Jakarta Waspada Cuaca Ekstrem sampai Januari

Curah hujan diperkirakan akan meningkat pada minggu kedua Desember 2025 sampai dengan Januari 2026. Hujan deras ini biasanya berujung banjir di mana-mana.

03 Des 2025 12:16 WIB · Metropolitan

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dany

JAKARTA, KOMPAS — Cuaca ekstrem diperkirakan melanda Jakarta dan sekitarnya mulai pekan kedua Desember 2025 hingga Januari 2026. Camat dan lurah diminta aktif mengecek kondisi wilayah masing-masing sekaligus menyosialisasikan potensi banjir dan bencana lain.

Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal tersebut kepada camat dan lurah di Balai Kota Jakarta pada Rabu (3/12/2025). Kesiapsiagaan ini berkaca pada banjir bandang yang menerjang Sumatera dan wilayah lain di Tanah Air dan juga luar negeri.

Jakarta kelimpungan saat hujan lebat pada Juli lalu. Terjadi banjir di mana-mana dampak hujan deras di Puncak, Jawa Barat, hujan lokal di Jakarta, dan rob di pesisir.

Pramono merujuk prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Diperkirakan curah hujan akan meningkat pada minggu kedua Desember 2025 sampai dengan Januari 2026.

”Untuk itu memang harus ada persiapan di lapangan sejak dini. Modifikasi cuaca akan dilakukan, kemudian juga mempersiapkan semua pompa yang ada,” kata Pramono.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya awal Juli lalu berujung banjir mulai dari puluhan sentimeter hingga 3 meter lebih. Air merendam 160 RT pada 6-9 Juli sehingga 650 warga terpaksa mengungsi.

Rumah warga di dekat Kali Ciliwung, Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan, misalnya. Luapan air melewati tanggul setinggi 5 meter, lalu mengalir deras ke permukiman yang posisinya lebih rendah. Air merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian lebih dari 2 meter.

Sekali lagi Pramono menekankan prediksi BMKG bahwa curah hujan berpotensi sampai 300 milimeter (mm) per hari. Ini harus dimitigasi sebaik mungkin.

”Jakarta ini, kalau curah hujan 200 mm per hari saja, pasti banjir,” ujar Pramono.

Camat dan lurah se-Jakarta ketika menerima arahan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Rabu (3/2/2025).

Mitigasi

Politisi PDI Perjuangan itu juga menekankan kepada camat dan lurah untuk berkoordinasi dengan semua elemen masyarakat, terutama dengan hadir di tengah warganya masing-masing.

Ia mencontohkan rutin mengecek kondisi saluran atau drainase, kemudian segera melaporkan untuk dikuras atau diperbaiki. ”Paling penting belajar dari pengalaman banjir bandang di berbagai daerah. Harus siap untuk itu,” tutur Pramono.

Camat dan lurah juga diminta rutin menyampaikan mitigasi bencana melalui tempat-tempat ibadah. Langkah-langkah tersebut ditujukan agar Natal dan Tahun Baru di Jakarta berlangsung dengan aman, nyaman, dan meriah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jakarta Isnawa Adji menambahkan, seluruh jajarannya sudah diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan pohon tumbang.

”Jakarta memiliki 30.000 RT yang harus dilindungi sehingga upaya mitigasi dan kesiapsiagaan perlu dilakukan secara menyeluruh,” ujar Isnawa.

Quote

Paling penting belajar dari pengalaman banjir bandang di berbagai daerah. Harus siap untuk itu.

Akhir Oktober lalu 55 RT kebanjiran di Jakarta Selatan. Banjir tambah parah akibat luapan Kali Mampang dan Kali Krukut yang merobohkan lima tanggul dan tiga tanggul lainnya longsor.

Petugas mengevakuasi dua taksi yang tertimpa pohon beringin tumbang saat hujan deras disertai angin kencang di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Sawah Besar, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, pohon tumbang merenggut nyawa dua warga. Seorang warga tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan Dharmawangsa Raya, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 30 Oktober sore.

Pohon tumbang saat hujan lebat disertai angin kencang turut menyebabkan seorang warga terluka dan lima mobil rusak.

Sebelumnya, Harry Danardojo (50), warga Jakarta Selatan, juga tewas setelah mobilnya tertimpa pohon tumbang pada 26 Oktober siang.

Setelah dua kejadian itu, pemangkasan dan pemeriksaan kesehatan pohon digencarkan. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi Jakarta melaporkan, dalam kurun Januari hingga awal November 2025 sudah 63.444 pohon dipangkas dan 6.513 pohon diperiksa kesehatannya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dany
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji