Abu Mohammed al-Golani, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham, mengumumkan bahwa mereka telah mencapai Hama untuk membersihkan luka lama.
06 Des 2024 16:55 WIB · Internasional
Setelah merebut kota Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah, pasukan oposisi Hayat Tahrir al-Sham pada Kamis (5/12/2024) merebut kota Hama. Kota ini berada di wilayah Provinsi Hama, sebelah selatan Provinsi Idlib dan Aleppo serta sebelah utara Provinsi Homs.
Dari Aleppo, jika mau menuju ke ibu kota Damaskus di wilayah selatan, Hama menandai sepertiga jarak tempuh. Hama tinggal berjarak sekitar 200 kilometer sebelah utara Damaskus. Dengan menguasai kota tua itu, oposisi memegang langkah strategis untuk mengatur serangan ke pusat kekuasaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Pada Jumat (6/12/2024) siang, organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SHOR) menyebut pasukan oposisi yang dimotori Hayat Tahrir al-Sham (HTS) tinggal berjarak sekitar 5 kilometer dari Homs, kota terbesar ketiga di Suriah. Gubernur Homs Nemir Makhlouf, seperti dikutip kantor berita Suriah, SANA, Kamis (5/12/2024), menegaskan, seluruh tindakan diambil untuk menjamin keamanan wilayahnya.
Provinsi Hama juga berbatasan langsung dengan Provinsi Latakia. Latakia memiliki wilayah pantai serta menjadi lokasi Pangkalan Angkatan Laut Rusia di Tartus dan Pangkalan Udara Khmeimim yang juga dioperasikan Rusia. Dengan menguasai Hama plus Homs, oposisi memutus jalur suplai tentara Suriah dan pendukungnya dalam upaya merebut kembali Aleppo dari oposisi.
Latakia juga menjadi basis utama pendukung Assad. Wilayah ini sebagian besar dihuni Muslim Sunni. Akan tetapi, ada kelompok warga minoritas sekte Alawiyah, salah satu cabang dari Syiah, yang dianut keluarga Assad.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/06/22a23223-06db-4d69-9923-3debe5c624ff_png.png)
Namun, lebih dari itu semua, kemampuan pasukan oposisi menguasai Hama merupakan simbol kemenangan atas luka lama.
Dalam pesan video pada hari Kamis (5/12/2024), Abu Mohammed al-Jolani—ada yang menulis: Abu Mohammed al-Golani atau Abu Mohammed al-Jawlani—pemimpin de facto Hayat Tahrir al-Sham (HTS), mengumumkan bahwa mereka telah mencapai Hama untuk membersihkan luka yang telah berdarah selama 40 tahun.
Salah satu langkah awal HTS yaitu membebaskan para tahanan dari penjara pusat kota.
Sebelum 1980-an, Hama dikenal sebagai kota dengan deretan kincir air yang antik dan unik, dilatari pemandangan sepanjang Sungai Orontes. Namun, sejak 1982, kota itu lebih dikenal dengan pembantaian dan darah.
Pembantaian Hama merupakan salah satu momen terkelam dalam sejarah modern dunia Arab. Lebih dari empat dekade lalu, Hafez Assad, yang saat itu menjabat sebagai Presiden Suriah, memerintahkan tentara mengepung dan menyerang kota Hama. Sekitar 10.000 hingga 40.000 orang tewas atau hilang hanya dalam waktu sebulan akibat serangan tersebut.
Saat itu, Hama merupakan benteng kelompok Ikhwanul Muslimin Suriah yang hendak merebut kekuasaan Assad. Kota ini pun menjadi lokasi serangan antipemerintah yang dipimpin Ikhwanul Muslimin dengan menargetkan perwira militer, lembaga negara, dan kantor partai yang berkuasa.
Pada Februari 1982, anggota Ikhwanul Muslimin membunuh para kader Partai Baath di Hama. Pada bulan itu juga, Hafez Assad memerintahkan serangan ke Hama untuk meredakan kerusuhan.
Dalam hitungan hari, pesawat tempur pemerintah menghancurkan sebagian besar kota, membuka jalan bagi pasukan darat.
![CORRECTION / Residents take to the streets of Hama, to welcome anti government fighters after they took control of Syria's west-central city on December 5, 2024. Islamist-led rebels captured the central Syrian city of Hama on December 5, days after seizing the country's commercial hub Aleppo in a lightning offensive against President Bashar al-Assad's forces. (Photo by Bakr ALKASEM / AFP) / The erroneous PHOTOGRAPHER appearing in the metadata of this photo has been modified in AFP systems in the following manner: [Bakr ALKASEM] instead of [Rami AL SAYED]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.](https://assetd.kompas.id/0MhfYW1mpVcfSIe3qlCWwUKGYpo=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/06/690948e94949287e6046bf19cdece26c-AFP_36PH4HL.jpg)
Saudara laki-laki Hafez Assad, Rifaat, memimpin unit artileri yang menggempur kota tersebut. Tindakannya menewaskan ribuan orang dalam beberapa hari saja. Dari sanalah Rifaat memperoleh julukan ”Tukang Jagal dari Hama”.
Tahun 2024 ini, Rifaat Assad telah didakwa di pengadilan Swiss atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait dengan pembantaian Hama tersebut. Surat perintah penangkapan internasional dikeluarkan untuknya tiga tahun lalu.
Ingatan akan peristiwa berdarah tahun 1982 itu masih terus membekas dalam benak sebagian warga Suriah dan Arab.
Sebulan serangan dan kepungan pada tahun 1982 itu juga menyisakan puing-puing di kota itu. Kehidupan sebagian warga Hama hancur karena kehilangan keluarga dan ekonomi yang remuk.
Ingatan akan peristiwa berdarah itu juga terus membekas dalam benak sebagian warga Suriah dan Arab. Pembantaian Hama tahun 1982 itu menciptakan kebencian yang terus menjadi bara dan sewaktu-waktu bisa berkobar menjadi api pemberontakan terhadap pemerintah.
Pada tahun 2011, Hama dan kota-kota sekitarnya kembali menjadi episentrum protes terbesar terhadap Presiden Suriah Bashar Assad, putra Hafeez Assad. Unjuk rasa ini bersamaan dengan gelombang Musim Semi Arab yang menyapu sebagian besar wilayah Timur Tengah dan mengawali perang saudara yang sengit di Suriah hingga hari ini.
Sekitar 800.000 orang tinggal di sana pada awal unjuk rasa tahun 2011 itu. ”Erhal ya Bashar! Erhal ya Bashar!” demikian seru para pengunjuk rasa, yang berarti ”Mundurlah, Bashar! Mundurlah, Bashar!”
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/06/cd2a8dbabc322f523546b9cf8e65030e-Syria_Hama_Explainer_125961784.jpg)
Besarnya protes di sepanjang tahun itu membuat pasukan keamanan pemerintah mundur sementara dari Hama, tepatnya pada Juni 2012.
Untuk sementara waktu, saat itu oposisi dapat memegang kendali. Penduduk yang merasa merdeka lalu mengecat tembok di sekitar kota dengan warna merah, menyiramkannya pada kincir air dan sudut-sudut kota. Cat merah dimaksudkan sebagai lambang darah pembantaian Hama.
Pasukan Pemerintah Suriah kembali pada Agustus 2012. Mereka menyerang dengan brutal, menyebabkan banyak korban jiwa dalam 24 jam pertama. Hingga sekarang, pembantaian Hama masih diperingati setiap tahun.
Hama menjadi simbolis perlawanan dan kota asal mula berkobarnya perang saudara di Suriah, yang dimulai sejak 13 tahun lalu dan mencabik negeri itu.
Aron Lund, pakar Suriah di Century International, lembaga pemikir yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, mengatakan, Hama memiliki nilai simbolis yang kuat karena sejarah pembantaian tersebut.
Ia menggambarkannya sebagai peristiwa besar dalam sejarah Suriah. Pembantaian Hama benar-benar membentuk oposisi. Sebaliknya, peristiwa itu juga membentuk karakter pasukan pemerintah.
Banyak pemimpin militer Suriah saat ini masih muda di saat itu. ”Ketika tahun 2011 tiba, mereka semua menyadari bahwa kita semua ingat Hama. Jadi, tidak ada kompromi,” kata Lund.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/06/93e9b049db6e659dff1d4232b189de67-99bf3e167a104345a2d2c188b7b2d2ea_0_7511d5d3be3a45e7a2f92f0ff5ce817c.jpg)
Pekan ini, sejarah di Hama—untuk sementara—dibalik. Jatuhnya Hama ke tangan HTS, Kamis (5/12/2024), menjadi pukulan besar bagi pasukan Presiden Assad. Beberapa hari sebelumnya, Assad kehilangan kota terbesar kedua, Aleppo.
SHOR melaporkan, setelah bentrok semalaman, anggota HTS menyerbu Hama dari beberapa sisi. Mereka terlibat dalam pertempuran jalanan dengan pasukan Assad.
Di Hama, para anggota HTS merobohkan poster Presiden Bashar Assad. Mereka menyerbu kantor keamanan dan gedung pemerintah. Mengingat peristiwa 42 tahun silam, kejadian seperti ini sulit terbayangkan bisa terjadi di Hama.
Tak lama kemudian, HTS mengumumkan pembebasan penuh kota Hama melalui saluran Telegram mereka. Beberapa anggota HTS mencium tanah Hama sebagai bentuk kemenangan sambil melepaskan tembakan perayaan saat mereka memasuki kota itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/06/d9808f732b967e77fd16d67bba97e27b-SYRIA_CONFLICT_HAMA_125957536.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/06/b8ee285a-e8ea-496b-a2e8-fcb523fe2210_png.png)
Banyak warga datang menyambut para anggota pasukan HTS. Beberapa warga terlihat membakar poster raksasa Assad di fasad balai kota.
Kelompok antipemerintah yang dipimpin kelompok HTS itu melancarkan serangan sejak sekitar sepekan lalu. Serangan itu tepat bersamaan dengan tercapainya gencatan senjata antara Hizbullah di Lebanon dan Israel. Hizbullah merupakan sekutu Assad.
Secara lokasi, kota Hama sangat strategis karena terletak di antara Aleppo dan pusat kekuasaan Assad di Damaskus. Dikuasainya Hama membuat jalur ke Damaskus kian mulus.
Militer mengakui kehilangan kendali atas kota tersebut. Mereka mundur dari Hama. Namun, Menteri Pertahanan Suriah Ali Abbas menegaskan bahwa penarikan pasukan militer tersebut merupakan tindakan taktis sementara.
”Pasukan kami masih berada di sekitar sana,” katanya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Suriah, SANA.
Setelah merebut Hama, HTS bergerak menuju Provinsi Homs di bagian tengah. Homs merupakan lokasi salah satu dari dua kilang minyak milik Pemerintah Suriah. Kota itu juga seperti menjadi pintu gerbang ke Damaskus. Kilang minyak tersebut menghubungkan ibu kota dengan pantai yang sangat penting bagi Assad.
”Jika Homs dapat direbut, yang kini dapat mereka lakukan setelah merebut Hama, secara teoretis telah dapat merebut tiga kota terbesar Suriah dan memisahkan ibu kota dari pantai,” kata Lund.
Gubernur Homs Nemir Makhlouf menegaskan bahwa Homs akan tetap tahan terhadap terorisme dan bahwa keamanan dan stabilitas akan terwujud dengan upaya Tentara Arab Suriah.
Gubernur Homs Nemir Makhlouf menegaskan bahwa semua langkah telah diambil untuk menjaga keamanan Provinsi Homs. Ia menyerukan kepada warga Homs untuk mempercayai sumber berita resmi dan tidak memedulikan propaganda jahat.
”Kami meyakinkan warga bahwa situasinya baik-baik saja dan semua langkah yang diperlukan telah diambil untuk menjaga keamanan dan pergerakan normal di provinsi tersebut dengan pengerahan polisi,” kata Makhlouf, Kamis (5/12/2024).
Ia juga menegaskan bahwa layanan dan segala hal yang terkait dengan kebutuhan warga terjamin.
Makhlouf menekankan bahwa Homs akan tetap tahan terhadap terorisme dan bahwa keamanan dan stabilitas akan terwujud dengan upaya Tentara Arab Suriah.
![CORRECTION / A Syrian anti government fighter shoots against a large banner bearing a picture of Syria's President Bashar al-Assad, hanging on the facade of a municipal building in the west-central city of Hama on December 5, 2024. Islamist-led rebels captured the central Syrian city of Hama on December 5, days after seizing the country's commercial hub Aleppo in a lightning offensive against President Bashar al-Assad's forces. (Photo by Bakr ALKASEM / AFP) / The erroneous PHOTOGRAPHER appearing in the metadata of this photo has been modified in AFP systems in the following manner: [Bakr ALKASEM] instead of [Rami AL SAYED]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.](https://assetd.kompas.id/Cd2pWxe_ODp0hgvncXlS8kGJPkY=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/06/d9ed6e1fe39cc45f2ceb67e452c83ad5-CORRECTION_SYRIA_CONFLICT_HAMA_125961466.jpg)
Pada Jumat (6/12/2024), pemantau perang melaporkan, pesawat tempur Suriah telah menghancurkan jembatan penghubung Homs-Hama. Ini upaya Damaskus untuk mengamankan Homs dari serbuan kelompok antipemerintah.
”Jet tempur melakukan beberapa serangan udara, menargetkan Jembatan Al-Rastan di jalan raya Homs-Hama yang menghubungkan kota-kota Homs dan Hama, serta menyerang posisi-posisi di sekitar jembatan, yang berupaya untuk memutus jalan antara Hama dan Homs dan mengamankan kota Homs,” sebut SOHR yang berpusat di Inggris dan mengandalkan informasi dari jaringan sumber mereka di Suriah.
SHOR mengatakan, sebanyak 826 orang tewas di negara itu sejak kekerasan meletus kembali pada pekan lalu. Sebanyak 111 di antaranya merupakan warga sipil.
Konflik bersenjata ini menandai pertempuran paling intens di Suriah sejak 2020. Kunci penguasaan HTS dinilai dari pengambilalihan Aleppo. Selama perang saudara yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, pasukan oposisi pernah bercokol di Aleppo sebelum diusir pasukan Pemerintah Suriah dengan bantuan Rusia dan Iran. (AFP/Reuters/AP)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Muhammad Samsul Hadi