Manchester City keluar dari tren nirmenang dalam lima gim tandang Liga Champions. Erling Haaland masih sulit dibendung lawan ”The Citizens”.
22 Okt 2025 07:17 WIB · Olahraga
VILLARREAL, RABU — Perlu lebih dari satu tahun bagi Manchester City untuk membawa pulang kemenangan lagi dari gim tandang Liga Champions. Unggul 2-0 atas Villarreal, Rabu (22/10/2025) WIB, di Stadion de la Ceramica, adalah tripoin perdana ”The Citizens” di luar Manchester sejak 1 Oktober 2024.
Permainan City yang selalu dominan di kandang dan tandang, statistik nirmenang itu terasa ganjil. Tetapi, seperti itu realitasnya. City terakhir kali menang pada laga tandang di Eropa tercipta ketika menaklukkan Slovan Bratislava 4-0 di Stadion Nasional Slovakia di Bratislava, tahun lalu.
Dalam lebih satu tahun, City sempat menelan empat kekalahan beruntun pada gim luar kandang Liga Champions. Rentetan tanpa kemenangan itu dimulai dari kandang Sporting Lisbon (1-4), Juventus (0-2), Paris Saint-Germian (2-4), dan Real Madrid (1-3). Pada hari pertandingan kedua Liga Champions 2024-2025, The Citizens ditahan AS Monaco 2-2.
Namun, kota Villarreal yang hanya dihuni sekitar 50.000 jiwa memberikan ketenangan dan keberuntungan untuk City. Sejak awal laga mereka sudah tampil lebih tenang, juga dominan.
Hasilnya, City mencetak dua gol di babak pertama lewat tembakan Erling Haaland (17’) dan Bernardo Silva (40’).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/22/d764a57cbbf8e6da1438897f3ba8615a-1000022852.jpg)
Catatan tiga poin itu membantu City melanjutkan tren kemenangan dalam tiga gim terakhir. Haaland dan kawan-kawan juga belum kalah pada sembilan pertandingan beruntun. Performa City membaik sejak memasuki bulan November.
”Saya merasa kami mulai kembali kepada performa yang sebenarnya,” tutur Manajer City Pep Guardiola seusai pertandingan.
Guardiola menyebut timnya menjalani pertandingan yang sesuai harapan di Villarreal. Meskipun merangkum performa dominan dengan 66 persen penguasaan bola, Guardiola mengingatkan bahwa sejatinya Stadion de la Ceramica bukan tempat yang ramah untuk tim-tim tamu.
”Ini adalah tempat yang sulit. Villarreal juga diakui di Spanyol sebagai tim top,” kata Guardiola.
”Kami bermain baik untuk mengontrol pertandingan, walaupun jelang akhir mereka memiliki satu atau dua peluang. Secara keseluruhan kami bermain secara fantastis. Ini langkah bagus di kompetisi ini,” tambahnya.
Perjalanan awal yang positif perlu dimiliki City untuk memugar ulang kondisi mental yang porak-poranda akibat performa buruk musim lalu. Mereka hanya duduk di peringkat ke-22 fase awal Liga Champions.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/22/49e956e0a58ca50da35c4c92fff1d72e-1000022854.jpg)
Perjalanan menuju fase gugur ditempuh melalui babak playoff. Tetapi, ambisi melangkah jauh di Liga Champions terhenti di babak playoff oleh Real Madrid.
Kemenangan atas Villarreal mendongkrak posisi City ke zona delapan besar untuk menyabet tiket langsung ke babak gugur. Koleksi tujuh poin dalam tiga gim menunjukkan sinyal awal The Citizens sudah berada dalam trek yang benar.
Laga tandang berikutnya City di Liga Champions adalah melawat ke markas Real Madrid dan Bodo/Glimt. Namun, mereka juga bakal menyambut tiga kuda hitam di kandang, yaitu Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, dan Galatasaray.
Tiga poin dari Villarreal didapatkan melalui penampilan seimbang pemain lini ofensif dan defensif City dalam dua babak. Pemain-pemain menyerang tampil klinis pada paruh pertama laga.
Haaland, misalnya, melanjutkan produktivitasnya dengan mencetak gol ke-53 di Liga Champions. Pada musim ini, ia sudah mencetak 24 gol bagi City dan tim nasional Norwegia.
Catatan positif menghadapi tim Spanyol pun dilanjutkan penyerang pirang itu. Haaland menghasilkan sembilan gol dari sembilan gim kontra tim-tim Spanyol bersama City di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/22/9cdc1aee480fcc5c046d6cb1557be76e-1000022855.jpg)
Setelah turun minum, sorotan aksi berada pada pemain-pemain di lini belakang. Dua penyelamatan diciptakan kiper Gianluigi Donnarumma, yang membuat pemain ”Kapal Selam Kuning”, julukan Villarreal, frustrasi.
Pelatih Villarreal Marcelino, dilansir laman UEFA, mengatakan, permainan babak pertama timnya jauh dari performa terbaik. Kontrol permainan yang dikendalikan City, lanjutnya, membuat para pemain Villarreal tampil penuh keraguan.
”Saya bangga dengan reaksi kami di babak kedua. Kami bermain lebih reaktif dan menciptakan kans mencetak gol, lalu memberikan lebih banyak letupan sehingga tampil amat bersemangat. Tetapi, kami seharusnya lebih berbahaya menghadapi tim besar,” tutur Marcelino.
Berbeda dengan City yang mulai naik ke zona fase gugur, Kapal Selam Kuning masih kesulitan membenahi peringkat. Kekalahan dari City membuat mereka terdampar di peringkat ke-29 dari 36 peserta.
Villarreal baru mengumpulkan satu poin yang didapatkan seusai menahan Juve, 2-2, bulan lalu. Lima pertandingan berikutnya juga berpeluang menghadirkan jebakan bagi Kapal Selam Kuning. Mereka masih menyisakan dua gim kandang kontra Copenhagen dan Ajax Amsterdam. Selain itu, mereka juga tampil di kandang Pafos, Dortmund, dan Leverkusen. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto