Jalan Pintas ”Diplomasi Ponsel” Para Pemimpin Negara

Trump tak suka pakai perantara untuk komunikasi dengan para pemimpin negara. Telepon langsung ke ponsel dinilai lebih praktis dan cepat. Hanya saja, berisiko tinggi.

27 Mar 2025 08:06 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Sejumlah pemimpin negara meminta berbagai pihak menelepon jika ada masalah. Permintaan disertai pembagian nomor ponsel.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan itu sejak periode pertama pemerintahannya. Kala bertemu sejumlah pihak, Presiden RI Prabowo Subianto juga melakukan itu. Demikian pula Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy hingga Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Praktik ini tidak biasa bahkan melanggar protokol diplomatik. Sebab, praktik itu berisiko tinggi membahayakan keamanan dan kerahasiaan komunikasi para pemimpin. Dalam laporan pada Kamis (27/3/2025), kantor berita AFP mengulas isu itu.

Pernah satu waktu, di tengah-tengah konferensi pers, Zelenskyy minta waktu sebentar untuk menerima telepon dari Macron. ”Bisakah saya menelepon Anda kembali dalam 15 hingga 20 menit?” kata Zelenskyy kepada Macron.

Zelenskyy mengaku ia berbicara dengan Macron melalui ponsel setidaknya sekali dalam sehari. Seorang ajudan Macron mengatakan, komunikasi melalui ponsel antarpara pemimpin dunia ini menjadi diplomasi baru yang lebih langsung dan spontan.

Ini memungkinkan kontak yang lebih sering dan lebih cepat. Macron tidak hanya menelepon Zelenskyy, tetapi juga Trump hampir setiap hari. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pun melakukannya.

Hanya saja, diplomasi ponsel ini kemudian membuat diplomat tidak lagi menjadi media penting komunikasi geopolitik. Dulu, komunikasi telepon antara dua pemimpin diatur terlebih dahulu oleh para diplomat atau para pembantu presiden dan dilakukan di hadapan mereka.

Namun, ini komunikasinya menjadi tidak terlalu formal. Macron pernah menceritakan bagaimana Trump terkadang menghubunginya secara langsung tanpa pemberitahuan sebelumnya. Bahkan, Trump pernah memaksanya meninggalkan rapat untuk mengobrol sebentar.

Bagi Macron, menelepon Trump secara langsung itu menjadi upaya dalam memberikan pengaruh kepada Trump. Diplomasi ponsel menjadi semakin penting bagi Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa mengingat perubahan kebijakan luar negeri Trump yang serba tiba-tiba mengagetkan.

Selain itu juga mereka khawatir dengan sikap Trump yang melunak kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Lagi pula Trump juga lebih suka kontak langsung tanpa perantara. Berbeda dengan pendahulunya, Presiden Joe Biden, yang berpegangan pada birokrasi klasik.

”Segalanya berjalan lebih cepat. Terjadi perubahan ritme yang telah membuat sifat hubungan juga berubah,” kata mantan Duta Desar Perancis Michel Duclos yang kini menjadi pakar di lembaga kajian Institut Montaigne.

Itu juga berarti kebijakan luar negeri semakin terkonsentrasi pada kepresidenan. Sama seperti Trump dan Macron, Zelenskyy juga memulai diplomasi ponselnya segera setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Awalnya, kata seorang sumber yang dekat dengan Zelenskyy, Zelenskyy berkomunikasi dengan Presiden Polandia Andrzej Duda untuk membicarakan masalah-masalah praktis di lapangan, seperti masalah logistik dan birokrasi di perbatasan.

A U.S. Army Patriot launcher from 5th Battalion, 7th Air Defense Artillery Regiment deployed in Southeast Poland on September 4, 2024. The Patriot missile system is a purely a defensive weapon system. This system is capable of defense against both ballistic and cruise-type missiles and aircraft. They can perform high and low altitude surveillance, target detection, target discrimination, target identification, target track, interceptor track, and interceptor guidance.

Mudah bocor

Duclos menilai komunikasi via ponsel seperti itu untuk menyederhanakan dan mempercepat segalanya semaksimal mungkin. Hanya saja, ada sisi buruknya.

Sisi buruknya, antara lain, bila pemimpin negara itu tidak segera memberi pengarahan kepada anak-anak buahnya setelah berkomunikasi via ponsel dengan rekannya. Bisa jadi anak-anak buahnya jadi tidak tahu apa-apa.

Trump mengaku sering berkomunikasi lewat ponsel dengan Putin. Malah sudah beberapa kali, tetapi tidak ada catatan resminya.

Karena tidak ada catatannya inilah, kata Duclos, yang justru membuat diplomasi ponsel ini berisiko tinggi. Apalagi, kata Duclos, mengingat Putin yang selama ini dikenal ahli dalam memanipulasi orang lain.

FILE - French President Emmanuel Macron, left, welcomes his Ukrainian counterpart Volodymyr Zelenskyy before a meeting at the Elysee Palace, in Paris, Thursday, Oct. 10, 2024. (AP Photo/Michel Euler, File)

Trump beberapa kali memamerkan bahwa dirinya sering menelepon Putin. Namun, selain telepon, AS juga tetap menggunakan saluran diplomatik konvensional.

Trump juga sudah memberikan nomor ponselnya kepada Zelenskyy. Akan tetapi, menurut Trump, Zelenskyy tak pernah menelepon.

Bagi Ian Bremmer, presiden konsultan risiko politik Eurasia Group, diplomasi ponsel bisa menguntungkan jika dilakukan di antara dua pemimpin yang saling percaya dalam konteks hubungan fungsional yang stabil. Masalahnya, itu tidak terjadi pada Trump.

Diplomasi ponsel juga berisiko tinggi bisa bocor. Meski para pemimpin berkomunikasi melalui aplikasi terenkripsi, seperti Signal, tetap saja ada risiko bocor.

Gagasan para pemimpin dunia saling menelepon melalui ponsel mungkin tampak biasa saja di dunia modern yang serba seluler. Namun, tidak begitu di arena diplomatik. Panggilan telepon antarpemimpin dalam arena diplomatik adalah urusan yang sangat terorganisasi.

Jika presiden tidak percaya pada saluran komunikasi yang resmi, itu menjadi pelanggaran protokol yang mencolok. Formalitas dan disiplin diplomasi tidak cocok untuk Trump. Ia selalu menganggap dirinya sebagai pembuat kesepakatan yang impulsif dan bebas.

Presiden umumnya melakukan panggilan telepon melalui salah satu dari beberapa saluran telepon aman, termasuk yang ada di Ruang Sidang Gedung Putih, Ruang Oval, atau mobil kepresidenan. Bahkan, menurut para pakar keamanan nasional, jika Trump menggunakan ponsel yang dikeluarkan pemerintah, panggilannya rentan terhadap penyadapan, terutama dari pemerintah asing.

Dalam foto yang disediakan The Guardian ini, Edward Snowden berbicara dalam wawancara di Hong Kong, 2013. Snowden mengungkapkan ke wartawan tentang program pengawasan warga negara Amerika Serikat (AS) secara rahasia oleh Badan Keamanan Nasional AS. Akibat tindakan itu, Snowden menjadi buron pemerintah AS. (Photo by The Guardian via Getty Images)

Mantan penasihat Pentagon dan pejabat Dewan Keamanan Nasional Derek Chollet mengatakan, jika berbicara di saluran terbuka, itu artinya siapa saja bisa memantau percakapan yang terjadi. ”Jika seseorang mencoba memata-matai Anda, semua yang Anda katakan bisa didengarkan orang lain. Tidak ada yang betul-betul aman,” ujarnya.

Kehati-hatian diperlukan bahkan saat berhadapan dengan sekutu. Seperti yang dipelajari Kanselir Jerman Angela Merkel pada 2013.

Waktu itu ada berkas rahasia AS yang dibocorkan Edward Snowden yang mengungkapkan bahwa AS sedang memantau telepon seluler Merkel. Meski teman, tetap saja harus hati-hati.

Guru Besar Hukum di Universitas Virginia Ashley Deeks, yang pernah menjabat sebagai asisten penasihat hukum untuk urusan politik militer di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan, jika Macron atau siapa pun pemimpin negara mana pun mendapat nomor ponsel Presiden AS, masuk akal untuk berasumsi bahwa mereka akan langsung menyerahkannya kepada dinas intelijen mereka.

Praktik ”diplomasi ponsel” ini membuat Trump dituduh munafik. Sepanjang kampanye presiden tahun lalu. Trump mengecam saingannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, karena menggunakan peladen e-mail pribadi saat ia menjabat sebagai menteri luar negeri. Ia bersikeras Hillary tidak boleh diberi akses ke informasi rahasia karena akan membuatnya rentan terhadap musuh asing.

FILE - Republican presidential nominee Donald Trump, left, and Democratic presidential nominee Hillary Clinton speak during the second presidential debate in St. Louis, Oct. 9, 2016. (AP Photo/John Locher, File)

Pengawasan ketat

Panggilan telepon presiden AS dengan para pemimpin dunia sering kali melibatkan perencanaan yang matang. Para pejabat Deplu dan Dewan Keamanan Nasional biasanya sudah menyiapkan pokok bahasan pembicaraan tertulis dan latar belakang pemimpin serta siap sedia di dekat presiden.

Transkrip informal dari panggilan telepon sering kali dibuat dan diedarkan di antara kelompok tertentu, terkadang sekelompok kecil ajudan atau sekelompok pejabat kebijakan luar negeri.

Catatan tersebut disimpan dan diarsipkan. Akan tetapi, tidak jelas apakah panggilan telepon dadakan dan informal Trump dicatat dan diarsipkan.

(COMBO) This combination of files pictures created on March 18, 2025 shows US President Donald Trump on the phone in the Oval Office at the White House in Washington, DC, on June 27, 2017 and a handout photograph taken and released by the Ukrainian Presidential Press Service on February 12, 2025, showing Ukraine's President Volodymyr Zelensky speaking during a phone call with the US president while sitting at his office in Kyiv, amid the Russian invasion of Ukraine. President Volodymyr Zelensky warned on March 19, 2025 against heeding a Kremlin call to halt military aid for his country and announced he would speak with US President Donald Trump later within hours. (Photo by NICHOLAS KAMM and Handout / various sources / AFP) / XGTY / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Ukrainian Presidential Press Service" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Trump mengaku berusaha menjaga kerahasiaan percakapannya dengan para pemimpin dunia, tetapi tetap saja bisa bocor.

Seperti pernyataannya kepada Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dan diplomat Rusia yang semuanya sudah bocor. Ada dugaan percakapan tersebut diedarkan oleh pejabat keamanan nasional.

Undang-Undang Catatan Kepresidenan tahun 1981 yang disahkan sebagai tanggapan atas skandal Watergate mengharuskan presiden dan stafnya menyimpan semua catatan yang terkait dengan kantor. Pada tahun 2014, UU tersebut diamendemen untuk menyertakan e-mail pribadi.

Namun, guru besar di Sekolah Hukum Universitas George Washington, Jonathan Turley, menilai, UU itu masih punya kekurangan. UU itu belum spesifik menangani urusan komunikasi ponsel secara langsung.

Presiden Barack Obama adalah presiden pertama yang membawa ponsel BlackBerry. Khawatir akan adanya intrusi dunia maya—terutama oleh pihak asing—ponsel Obama dilindungi maksimal. Banyak fungsi BlackBerry Obama yang diblokir dan hanya segelintir orang yang punya nomor ponselnya atau alamat e-mail-nya. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .