- Siapa saja kandidat presiden dalam pemilu tahun ini?
- Apa saja janji kampanye Kamala Harris dan Donald Trump?
- Bagaimana proses pemungutan suara dan penghitungan suaranya?
- Sistem pemilihan presiden di AS bukan pemilihan langsung karena electoral college-lah yang menentukan presiden pilihan. Apa itu electoral college?
- Daerah mana saja yang menjadi ”medan pertempuran utama” bagi Partai Demokrat dan Republik?
- Apa dampak pemilu AS terhadap Indonesia dan negara-negara lain di dunia?
Sejak pemungutan suara awal pemilu Amerika Serikat dibuka pada 20 Oktober dan ditutup 3 November 2024, lebih dari 78 juta pemilih atau sepertiga dari total jumlah pemilih di AS sudah memberikan suaranya, baik secara langsung ke tempat pemungutan suara maupun lewat pos. Di beberapa negara bagian penting, jumlah pemilihnya memecahkan rekor terbanyak dalam sejarah, termasuk di Negara Bagian North Carolina dan Georgia.
Pada hari ini, Selasa (5/11/2024), jutaan pemilih akan mendatangi tempat pemungutan suara dan memberikan suaranya secara langsung dengan menggunakan teknologi mesin pemindai yang berbentuk seperti mesin fotokopi.
Siapa saja calon presiden AS tahun ini?
Sebenarnya tak hanya Wakil Presiden AS Kamala Harris dan mantan Presiden AS Donald Trump kandidat presiden dalam pemilu kali ini. Ada empat calon independen dan partai ketiga, yakni profesor filsafat pada Union Theological Seminary, Cornel West (72); kandidat Partai Hijau Jill Stein (74); kandidat Partai Libertarian Chase Oliver (39); serta kandidat Partai Sosialisme dan Pembebasan Claudia De la Cruz (44).
Keempat calon ini bisa menjadi pilihan alternatif bagi para pemilih yang tidak mau mengarahkan suara dukungan kepada Harris atau Trump. Kelompok-kelompok Muslim-Arab, sebagian tinggal di Negara Bagian Michigan—satu dari tujuh negara bagian penentu—misalnya, termasuk yang tidak ingin memilih dua calon utama itu.
Mereka kecewa atas kebijakan pemerintahan Biden-Harris dalam perang Gaza. Mereka sekaligus antipati terhadap Trump yang punya rekam jejak sangat pro-Israel dan anti-imigran dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Apa saja janji kampanye Kamala Harris dan Donald Trump?
Para pemilih AS akan menghadapi pilihan yang jelas untuk presiden karena janji kampanye dan rencana kebijakan Harris dan Trump berbeda. Dalam isu inflasi, misalnya, Harris akan memprioritaskan mengurangi biaya makanan dan perumahan bagi keluarga pekerja.
Dia berjanji melarang kenaikan harga bahan makanan, membantu pembeli rumah pertama kali, meningkatkan pasokan perumahan, dan menaikkan upah minimum.
Sementara itu, Trump ingin membuat AS kuat lagi dan berjanji mengakhiri inflasi. Salah satu caranya dengan lebih banyak pengeboran minyak akan menurunkan biaya energi. Trump pun menjanjikan akan memberi suku bunga lebih rendah meskipun banyak diketahui hal itu sejatinya yang tidak dapat dikendalikan presiden.
Terkait dengan isu luar negeri, Harris berjanji mendukung Ukraina ”selama diperlukan”. Dia juga berjanji memastikan AS bisa mengungguli China dalam ”persaingan untuk abad ke-21”. Harris sejak lama mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina serta menyerukan diakhirinya perang di Gaza.
Sementara Trump memiliki kebijakan luar negeri yang menganut isolasionisme dan ingin AS melepaskan diri dari konflik di tempat lain di dunia. Trump akan mengakhiri perang di Ukraina dalam 24 jam melalui penyelesaian yang dinegosiasikan dengan Rusia.
Menurut Demokrat, langkah ini akan membuat Presiden Rusia Vladimir Putin semakin berani. Trump memosisikan dirinya sebagai pendukung setia Israel, tetapi tidak banyak bicara tentang bagaimana dia akan mengakhiri perang di Gaza.
Kini, tidak hanya rakyat AS saja yang menantikan presiden baru AS. Dunia pun ikut menanti.
Pemenangnya, suka atau tidak suka, akan turut memengaruhi dinamika global setidaknya dalam empat tahun ke depan. Rival-rival AS mencermati dari dekat pilpres tahun ini. Mereka bersiap menyesuaikan kebijakan dan strategi untuk menghadapi Harris atau Trump.
Bagaimana proses pemungutan suara dan penghitungan suaranya?
Dalam pemilu di AS, proses pemungutan suara dilakukan setidaknya dalam tiga cara, yaitu pemungutan awal, kedua mengirim suara melalui pos, dan ketiga datang ke tempat pemungutan suara pada hari puncak pemilu. Tahun ini puncak pemilu digelar pada 5 November 2024.
Dalam sejarah pilpres AS tidak pernah ada seluruh surat suara yang masuk selesai dihitung semuanya pada malam setelah pemungutan suara. Mustahil menghitung ratusan juta suara hanya dalam waktu semalam.
Secara resmi, rangkaian penghitungan sudah dimulai sejak pekan terakhir Oktober untuk surat suara yang dicoblos lewat pemungutan suara dini melalui pos. Panitia Pemungutan Suara terutama memastikan surat suara memenuhi syarat untuk dihitung. Setiap negara bagian dan kota punya syarat berbeda dan, sekali lagi, harus dipahami PPS.
Pada malam hari setelah pemungutan suara biasanya media massa mengumumkan pemenang pemilu berdasarkan analisis dari ribuan suara yang masuk, jajak pendapat pemilih, dan data politik lainnya.
Akan tetapi, dalam situasi di mana selisih suara kedua calon kemungkinan tipis, perlu lebih banyak lagi surat suara yang masuk sebelum akhirnya media bisa menyatakan pemenang pemilu.
Apa itu ”electoral college”?
Tidak seperti pemilihan DPR dan Senat yang menganut sistem pemilihan langsung oleh rakyat (popular vote), pemilihan presiden di AS menganut sistem electoral college. Untuk memenangi pilpres, dibutuhkan strategi kemenangan di mayoritas negara bagian. Pemilihan presiden di AS dilakukan setiap empat tahun pada hari Selasa pertama setelah Senin pertama pada bulan November.
Mereka dipilih para elector (pemilih) dari tiap negara bagian. Oleh karena itu, jumlah total suara pemilihan langsung oleh rakyat secara nasional tidak serta-merta menjamin kemenangan elektoral yang didapat dari tiap negara bagian. Proses electoral college ini menjadi pembeda dari pemilihan di Indonesia.
Namun, sejumlah kader Partai Demokrat, termasuk calon wakil presiden Amerika Serikat, Tim Walz, kembali mendorong perubahan sistem pemilihan negara itu. Walz mau electoral college atau suara perwakilan dihapuskan dari pemilihan presiden. Sistem itu dinilai meminggirkan demokrasi sejati.
Hanya saja, sistem elektoral dibuat untuk menyeimbangkan suara politik daerah berpenduduk sedikit dengan daerah berpenduduk padat. Sulit mengubah sistem itu dengan struktur politik sekarang. Selain karena prosesnya transparan dan bisa dipantau banyak pihak, serangkaian keputusan pengadilan telah menguatkan hasil penghitungan.
Daerah mana saja yang menjadi ”medan pertempuran utama?
Dari semua negara bagian di AS, Pennsylvania merupakan yang menentukan kemenangan di dalam pemilihan umum presiden. Pertarungan antara Harris dan Trump sangat ketat di Pennsylvania dibandingkan dengan di enam negara bagian mengambang lainnya.
Dari 50 negara bagian di AS, ada tujuh yang tidak bisa ditebak arah politiknya. Mereka adalah Pennsylvania, Arizona, North Carolina, Georgia, Michigan, Wisconsin, dan Nevada. Ketujuh ini disebut sebagai negara bagian mengambang. Setiap negara bagian memiliki dewan elektoral cukup besar. Namun, negara bagian itu tidak didominasi oleh merah ataupun biru.
Suara mereka ini yang diperebutkan pada pemilu. Butuh paling sedikit suara 270 dewan elektoral untuk memenangi pemilu AS. Lembaga kajian politik 270 To Win memperkirakan, Harris memenangi 226 suara elektoral dan Trump 219 suara. Artinya, setiap kota dan distrik di negara-negara bagian mengambang sangat berpengaruh menentukan calon kepala negara lima tahun ke depan.
Apa dampak pemilu AS terhadap Indonesia dan negara-negara lain di dunia?
Jelang pilpres, AS bergegas mencari cara menenangkan situasi di Timur Tengah. Ini guna mengurangi beban politik Partai Demokrat, Presiden AS Joe Biden, dan Harris. Menurut rencana, proposal gencatan senjata di Lebanon diumumkan dalam beberapa hari mendatang. Sementara di Gaza, gencatan senjata antara Hamas dan Israel masih suram.
Sehari menjelang pilpres AS, Kongres Nasional Rakyat China atau NPC menggelar rapat membahas rencana tanggapan hasil pemilu. Sejauh ini, kemungkinan terbesar ialah Pemerintah China menggelontorkan stimulus fiskal. Pilpres AS sangat berpengaruh pada ekonomi China. Jika Trump menang, perkiraan stimulus dari Beijing 10-20 persen lebih besar dibandingkan kalau Harris yang menang.
Hal ini karena dalam kampanyenya, Trump mengutarakan akan menambah tarif impor. Ia ingin menerapkan proteksi terhadap komoditas lokal AS. Para pengamat menghitung, setidaknya ada 600 komoditas impor dari China yang berisiko dikenai tarif tambahan.
- Siapa saja kandidat presiden dalam pemilu tahun ini?
- Apa saja janji kampanye Kamala Harris dan Donald Trump?
- Bagaimana proses pemungutan suara dan penghitungan suaranya?
- Sistem pemilihan presiden di AS bukan pemilihan langsung karena electoral college-lah yang menentukan presiden pilihan. Apa itu electoral college?
- Daerah mana saja yang menjadi ”medan pertempuran utama” bagi Partai Demokrat dan Republik?
- Apa dampak pemilu AS terhadap Indonesia dan negara-negara lain di dunia?
Sejak pemungutan suara awal pemilu Amerika Serikat dibuka pada 20 Oktober dan ditutup 3 November 2024, lebih dari 78 juta pemilih atau sepertiga dari total jumlah pemilih di AS sudah memberikan suaranya, baik secara langsung ke tempat pemungutan suara maupun lewat pos. Di beberapa negara bagian penting, jumlah pemilihnya memecahkan rekor terbanyak dalam sejarah, termasuk di Negara Bagian North Carolina dan Georgia.
Pada hari ini, Selasa (5/11/2024), jutaan pemilih akan mendatangi tempat pemungutan suara dan memberikan suaranya secara langsung dengan menggunakan teknologi mesin pemindai yang berbentuk seperti mesin fotokopi.
Siapa saja calon presiden AS tahun ini?
Sebenarnya tak hanya Wakil Presiden AS Kamala Harris dan mantan Presiden AS Donald Trump kandidat presiden dalam pemilu kali ini. Ada empat calon independen dan partai ketiga, yakni profesor filsafat pada Union Theological Seminary, Cornel West (72); kandidat Partai Hijau Jill Stein (74); kandidat Partai Libertarian Chase Oliver (39); serta kandidat Partai Sosialisme dan Pembebasan Claudia De la Cruz (44).
Keempat calon ini bisa menjadi pilihan alternatif bagi para pemilih yang tidak mau mengarahkan suara dukungan kepada Harris atau Trump. Kelompok-kelompok Muslim-Arab, sebagian tinggal di Negara Bagian Michigan—satu dari tujuh negara bagian penentu—misalnya, termasuk yang tidak ingin memilih dua calon utama itu.
Mereka kecewa atas kebijakan pemerintahan Biden-Harris dalam perang Gaza. Mereka sekaligus antipati terhadap Trump yang punya rekam jejak sangat pro-Israel dan anti-imigran dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Apa saja janji kampanye Kamala Harris dan Donald Trump?
Para pemilih AS akan menghadapi pilihan yang jelas untuk presiden karena janji kampanye dan rencana kebijakan Harris dan Trump berbeda. Dalam isu inflasi, misalnya, Harris akan memprioritaskan mengurangi biaya makanan dan perumahan bagi keluarga pekerja.
Dia berjanji melarang kenaikan harga bahan makanan, membantu pembeli rumah pertama kali, meningkatkan pasokan perumahan, dan menaikkan upah minimum.
Sementara itu, Trump ingin membuat AS kuat lagi dan berjanji mengakhiri inflasi. Salah satu caranya dengan lebih banyak pengeboran minyak akan menurunkan biaya energi. Trump pun menjanjikan akan memberi suku bunga lebih rendah meskipun banyak diketahui hal itu sejatinya yang tidak dapat dikendalikan presiden.
Terkait dengan isu luar negeri, Harris berjanji mendukung Ukraina ”selama diperlukan”. Dia juga berjanji memastikan AS bisa mengungguli China dalam ”persaingan untuk abad ke-21”. Harris sejak lama mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina serta menyerukan diakhirinya perang di Gaza.
Sementara Trump memiliki kebijakan luar negeri yang menganut isolasionisme dan ingin AS melepaskan diri dari konflik di tempat lain di dunia. Trump akan mengakhiri perang di Ukraina dalam 24 jam melalui penyelesaian yang dinegosiasikan dengan Rusia.
Menurut Demokrat, langkah ini akan membuat Presiden Rusia Vladimir Putin semakin berani. Trump memosisikan dirinya sebagai pendukung setia Israel, tetapi tidak banyak bicara tentang bagaimana dia akan mengakhiri perang di Gaza.
Kini, tidak hanya rakyat AS saja yang menantikan presiden baru AS. Dunia pun ikut menanti.
Pemenangnya, suka atau tidak suka, akan turut memengaruhi dinamika global setidaknya dalam empat tahun ke depan. Rival-rival AS mencermati dari dekat pilpres tahun ini. Mereka bersiap menyesuaikan kebijakan dan strategi untuk menghadapi Harris atau Trump.
Bagaimana proses pemungutan suara dan penghitungan suaranya?
Dalam pemilu di AS, proses pemungutan suara dilakukan setidaknya dalam tiga cara, yaitu pemungutan awal, kedua mengirim suara melalui pos, dan ketiga datang ke tempat pemungutan suara pada hari puncak pemilu. Tahun ini puncak pemilu digelar pada 5 November 2024.
Dalam sejarah pilpres AS tidak pernah ada seluruh surat suara yang masuk selesai dihitung semuanya pada malam setelah pemungutan suara. Mustahil menghitung ratusan juta suara hanya dalam waktu semalam.
Secara resmi, rangkaian penghitungan sudah dimulai sejak pekan terakhir Oktober untuk surat suara yang dicoblos lewat pemungutan suara dini melalui pos. Panitia Pemungutan Suara terutama memastikan surat suara memenuhi syarat untuk dihitung. Setiap negara bagian dan kota punya syarat berbeda dan, sekali lagi, harus dipahami PPS.
Pada malam hari setelah pemungutan suara biasanya media massa mengumumkan pemenang pemilu berdasarkan analisis dari ribuan suara yang masuk, jajak pendapat pemilih, dan data politik lainnya.
Akan tetapi, dalam situasi di mana selisih suara kedua calon kemungkinan tipis, perlu lebih banyak lagi surat suara yang masuk sebelum akhirnya media bisa menyatakan pemenang pemilu.
Apa itu ”electoral college”?
Tidak seperti pemilihan DPR dan Senat yang menganut sistem pemilihan langsung oleh rakyat (popular vote), pemilihan presiden di AS menganut sistem electoral college. Untuk memenangi pilpres, dibutuhkan strategi kemenangan di mayoritas negara bagian. Pemilihan presiden di AS dilakukan setiap empat tahun pada hari Selasa pertama setelah Senin pertama pada bulan November.
Mereka dipilih para elector (pemilih) dari tiap negara bagian. Oleh karena itu, jumlah total suara pemilihan langsung oleh rakyat secara nasional tidak serta-merta menjamin kemenangan elektoral yang didapat dari tiap negara bagian. Proses electoral college ini menjadi pembeda dari pemilihan di Indonesia.
Namun, sejumlah kader Partai Demokrat, termasuk calon wakil presiden Amerika Serikat, Tim Walz, kembali mendorong perubahan sistem pemilihan negara itu. Walz mau electoral college atau suara perwakilan dihapuskan dari pemilihan presiden. Sistem itu dinilai meminggirkan demokrasi sejati.
Hanya saja, sistem elektoral dibuat untuk menyeimbangkan suara politik daerah berpenduduk sedikit dengan daerah berpenduduk padat. Sulit mengubah sistem itu dengan struktur politik sekarang. Selain karena prosesnya transparan dan bisa dipantau banyak pihak, serangkaian keputusan pengadilan telah menguatkan hasil penghitungan.
Daerah mana saja yang menjadi ”medan pertempuran utama?
Dari semua negara bagian di AS, Pennsylvania merupakan yang menentukan kemenangan di dalam pemilihan umum presiden. Pertarungan antara Harris dan Trump sangat ketat di Pennsylvania dibandingkan dengan di enam negara bagian mengambang lainnya.
Dari 50 negara bagian di AS, ada tujuh yang tidak bisa ditebak arah politiknya. Mereka adalah Pennsylvania, Arizona, North Carolina, Georgia, Michigan, Wisconsin, dan Nevada. Ketujuh ini disebut sebagai negara bagian mengambang. Setiap negara bagian memiliki dewan elektoral cukup besar. Namun, negara bagian itu tidak didominasi oleh merah ataupun biru.
Suara mereka ini yang diperebutkan pada pemilu. Butuh paling sedikit suara 270 dewan elektoral untuk memenangi pemilu AS. Lembaga kajian politik 270 To Win memperkirakan, Harris memenangi 226 suara elektoral dan Trump 219 suara. Artinya, setiap kota dan distrik di negara-negara bagian mengambang sangat berpengaruh menentukan calon kepala negara lima tahun ke depan.
Apa dampak pemilu AS terhadap Indonesia dan negara-negara lain di dunia?
Jelang pilpres, AS bergegas mencari cara menenangkan situasi di Timur Tengah. Ini guna mengurangi beban politik Partai Demokrat, Presiden AS Joe Biden, dan Harris. Menurut rencana, proposal gencatan senjata di Lebanon diumumkan dalam beberapa hari mendatang. Sementara di Gaza, gencatan senjata antara Hamas dan Israel masih suram.
Sehari menjelang pilpres AS, Kongres Nasional Rakyat China atau NPC menggelar rapat membahas rencana tanggapan hasil pemilu. Sejauh ini, kemungkinan terbesar ialah Pemerintah China menggelontorkan stimulus fiskal. Pilpres AS sangat berpengaruh pada ekonomi China. Jika Trump menang, perkiraan stimulus dari Beijing 10-20 persen lebih besar dibandingkan kalau Harris yang menang.
Hal ini karena dalam kampanyenya, Trump mengutarakan akan menambah tarif impor. Ia ingin menerapkan proteksi terhadap komoditas lokal AS. Para pengamat menghitung, setidaknya ada 600 komoditas impor dari China yang berisiko dikenai tarif tambahan.