Janice Tjen kalah pada semifinal tenis SEA Games 2025. Peluangnya untuk meraih emas dipertahankan pada ganda putri.
16 Des 2025 18:26 WIB · Olahraga
AP
NONTHABURI, SELASA – Bermain dalam kondisi tidak fit, Janice Tjen tak bisa menyelesaikan semifinal tunggal putri cabang tenis di SEA Games Thailand 2025. Namun, Janice bertahan pada nomor ganda putri dan melaju ke semifinal bersama Aldila Sutjiadi.
Kiprah Janice pada persangan tenis di National Tennis Development Center, Nonthaburi, Thailand, 10-19 Desember, sebenarnya dinanti penggemar tenis Indonesia. Meski pernah membawa nama Indonesia dan meraih perunggu ganda putri di Asian Games Hangzhou 2022 bersama Aldila, Janice baru menjalani debut SEA Games di Thailand 2025.
Perjalanannya dinanti karena torehan prestasinya selama setahun terakhir, khususnya dalam rangkaian turnamen WTA Tour sejak Agustus. Atlet berusia 23 tahun itu menjadi bintang baru tenis Indonesia setelah mencapai babak kedua Amerika Serikat Terbuka (dari fase kualifikasi) dalam debut di arena Grand Slam.
Pada turnamen WTA Tour, hasil terbaiknya adalah ketika menjuarai WTA 250 Chennai pada nomor tunggal dan ganda putri. Hasil itu menambah gelarnya dari ganda putri di WTA 250 Guangzhou bersama petenis Polandia, Kataryzna Piter. Sejak 3 November, Janice menempati ranking ke-53 dunia lalu turun menjadi ke-54 pada pekan ini, setelah menempati posisi ke-411 pada awal tahun.
Rangkaian prestasi tersebut membuat Janice menjadi andalan tim tenis Indonesia dan dia mewujudkan salah satu harapan dengan menjadi bagian dari tim yang meraih emas beregu putri. Saat mengalahkan Thailand 2-1 di final, Janice menyumbangkan kemenangan dari tunggal dan ganda putri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/bb1363dfce488479ee894485cdb781af-FAK_4928.jpg)
Setelah itu, performa Janice berlanjut pada kategori perorangan, di nomor tunggal dan ganda, bersama Aldila. Salah satu persaingan yang dinanti di tunggal putri adalah pertemuan Janice dengan Alex Eala (Filipina) yang hanya bisa terjadi di final karena Eala dan Janice menjadi dua unggulan teratas.
WTA, asosiasi tenis profesional untuk putri, turut menyoroti kehadiran dua petenis itu di SEA Games. Posisi dalam ranking dunia—Eala di posisi ke-53—membuat mereka menjadi dua petenis Asia Tenggara terbaik.
Eala belum punya gelar juara WTA Tour seperti Janice, tetapi dia menjadi semifinalis turnamen WTA 1000 di Miami, pada April. Atlet berusia 20 tahun yang berlatih di Akademi Tenis Rafa Nadal, di Spanyol, itu bersaing pada arena Grand Slam sejak 2023, meski baru bisa menembus babak utama pada tahun ini.
Namun, pertemuan dua bintang tenis Asia Tenggara itu batal terjadi setelah Janice tak bisa menyelesaikan semifinal melawan Mananchaya Sawangkaew (Thailand). Adapun pada semifinal lain, Eala menang atas petenis tuan rumah lainnya, Thasasporn Naklo, 6-1, 6-4.
Janice mundur setelah kehilangan set pertama dengan skor 4-6. Pada set tersebut, Janice diperiksa tim medis setelah menyelesaikan gim keenam. Percakapan dilakukan dengan tim medis sambil tekanan darah Janice diukur. Dua gim sebelumnya, petenis yang mengasah diri melalui kompetisi antaruniversitas di Amerika Serikat ini muntah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/12/7ab5ff3bbbe439562449c84f81c83ebc-FAK_1544.jpg)
Ketika kembali ke lapangan, sejak skor 3-3, performa Janice menurun. Kecepatannya berkurang dan sulit bergerak ketika harus menjangkau bola yang jauh darinya. Janice dinyatakan retired karena gangguan pernafasan.
Kapten tim putri Indonesia Martin Setiawan mengatakan, Janice mengalami demam sejak Minggu dan bermain dalam kondisi tidak fit pada Senin.
Tersingkir pada semifinal tunggal putri, Janice bertahan di ganda putri meski harus menjalani perempat final dengan tak mudah. Janice/Aldila, yang menjadi unggulan teratas, mendapat perlawanan ketat dari Eva Desvignes/Tan Sue Yan (Singapura) meski akhirnya menang 6-1, 4-6, 10-6.
Ganda putri Indonesia lainnya, Priska Nugroho/Anjali Junarto, mendapat tiket semifinal setelah mengalahkan Shaira Rivera/Alexa Milliam (Filipina) 6-4, 6-3.
Dua ganda putra Indonesia, juga, melaju ke semifinal. Mereka adalah Muhammad Rifqi Fitriadi/Christopher Rungkat yang menjadi unggulan teratas dan Lucky Kurniawan/Ignatius Anthony Susanto.
Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia
Pembaca yang budiman, harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase