Jakarta Popsivo Polwan Atasi Tekanan Final Four Proliga 2025

Tekanan menghinggapi Jakarta Popsivo Polwan dan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia pada "final four" Proliga 2025. Popsivo mengatasi tekanan itu dan memenangi laga.

19 Apr 2025 06:37 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

KEDIRI, JUMAT —  Saat suatu kompetisi memasuki fase lebih tinggi dan persaingan semakin meruncing, atmosfer dan tekanan yang muncul biasanya berbeda. Hal itu dirasakan Jakarta Popsivo Polwan saat memasuki babak final four atau empat besar Proliga 2025. Tantangan pertama itu mampu mereka atasi dengan penampilan yang tetap solid.

Jakarta Popsivo Polwan boleh jadi tak menemukan kendala berarti pada fase reguler. Tim asuhan Pelatih Gerardo Daglio mampu melangkah mulus untuk menempati puncak klasemen dan memastikan juara fase reguler. Bahkan, mereka mencatatkan 11 kemenangan dari 12 pertandingan babak tersebut.

Namun, ujian sebenarnya datang pada fase final four ketika persaingan kian meruncing. Empat tim terbaik dari fase reguler bakal bersaing pada tiga seri di tiga kota berbeda untuk merebut dua tiket ke partai final.

Quote

Kami beruntung bisa memenangi laga pertama ini karena sebenarnya para pemain tampil seperti penuh tekanan.

Gerardo Daglio mengakui, anak-anak asuhannya tampil penuh tekanan pada pertandingan pertama mereka di babak final four melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Jumat (18/4/2025). Bermain di GOR Jayabaya Kediri, Kediri, Jawa Timur, Popsivo bahkan harus kehilangan set pertama dari Petrokimia.

Duel Jakarta Popsivo Polwan (jersei putih) melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia (jersei pink) pada babak final four Proliga 2025 di Gor Jayabaya Kediri, Kediri, Jawa Timur, Jumat (18/4/2025).

Beruntung, kata Daglio, para pemain Popsivo akhirnya bisa mengatasi tekanan itu dengan cepat. Yolla Yuliana dan kawan-kawan bangkit pada set selanjutnya, menunjukkan penampilan solid, dan akhirnya mengunci kemenangan 3-1 (24-26, 25-17, 25-20, 25-16).

”Kami beruntung bisa memenangi laga pertama ini karena sebenarnya para pemain tampil seperti penuh tekanan. Mungkin semua tim merasakan situasi yang sama karena ini laga pertama final four,” ucap Daglio.

Middle blocker Popsivo, Yolla Yuliana, juga mengamini penampilan pertama timnya di final four masih belum sempurna. Mereka masih kerap melakukan kesalahan yang berbuah poin bagi lawan. ”Tapi, kami bersyukur hari ini bisa memenangi pertandingan,” ujar Yolla yang didatangkan Popsivo jelang final four.

Pada set pertama, Popsivo tak bisa keluar dari tekanan yang dihadirkan Petrokimia lewat servis dan pukulan keras kedua pemain asingnya, Julia Maria Sangiacomo dan Hana Davyskiba. Alhasil, Popsivo sempat tertinggal 4-8 dan 13-16.

Pemain asing Jakarta Popsivo Polwan, Madison Kingdon, melepaskan pukulan melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia pada babak final four Proliga 2025 di Gor Jayabaya Kediri, Kediri, Jawa Timur, Jumat (18/4/2025).

Kendati beberapa kali sempat mengejar dan menyamakan skor, Popsivo tampak kesulitan mencetak poin. Sebab, blok Petrokimia cukup rapat dalam menghalau serangan.

Baru pada set kedua, Popsivo menunjukkan permainan lebih solid. Popsivo mendapatkan hasil manis dari keputusan mereka untuk mengganti pemain asingnya.

Sebelum final four, Popsivo melepas dua pemain asingnya, Neriman Ozsoy dan Bethania de la Cruz. Keputusan melepas Ozsoy terbilang mengejutkan karena pemain itu menjadi tulang punggung tim dalam mendulang poin.

Popsivo lantas mendatangkan Madison Kingdon Rishel, pemain dari Amerika Serikat, yang pernah memperkuat tim pada musim lalu. Madison Kingdon didatangkan bersama pemain AS lainnya, Jessica Mruzik, yang dinobatkan sebagai pemain paling menonjol pada 2024 oleh kejuaraan bola voli NCAA (National Collegiate Athletic Association).

infografik Final Four Proliga 2025 -Jakarta Popsivo Polwan

Kingdon mampu menjadi motor serangan tim dan pencetak poin terbanyak dalam laga itu dengan torehan 19 angka. Adapun Mruzik membuntuti dengan sumbangan 18 angka.

Outside hitter lokal Popsivo, Arsela Nuari, juga tampil apik dengan membukukan 15 poin. Begitu juga dengan middle blocker Shella Bernadetta Onnan yang melakukan 15 upaya blok dan turut menyumbang 4 poin.

Sementara itu, Petrokimia yang masih belum bisa diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi lantaran cedera lutut berbalik tertekan setelah set pertama. Apalagi, mereka kerap melakukan kesalahan, terutama saat servis.

Pelatih Petrokimia Jeff Jiang Jie mengatakan, para pemainnya bermain kurang tenang sehingga gagal memenangi laga pertama ”final four”. ”Pemain kami juga sering melakukan kesalahan sendiri dan memudahkan lawan menekan,” ujar pelatih asal China itu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .