dengan pendidikan sekuler yang ketat. Ia meraih gelar di bidang matematika dan ilmu komputer di Universitas Teknologi Sharif, sekolah teknik terkemuka di Iran, sebelum beralih ke filsafat.
Karya doktoralnya, yang tidak biasa di antara para tokoh berpengaruh Iran, berfokus pada Immanuel Kant. Ia kemudian menerbitkan banyak karya tentang filsafat Kant, mengeksplorasi hubungan antara pembuktian matematika, metafisika, dan penyelidikan rasional.
Bagi para pengamat Barat, Larijani merupakan sebuah paradoks. Kant adalah pilar pemikiran era Pencerahan, sebuah sistem sekuler yang bertentangan dengan fondasi teologis Iran. Namun, karya filosofis Larijani bukanlah upaya meniru Barat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/13/bde01da6-4290-4a32-951d-a72eaa4e6b0c.jpg)
Sebaliknya, ia berupaya menafsirkan kembali Kant melalui lensa Islam. Ia berargumen pemikiran religius dan sains masing-masing mengejar kebenaran di ranah mereka sendiri dan menantang batasan yang kaku.
Setelah revolusi 1979, Larijani bertugas di IRGC sebelum memasuki pemerintahan. Ia menjadi menteri kebudayaan kemudian direktur lembaga penyiaran negara IRIB. Pada 2005, Larijani menjadi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan kepala negosiator nuklir Iran. Meski mengundurkan diri dari peran itu pada 2007, ia masuk lagi ke arena politik pada 2008 sebagai anggota parlemen.
Ia lalu cepat naik jadi ketua parlemen selama tiga periode berturut-turut. Ia jadi tokoh kunci dalam mengamankan persetujuan parlemen untuk kesepakatan nuklir 2015. Ini momen yang menggarisbawahi reputasinya sebagai operator pragmatis yang bersedia menjembatani kekhawatiran garis keras dengan keterlibatan diplomatik.
Larijani kembali memimpin dewan keamanan nasional pada Agustus 2025. Sebelum serangan AS-Israel, Larijani bertanggung jawab untuk menekan gelombang protes yang menuntut diakhirinya pemerintahan Islam dengan mengerahkan tindakan keras. Ia berhasil meredam perbedaan pendapat dan menjadi penghubung utama dengan sekutu Iran, termasuk Rusia, serta aktor regional seperti Qatar dan Oman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/05/df03a28d11de6bc3a4b00d6ec31bcb21-20260205_ANU_AFP_Instalasi_Nuklir_Iran_mumed.jpg)
Ia juga bertanggung jawab pada negosiasi nuklir dengan AS dan menyusun rencana untuk mengelola Iran selama potensi perang dengan AS. Larijani sering bertindak sebagai wajah publik Pemerintah Iran, memberikan wawancara televisi kepada media berita Iran dan asing.
Meski Larijani jadi penasihat terdekat Khamenei, ia bukan kandidat yang mungkin untuk menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi karena ia bukan ulama Syiah senior. Itu adalah kualifikasi mendasar bagi setiap penerus. Pada akhirnya, Mojtaba Khamenei, putra dari Ali Khamenei, yang ditunjuk.
Jika Larijani benar tewas, ini menandai berakhirnya sebuah babak dalam perhitungan strategis Iran. Selama beberapa dekade, Larijani menjadi jembatan antara etos revolusioner Iran dan upayanya untuk menavigasi lanskap internasional yang bermusuhan, seorang pemikir yang mahir dalam filsafat yang kompleks dan realitas geopolitik yang keras.
Dalam sistem yang sering didominasi ulama dan jenderal, Larijani menonjol sebagai seorang intelektual yang terukur, seorang ahli strategi yang dibentuk oleh logika, keyakinan, dan pengalaman seumur hidup di koridor kekuasaan. (REUTERS/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul