Untuk pertama kali sejak 2001, Indonesia mendapat emas tenis beregu putra dan putri di SEA Games Thailand 2025. Indonesia kalahkan Thailand di final dua nomor itu.
14 Des 2025 00:56 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
NONTHABURI, SABTU — Tim tenis Indonesia meraih medali emas beregu putra dan putri di SEA Games Thailand 2025, hasil yang tak pernah diperoleh selama 24 tahun. Indonesia mengalahkan lawan yang sama, yaitu Thailand, dengan nomor ganda sebagai penentu kemenangan.
Final Indonesia melawan tim tuan rumah pada beregu putra dan putri berlangsung pada waktu yang bersamaan di National Tennis Development Center, Nonthaburi, Thailand, pada Sabtu (13/12/2025). Di atas kertas, Indonesia memiliki peluang menang lebih besar pada nomor beregu putri karena memiliki Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, bintang yang baru bersinar dalam turnamen WTA Tour. Sementara atlet-atlet putra kalah pengalaman dari tim lawan pada penampilan di turnamen internasional.
Hasil akhir ternyata berbuah kemenangan bagi Indonesia di kedua lapangan, dalam persaingan yang sama-sama ketat. Pada dua partai tunggal, Indonesia berbagi satu kemenangan dengan Thailand hingga hasil akhir ditentukan melalui nomor ganda.
Di Lapangan Utama, tim putri mengandalkan duet Aldila/Janice untuk berhadapan dengan Mananchaya Sawangkaew/Peangtarn Plipuech. Aldila/Janice menjadi tumpuan setelah Priska Madelyn Nugroho kalah pada partai pertama dan Janice menang di partai kedua.
Di Lapangan 8, tim putra Indonesia yang memberi perlawanan ketat pada Thailand berharap pada duet Christopher Rungkat/Justin Barki. Justin bermain untuk kedua kalinya setelah kalah pada partai pertama dan Muhammad Rifqi Fitriadi memenangi partai kedua. Christopher/Justin mengalahkan Pruchya Isarow/Kasidit Samrej 6-3, 6-3, beberapa saat setelah Aldila/Janice menang atas Sawangkaew Plipuech 7-5, 7-5.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/bb1363dfce488479ee894485cdb781af-FAK_4928.jpg)
Walau tidak mudah dan berada dalam tekanan, kuncinya ada pada pola pikir juara. Ini hasil kerja keras semua anggota tim, bukan hanya kami.
Emas dari nomor itu didapat Indonesia untuk pertama kalinya setelah meraih hasil serupa di SEA Games Kuala Lumpur 2001. Ketika itu, tim putra diperkuat Suwandi, Peter Handoyo, Bonit Wiryawan, dan Sulistyo Wibowo. Adapun beregu putri mengandalkan Yayuk Basuki, Romana Tedjakusuma, Wynne Prakusya, dan Angelique Widjaja.
Dalam rentang 24 tahun setelah itu, tim tenis Indonesia empat kali memperoleh emas beregu putra dan putri, tetapi tak pernah pada tahun yang sama. Pesaing kuat ”Merah Putih” pada nomor ini adalah Thailand.
Kedua final di Nonthaburi menjadi laga yang sulit bagi tim putra dan putri Indonesia. Namun, seperti dikatakan Aldila melalui Tenis Indonesia, dia, Janice, dan tim putri Indonesia membawa pola pikir menang dalam berhadapan dengan Thailand.
”Walau tidak mudah dan berada dalam tekanan, kuncinya ada pada pola pikir juara. Ini hasil kerja keras semua anggota tim, bukan hanya kami,” kata Aldila, yang menjuarai ganda putri WTA 125 Suzhou dan WTA 250 Chennai bersama Janice.
Dengan kemenangan tersebut, Aldila dan kawan-kawan mempertahankan medali emas beregu putri yang juga diperoleh di SEA Games Kamboja 2023. Thailand juga menjadi lawan yang dikalahkan pada final dua tahun lalu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/305c2978a8eb20d1ebd9c47a92ed2154-FAK_5096.jpg)
Sementara Christopher dan kawan-kawan menghentikan dominasi Thailand pada beregu putra yang memperoleh emas di Singapura 2015, Hanoi 2021, dan Kamboja 2023. Di antara penyelenggaraan SEA Games tersebut, nomor beregu tidak dipertandingkan.
Emas terakhir Indonesia dari beregu putra, sebelum di Thailand 2025, didapat pada SEA Games Jakarta Palembang 2011 yang juga diperkuat Christopher. Dengan demikian, atlet berusia 35 tahun itu memperoleh emas kedelapan dari nomor beregu putra, tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran dari SEA Games 2011 hingga 2025.
Adapun bagi Justin, ini menjadi emas pertama dari arena SEA Games. ”Saya berterima kasih karena telah diberi kepercayaan. Juga, untuk Christo. Kami sudah lama tidak berpasangan, tetapi kami masih memiliki chemistry, apalagi dia adalah petenis terbaik Indonesia,” tutur Justin.
Setelah mengantarkan Indonesia meraih emas beregu putra, Justin akan melanjutkan penampilan pada tunggal putra di kategori perorangan. Indonesia juga akan mengandalkan Rifqi pada nomor tersebut sebagai juara bertahan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/13/ceb69d12c5060ced7c1ca20fe9e36dd3-YGA_9467.jpg)
Pada tungga putri, Janice akan menjadi andalan. Penampilan atlet berusia 23 tahun itu dinanti setelah performanya berkembang di WTA Tour sejak Agustus. Janice menempati ranking ke-53 dunia, salah satunya berkat gelar juara WTA 250 Chennai.
Tantangan terbesar Janice, sebagai unggulan kedua, akan datang dari petenis Filipina peringkat ke-50 dunia, Alex Eala. Saat ini, kedua petenis itu menjadi petenis terbaik Asia Tenggara.
Selain tunggal putri, Janice juga akan bermain pada ganda putri bersama Aldila. Adapun Aldila akan bersaing pula di ganda campuran, berpasangan dengan Christopher.
Pembaca yang budiman, harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto