Iran dan juru runding Pakistan menyebut gencatan senjata juga diberlakukan di Lebanon. AS-Israel menyatakan Lebanon tidak masuk dalam kesepakatan gencatan senjata.
09 Apr 2026 20:10 WIB · Internasional
AFP/KAWNAT HAJU
TEHERAN, KAMIS — Meskipun Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan, Israel tetap menyerang wilayah Iran dan Lebanon. Iran merespons serangan Israel dengan tetap menutup Selat Hormuz. Gencatan senjata pun terancam.
Kantor berita Reuters, Kamis (9/4/2026), melaporkan, lebih dari 250 orang tewas dan setidaknya 1.100 orang terluka dalam serangan Israel paling mematikan ke Lebanon, Rabu. Pemerintah Iran menyatakan, gencatan senjata dengan AS akan sia-sia tanpa memasukkan Lebanon.
Pakistan, sebagai juru runding AS-Iran, mengatakan, penghentian perang di Lebanon adalah bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Namun, AS menyatakan gencatan senjata tidak meliputi penghentian perang di Lebanon.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/08/92013178-19c3-419d-a499-8053011303b7.jpg)
Lebanon terseret perang AS-Israel terhadap Iran setelah kelompok Hizbullah di negara itu menyerang wilayah Israel sebagai bentuk dukungan bagi Iran. Sejak perang meletus, ribuan orang tewas, termasuk tiga prajurit TNI yang bertugas dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
”Skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon hari ini sungguh mengerikan,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk. ”Pembantaian seperti itu, hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata dengan Iran, sungguh sulit dipercaya.”
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, salah satu dari usulan gencatan senjata Iran adalah menghentikan perang di Lebanon. Ia menambahkan, Israel sudah melanggar sejumlah syarat gencatan senjata dengan meneruskan perang di Lebanon melawan Hizbullah.
”Dalam situasi perang di Lebanon, gencatan senjata dan perundingan lanjutan sulit dilakukan,” kata Ghalibaf dalam keterangan tertulis.
Serangan Israel ke Lebanon mencuatkan pertanyaan tentang upaya perdamaian oleh kawasan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, penghentian pertempuran di Lebanon adalah syarat esensial dalam kesepakatan Iran dengan AS. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menekankan, penghentian perang di Lebanon adalah bagian dari kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/08/e6f2090d-5e96-4490-8996-8273dc970ed4.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/08/c036fd4f-3abb-4693-bae4-299a2ff8ddef.jpg)
Namun, Israel dan AS bersikeras, gencatan senjata dua minggu tidak mencakup Lebanon. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, serangan Israel dilanjutkan di Lebanon.
”Iran mengira gencatan senjata mencakup Lebanon, tapi tidak demikian,” kata Wakil Presiden AS JD Vance yang tengah memimpin delegasi AS di Budapest, Hongaria.
Serangan mematikan Israel dalam sehari itu menuai kecaman. Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras serangan Israel. Presiden Perancis Emmanuel Macron mengecam sekeras-kerasnya serangan Israel yang tanpa pandang bulu terhadap Lebanon.
Ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menuding Israel ”terus-menerus berusaha menyabotase” kesepakatan gencatan senjata.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/24/6e6e01b5e780fa95415865454f1caecd-24022026_ANU_AFP_Selat_Hormuz_mumed.jpg)
Hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata, Iran dan negara-negara Teluk Arab melaporkan serangan baru pada Rabu. Media Pemerintah Iran melaporkan serangan rudal dan drone baru terhadap negara-negara Teluk yang bersekutu dengan AS sebagai balasan atas serangan udara terhadap fasilitas minyaknya. Kuwait, UEA, Arab Saudi, dan Bahrain melaporkan serangan sejak gencatan senjata diberlakukan.
Selain serangan terbaru itu, berlanjutnya serangan Israel atas Lebanon memicu penutupan kembali Selat Hormuz.
Menurut Windward, perusahaan intelijen maritim, hanya 11 kapal yang melewati selat tersebut pada Rabu. Jumlah itu kurang lebih sama dengan hari-hari sebelumnya.
Menurut perusahaan itu, Iran mewajibkan kapal pengangkut yang melintas Selat Hormuz untuk membayar bea 1 dolar AS per barel untuk minyak yang diekspor. Kapal tanker super terbesar dapat membawa hingga 3 juta barel minyak mentah.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, penutupan Selat Hormuz sama sekali tidak dapat diterima. Ia mengulangi harapan dan tuntutan Presiden AS Donald Trump agar selat tersebut dibuka kembali.
Pembukaan blokade Selat Hormuz menjadi salah satu syarat yang diajukan AS dalam proposal gencatan senjata. Selat itu vital bagi jalur energi dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/4d1bc46127e9b86ad81ed64ad4783dad-India_US_Israel_Iran_2.jpg)
Ketika Selat Hormuz ditutup, terpantau masih ada dua kapal niaga Yunani dan dua tanker China yang melintas pada Rabu pagi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam jumpa pers di Beijing, mendesak agar semua pihak menjaga kesepakatan gencatan senjata AS-Iran dan tetap mengupayakan dialog.
Sementara para pemimpin dari 13 negara Eropa, Jepang, dan Kanada mengeluarkan pernyataan bersama yang menyambut gencatan senjata AS-Iran. Mereka juga menyerukan diakhirinya permusuhan dengan cepat untuk mencegah krisis energi global yang parah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/08/e8b694b9-2166-421d-a21d-26a6200037ae.jpg)
AS dan Iran sama-sama mengklaim kemenangan dalam perang yang berlangsung lebih dari lima pekan. Perang tersebut menewaskan ribuan orang di Iran, termasuk ratusan siswi sekolah dasar di Iran yang menjadi korban rudal AS.
Banyak hal tentang kesepakatan itu belum jelas karena kedua pihak menyampaikan hal yang sangat berbeda tentang persyaratannya. Kedua pihak akan lanjut berunding di Islamabad, Pakistan, pada 10 April 2026.
Iran menuntut AS menjamin berhenti menyerang Iran, mencabut semua sanksi, menarik pasukan dari pangkalan regional, dan membayar ganti rugi ke Iran. Iran juga menginginkan kendali atas Selat Hormuz, hak memperkaya uranium, sekaligus pencabutan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Sementara AS meminta Iran melanjutkan pelucutan total program nuklir, menyerahkan cadangan uranium, dan mengizinkan lagi pemeriksaan oleh IAEA tanpa batas. AS juga menuntut Iran melucuti program rudal balistik yang bisa menjangkau ke luar perbatasan Iran, berhenti mengirim uang dan senjata kepada kelompok pejuang di kawasan, mengakui Israel, serta membuka lagi Selat Hormuz.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/08/1bea412725b50b7b95fe931617764626-IRAN_US_ISRAEL_WAR_137365680.jpg)
Meski gencatan senjata AS-Iran dinilai rapuh, indeks bursa dan harga minyak global menunjukkan sinyal positif. Harga minyak mentah turun ke 95 dolar AS per barel setelah merosot hingga 90,40 dolar AS per barel.
Rakyat Iran pun menyambut gembira gencatan senjata dengan turun ke jalan. Mereka mengibarkan bendera Iran, membakar bendera AS dan Israel. Namun, banyak rakyat Iran khawatir perdamaian tidak berlangsung lama.
”Israel tidak mau berunding. Trump pun bisa mengubah pikiran dalam sekejap. Tapi setidaknya malam ini tidak ada serangan,” kata Alireza (29) warga Teheran.
Gencatan senjata disepakati pada Selasa malam sesaat sebelum Trump melancarkan serangan pamungkas. Trump mengancam pada Selasa malam peradaban Iran akan mati. Tindakan mengancam memusnahkan peradaban melanggar hukum internasional dan wujud kejahatan terhadap kemanusiaan.
”Musuh kita bertindak melawan hukum, penjahat perang, dan bangsa Iran telah menderita, tetapi berhasil mengalahkan musuh,” kata Dewan Keamanan Nasional Iran.
(Reuters/AP/AFP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Nur Adji