Serangan darat dan udara Israel ke Lebanon meluas. Pasukan Israel masuk lebih jauh ke Lebanon Selatan. Sementara pesawat Israel menjangkau ibu kota Lebanon, Beirut
JERUSALEM, SELASA — Setelah mengebom tanpa henti dan menduduki sebagian wilayah perbatasan, kini Israel menambah pasukan darat ke Lebanon. Serangan itu menambah serbuan sepihak Israel ke berbagai negara.
Kantor Berita Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan pasukan Israel di pinggiran Aita al-Shaab pada Selasa (17/3/2026) dini hari. Desa itu berada di perbatasan Lebanon-Israel. Serangan juga dilancarkan Israel ke Tyre, Chaqra, dan Srifa.
NNA juga melaporkan, pesawat tempur Israel menyerang tiga lokasi di Beirut, ibu kota Lebanon. Sasaran serangan itu adalah kawasan Kafaat, Haret Hreik, dan Doha Aramoun.
Media Israel,The Jerusalem Postdan Haaretz, menyebut serbuan itu sebagai gelombang serangan baru ke Lebanon dan Iran. Sementara Times of Israel menyebutkan serangan udara ke Beirut.
Dalam laporan pada Senin (16/3/2026), The Wall Street Journal memakai istilah ”invade”. SementaraThe New York Timesmemakai istilah ”ground assault” untuk menyebut serangan ke Lebanon.
Sejak bersama Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Ferbuari 2026, Israel juga meningkatkan serangan ke Tepi Barat dan Lebanon. Bahkan, serangan ke Lebanon meningkat sejak 2 Maret 2026.
Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan, serangan itu melanggar kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon. ”Kami mengutuk keras serangan darat Israel di Lebanon, yang semakin memperburuk ketidakstabilan di wilayah tersebut. Hukuman kolektif dan kebijakan genosida yang dilakukan pemerintahan Netanyahu di Lebanon akan menyebabkan bencana kemanusiaan baru di wilayah tersebut,” demikian pernyataan Ankara.
Militer Israel, Tzahal, menyatakan serangan darat menyasar kubu pertahanan Hizbullah di Lebanon Selatan. Pasukan darat didampingi artileri dan serangan udara. ”Untuk menghilangkan ancaman dan menciptakan lapisan keamanan tambahan bagi penduduk Israel utara,” tulis pernyataan tersebut.
Juru bicara Tzahal, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, mengatakan bahwa pasukan Israel memasuki wilayah tambahan di selatan. ”Tentara sekarang beroperasi di lokasi baru” katanya.
Panglima Tzahal, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyetujui serangan itu. Pada Senin, Zamir mengunjungi pasukan di perbatasan Israel Lebanon.
Beberapa hari lalu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, meminta Tzahal memperluas serangan. Setelah gelombang serangan darat terbaru, Tzahal mengumumkan pasukan terus menduduki wilayah yang dirampas dari Lebanon. Penduduk Lebanon dari wilayah itu dilarang kembali.
Sejak gelombang serangan Israel dimulai lagi pada Maret 2026, hampir 1.000 warga Lebanon tewas. Sementara korban cedera mencapai 2.141 orang.
Gelombang serangan itu juga memaksa hampir 1.049.328 orang mengungsi. Dengan pengumuman Tzahal, lebih dari sejuta orang itu dipastikan akan kehilangan rumah lebih lama.
Korban serangan Israel ke Lebanon termasuk pastor gereja maronit, Pierre al-Rai (50). Pastor Rai tewas akibat cedera parah hasil tembakan tank Israel. Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, UNIFIL, juga berulang kali jadi sasaran serangan Israel.
Gencatan senjata
Israel dan Hizbullah menyepakati gencatan senjata pada November 2024. Akan tetapi, sejak itu Israel masih terus menyerang Lebanon. Awal bulan ini, Israel merampas lebih banyak pos pengawasan yang sebelumnya dikendalikan tentara Lebanon.
Sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata November 2024, hanya pasukan UNIFIL dan pasukan Lebanon yang boleh membawa senjata di selatan Sungai Litani. Sungai itu berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel.
Berdasarkan kesepakatan itu juga, Israel seharusnya menarik semua pasukannya dari Lebanon. Akan tetapi, Israel masih menempatkan pasukan di lima wilayah perbatasan yang dianggap strategis.
Perluasan serangan darat Israel ke Lebanon dilancarkan tepat sehari selepas Paus Leo XIV kembali memohon gencatan senjata di Lebanon dan Timur Tengah. ”Atas nama umat Kristen di Timur Tengah dan semua perempuan dan laki-laki yang berkehendak baik, saya memohon kepada mereka yang bertanggung jawab atas konflik ini: hentikan tembakan! Semoga jalan dialog dapat dibuka kembali! Kekerasan tidak akan pernah membawa keadilan, stabilitas, dan perdamaian yang dinantikan rakyat,” kata Paus, Minggu (15/3/2026), di Vatikan, seperti disiarkan Vatican News.
Gelombang baru serangan Israel ke Lebanon dinyatakan sebagai pembelaan diri. Israel menuding Hizbullah menyerang kota-kota di perbatasan Israel-Lebanon sejak AS-Israel menyerang Iran.
Hizbullah membenarkan mendukung Iran dan mau menuntut pembalasan atas pembunuhan Israel terhadap Ali Khamenei. Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran itu tewas setelah Israel menjatuhkan 30 bom ke kantor sekaligus kediaman resminya di Teheran. Hizbullah menargetkan pasukan dan kendaraan Israel setidaknya di tiga kota perbatasan Lebanon.
Letjen Zamir mengatakan, pasukan darat akan memperkuat postur pertahanan di garis depan. Ia juga memperingatkan warga Lebanon selatan yang telah mengungsi untuk tidak kembali ke rumah sampai situasinya aman.
Sementara Letkol Shoshani mengatakan, Hizbullah bermaksud memperluas operasinya. Ia menuding Hizbullah terus menembakkan roket ke Israel. Oleh sebab itu, serangan darat dilakukan untuk meredam ancaman tersebut. ”Kami akan beroperasi selama yang kami butuhkan,” ucapnya.
Bencana kemanusiaan
Kantor berita Lebanon, National News Agency, Senin, melaporkan, terjadi bentrokan antara pasukan Israel dan anggota Hizbullah di poros Odaisseh–Taybeh di Lebanon selatan. Sejumlah kendaraan militer Israel bergerak maju di dekat kota-kota perbatasan selatan Yaroun dan Maroun al-Ras.
Sejumlah negara mengecam serangan darat Israel ke Lebanon. Sebab, serangan itu akan memperkeruh konflik dan menimbulkan lebih banyak korban. Sejak perang dimulai, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi besar-besaran untuk kawasan Lebanon selatan hingga 40 kilometer dari perbatasannya.
Kanada, Perancis, Inggris, Jerman, dan Italia juga mengeluarkan pernyataan bersama merespons serangan darat Israel. Menurut mereka, serangan darat yang signifikan akan memiliki konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan dan dapat menyebabkan konflik berkepanjangan.
”Hal itu harus dihindari. Situasi kemanusiaan di Lebanon, termasuk pengungsian massal yang sedang berlangsung, sudah sangat mengkhawatirkan,” tulis pernyataan itu.
(AFP/Reuters)
JERUSALEM, SELASA — Setelah mengebom tanpa henti dan menduduki sebagian wilayah perbatasan, kini Israel menambah pasukan darat ke Lebanon. Serangan itu menambah serbuan sepihak Israel ke berbagai negara.
Kantor Berita Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan pasukan Israel di pinggiran Aita al-Shaab pada Selasa (17/3/2026) dini hari. Desa itu berada di perbatasan Lebanon-Israel. Serangan juga dilancarkan Israel ke Tyre, Chaqra, dan Srifa.
NNA juga melaporkan, pesawat tempur Israel menyerang tiga lokasi di Beirut, ibu kota Lebanon. Sasaran serangan itu adalah kawasan Kafaat, Haret Hreik, dan Doha Aramoun.
Serial Artikel
Serangan Israel Tewaskan 31 Orang di Lebanon, Arab Saudi Cegat ”Drone” Iran
Iran telah memperingatkan serangan ke negara itu akan berdampak luas. Hal itu terbukti. Serangan gabungan AS-Israel ke Iran menimbulkan kekacauan di Timur Tengah.
Media Israel,The Jerusalem Postdan Haaretz, menyebut serbuan itu sebagai gelombang serangan baru ke Lebanon dan Iran. Sementara Times of Israel menyebutkan serangan udara ke Beirut.
Dalam laporan pada Senin (16/3/2026), The Wall Street Journal memakai istilah ”invade”. SementaraThe New York Timesmemakai istilah ”ground assault” untuk menyebut serangan ke Lebanon.
Sejak bersama Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Ferbuari 2026, Israel juga meningkatkan serangan ke Tepi Barat dan Lebanon. Bahkan, serangan ke Lebanon meningkat sejak 2 Maret 2026.
Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan, serangan itu melanggar kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon. ”Kami mengutuk keras serangan darat Israel di Lebanon, yang semakin memperburuk ketidakstabilan di wilayah tersebut. Hukuman kolektif dan kebijakan genosida yang dilakukan pemerintahan Netanyahu di Lebanon akan menyebabkan bencana kemanusiaan baru di wilayah tersebut,” demikian pernyataan Ankara.
Militer Israel, Tzahal, menyatakan serangan darat menyasar kubu pertahanan Hizbullah di Lebanon Selatan. Pasukan darat didampingi artileri dan serangan udara. ”Untuk menghilangkan ancaman dan menciptakan lapisan keamanan tambahan bagi penduduk Israel utara,” tulis pernyataan tersebut.
Juru bicara Tzahal, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, mengatakan bahwa pasukan Israel memasuki wilayah tambahan di selatan. ”Tentara sekarang beroperasi di lokasi baru” katanya.
Panglima Tzahal, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyetujui serangan itu. Pada Senin, Zamir mengunjungi pasukan di perbatasan Israel Lebanon.
Serial Artikel
Israel-Hizbullah Berperang Lagi di Perbatasan
Perang AS-Israel melawan Iran meluas ke Lebanon. Israel dan Hizbullah saling serang. Pasukan Israel dan Lebanon pun memperketat pengamanan di perbatasan.
Beberapa hari lalu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, meminta Tzahal memperluas serangan. Setelah gelombang serangan darat terbaru, Tzahal mengumumkan pasukan terus menduduki wilayah yang dirampas dari Lebanon. Penduduk Lebanon dari wilayah itu dilarang kembali.
Sejak gelombang serangan Israel dimulai lagi pada Maret 2026, hampir 1.000 warga Lebanon tewas. Sementara korban cedera mencapai 2.141 orang.
Gelombang serangan itu juga memaksa hampir 1.049.328 orang mengungsi. Dengan pengumuman Tzahal, lebih dari sejuta orang itu dipastikan akan kehilangan rumah lebih lama.
Korban serangan Israel ke Lebanon termasuk pastor gereja maronit, Pierre al-Rai (50). Pastor Rai tewas akibat cedera parah hasil tembakan tank Israel. Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, UNIFIL, juga berulang kali jadi sasaran serangan Israel.
Gencatan senjata
Israel dan Hizbullah menyepakati gencatan senjata pada November 2024. Akan tetapi, sejak itu Israel masih terus menyerang Lebanon. Awal bulan ini, Israel merampas lebih banyak pos pengawasan yang sebelumnya dikendalikan tentara Lebanon.
Sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata November 2024, hanya pasukan UNIFIL dan pasukan Lebanon yang boleh membawa senjata di selatan Sungai Litani. Sungai itu berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel.
Berdasarkan kesepakatan itu juga, Israel seharusnya menarik semua pasukannya dari Lebanon. Akan tetapi, Israel masih menempatkan pasukan di lima wilayah perbatasan yang dianggap strategis.
Perluasan serangan darat Israel ke Lebanon dilancarkan tepat sehari selepas Paus Leo XIV kembali memohon gencatan senjata di Lebanon dan Timur Tengah. ”Atas nama umat Kristen di Timur Tengah dan semua perempuan dan laki-laki yang berkehendak baik, saya memohon kepada mereka yang bertanggung jawab atas konflik ini: hentikan tembakan! Semoga jalan dialog dapat dibuka kembali! Kekerasan tidak akan pernah membawa keadilan, stabilitas, dan perdamaian yang dinantikan rakyat,” kata Paus, Minggu (15/3/2026), di Vatikan, seperti disiarkan Vatican News.
Serial Artikel
Lebanon Menantikan Paus Leo
Suasana Umat kristiani di Lebanon yang menantikan kedatangan Paus Leo XIV.
Gelombang baru serangan Israel ke Lebanon dinyatakan sebagai pembelaan diri. Israel menuding Hizbullah menyerang kota-kota di perbatasan Israel-Lebanon sejak AS-Israel menyerang Iran.
Hizbullah membenarkan mendukung Iran dan mau menuntut pembalasan atas pembunuhan Israel terhadap Ali Khamenei. Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran itu tewas setelah Israel menjatuhkan 30 bom ke kantor sekaligus kediaman resminya di Teheran. Hizbullah menargetkan pasukan dan kendaraan Israel setidaknya di tiga kota perbatasan Lebanon.
Letjen Zamir mengatakan, pasukan darat akan memperkuat postur pertahanan di garis depan. Ia juga memperingatkan warga Lebanon selatan yang telah mengungsi untuk tidak kembali ke rumah sampai situasinya aman.
Sementara Letkol Shoshani mengatakan, Hizbullah bermaksud memperluas operasinya. Ia menuding Hizbullah terus menembakkan roket ke Israel. Oleh sebab itu, serangan darat dilakukan untuk meredam ancaman tersebut. ”Kami akan beroperasi selama yang kami butuhkan,” ucapnya.
Bencana kemanusiaan
Kantor berita Lebanon, National News Agency, Senin, melaporkan, terjadi bentrokan antara pasukan Israel dan anggota Hizbullah di poros Odaisseh–Taybeh di Lebanon selatan. Sejumlah kendaraan militer Israel bergerak maju di dekat kota-kota perbatasan selatan Yaroun dan Maroun al-Ras.
Sejumlah negara mengecam serangan darat Israel ke Lebanon. Sebab, serangan itu akan memperkeruh konflik dan menimbulkan lebih banyak korban. Sejak perang dimulai, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi besar-besaran untuk kawasan Lebanon selatan hingga 40 kilometer dari perbatasannya.
Kanada, Perancis, Inggris, Jerman, dan Italia juga mengeluarkan pernyataan bersama merespons serangan darat Israel. Menurut mereka, serangan darat yang signifikan akan memiliki konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan dan dapat menyebabkan konflik berkepanjangan.
”Hal itu harus dihindari. Situasi kemanusiaan di Lebanon, termasuk pengungsian massal yang sedang berlangsung, sudah sangat mengkhawatirkan,” tulis pernyataan itu.